<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740</id><updated>2012-02-16T18:25:59.435-08:00</updated><category term='Puisi'/><category term='Parade Puisi CINTA'/><category term='RefLekSi'/><category term='senyuman'/><category term='mimpi'/><category term='sepi'/><category term='puisi cinta'/><category term='dia'/><category term='Bapak'/><category term=': cerita jalanan'/><category term='tak menentu'/><category term='persahabatan'/><category term='sendiri'/><category term='kontemplasi'/><category term='opprotunity cost'/><category term='Puisiku'/><category term='belahan jiwa'/><category term='negatif'/><category term='KontemplasiKu'/><category term='cinderamata'/><category term='GanBaTTe'/><category term='rumah tangga'/><category term='PeTuaLaNganKu..'/><category term='senandung masa kecil'/><category term='kampungku'/><category term='Hiatus'/><category term='senyum'/><category term='Motivasi'/><category term='Kekasih Sejati'/><category term='cerita jalanan'/><category term='cerita dari jalanan'/><category term='sahabat'/><category term='Negeriku'/><category term='RefLekSiKu'/><category term='senandung hati'/><category term='cemburu'/><category term='komitmen'/><category term='teman sejati'/><category term='SukaKu'/><category term='buah hati'/><category term='ulang tahun ke-11 detikcom'/><category term='sunyi'/><category term='syukur'/><category term='ramadhan'/><category term='cinta'/><category term='Doa'/><category term='rindu tak bertepi'/><category term='Atashi no YuMe'/><category term='catatan hati'/><category term='target ibadah'/><category term='rencana'/><category term='kangen'/><category term='lintasan fikiran'/><category term='FiksiKu'/><category term='rindu'/><category term='buku'/><category term='sumber bacaan'/><category term='setia'/><category term='belajar'/><category term='sehari-hari auditor'/><category term='berbagi'/><category term='CeRiTaKu'/><category term='hak cipta'/><category term='jalan kenangan'/><category term='pilihan hidup'/><category term='positif'/><category term='misteri hidup'/><category term='bunga tidur'/><title type='text'>Rita Susanti</title><subtitle type='html'>Senandung Kata Sederhana...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>61</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-7314956121678182533</id><published>2010-08-28T14:57:00.000-07:00</published><updated>2010-08-28T15:53:24.122-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lintasan fikiran'/><title type='text'>Hanya Selintasan Fikiran, Sesaat Hadir Kemudian Ia Berlalu Tuk Menghilang...</title><content type='html'>Pernahkah anda merasa bahwa satu waktu sesuatu tiba-tiba melintas dalam fikiran anda, tapi hanya sekilas, tak sempat anda fikirkan secara mendalam kemudian sesuatu itu pergi dan menguap begitu saja dari ingatan anda. Atau mungkin pada waktu tertentu anda pernah menuliskan tentang sesuatu hal, dan tulisan itu mengalir begitu saja tanpa ada pemifikiran secara mendalam. Tapi anehnya di kemudian hari atau setelah beberapa musim berganti, sesuatu yang dulu pernah terlintas dalam fikiran anda atau pernah dituliskan oleh tangan anda, akhirnya benar-benar menjelma dalam kehidupan nyata anda saat ini. Miracle!!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin anda pernah membaca sebuah buku yang berjudul ”Law of Attraction”, karangan Michael Losier. Dimana di sana dinyatakan bahwa: ”hukum ketertarikan merupakan segala sesuatu yang difikirkan dengan segenap perhatian, energi dan konsentrasi fikiran, baik hal yang positif maupun negatif, maka ia akan datang dalam kehidupan kita”. Setelah membaca buku itu saya sangat sering melakukan afirmasi positif ke dalam diri saya agar sesuatu yang baik datang menghampiri. Dan tidak dipungkiri beberapa hal positif pun datang menghampiri kehidupan saya. Namun tidak selamanya hal itu terjadi, terkadang ketika saya telah berharap dan selalu memikirkan kebaikan, tetap saja hal yang tidak saya sukai menghampiri. Atau sebaliknya sesuatu yang hanya sekelibat mampir dalam fikiran saya justru itu yg pada akhirnya menyapa hari-hari saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi it’s Oke, setidaknya dengan begitu saya tidak terlalu fanatik mempercayai dan meyakini sesuatu yang berasal dari manusia (teori dalam buku itu maksudnya). Karena bagaimanapun saya sebagai muslim memiliki satu keyakinan yang tak terbantahkan lagi bahwa sesuatu itu akan terjadi hanya jika telah mendapatkan ”stempel izin” dari Yang Maha Berkehendak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini setidaknya ada beberapa peristiwa (yang masih saya ingat) yang telah terjadi dalam kehidupan saya, dimana hal itu dulu pernah terlintas dalam fikiran saya, mungkin hanya tiga atau lima detik. Dan pernah juga menuliskan sesuatu yang sama sekali tak terfikirkan secara mendalam. Namun ternyata di kemudian hari sesuatu itu terjadi, dan tentu saja ini karena KehendakNYA. Adapun contoh lintasan fikiran itu diantaranya adalah (yang paling saya ingat aja yah):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dulu sewaktu akan mengakhiri masa-masa kuliah, saya bertekad untuk tidak akan bekerja sebagai auditor di akuntan publik, karena kata teman-temanku waktu kerjanya tidak normal, dan pada saat-saat tertentu harus rela mengorbankan kepentingan pribadi dan keluarga demi tuntutan pekerjaan. Tapi entah kenapa saat itu terlintas dalam fikiran saya: ”ah jangan-jangan pekerjaan yang tidak saya suka itu justru yang akan saya geluti ke depannya”. Dan benar saja ternyata hampir empat tahun lamanya saya terdampar di dunia antah berantahnya auditor. Subhanallah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Beberapa tahun yang lalu ketika pulang kampung, saat itu saya sedang menemani ibu saya yang sedang demam, lalu entah kenapa tiba-tiba terlintas dalam fikiran saya: ”ya ALLAH bagaimana jadinya jika ini adalah pertemuan terakhir saya dengan ibu tercinta”. Lalu hampir setahun setelah itu ketika saya masih di Jakarta dan belum lagi sempat bertemu, ternyata Beliau benar-benar pergi meninggalkan saya, meninggalkan semuanya...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Suatu hari saya berjalan dengan seseorang dari kota Serang menuju Jakarta, dan dalam perjalanan itu saya tidak banyak bicara dengannya. Namun entah kenapa ketika berada di sampingnya, terlintas tanya dalam fikiran saya: ”mungkin kah ini adalah kebersamaan saya yang terakhir dengan nya...?.”. Dan benar saja beberapa bulan berselang, karena suatu hal saya memutuskan untuk tidak menghubunginya lagi. Dan kebersamaan yg dulu pernah ada berakhir di telan masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Suatu malam karena urusan pekerjaan, saya harus pulang belakangan dibanding teman-teman yang lain. Saat itu saya hanya berusaha ikhlas, kemudian terlintas dalam fikiran: ”ah siapa tahu dengan pulang telat sendirian ALLAH akan menakdirkan saya bertemu dengan seseorang yang spesial”. Eh tahunya di perjalanan saya benar-benar bertemu tanpa sengaja dengan seseorang itu. Subhanallah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Setahun yang lalu saya pernah menuliskan tentang suatu hal pada salah satu tulisan di blog ini, tepatnya di &lt;a href="http://ritasusanti.blogspot.com/2009/08/kampung-ku-sayang-kampung-ku-malang_16.html"&gt;sini&lt;/a&gt;, di situ saya menuliskan tentang kondisi jalan menuju perkebunan kelapa sawit di pedalaman Kalimantan. Saat itu sama sekali tak pernah terfikirkan bahwa suatu saat saya akan melalui bagaimana rasanya berjalan ke tempat itu. Saat itu saya hanya sekedar menuliskan sebuah pengandaian saja. Tapi setahun berlalu dari tulisan itu dibuat, ALLAH benar-benar menakdirkan saya untuk melalui jalan memasuki perkebunan kelapa sawit di pedalaman Kalimantan sana. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu hanya beberapa contoh lintasan fikiran yang mampir di kepala ini, dan tanpa diduga ternyata lintasan fikiran itu hadir menyapa saya di masa-masa selanjutnya. SUBHANALLAH, tentu ini bukanlah hal yang kebetulan belaka. Namun saya benar-benar merasa ajaib aja, sesuatu yang tak pernah kita duga sama sekali menghampiri kita begitu saja. Hidup ini memang penuh kejutan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah anda merasakan hal yang sama??? Lintasan fikiran datang dan pergi bagaikan kilat yang menerangi gulitanya malam, hanya sekelebat. Namun ternyata di kemudian hari hal itu benar-benar nyata di hadapan kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Tulisan ini hadir setelah terinsipirasi tulisan seorang kawan blogger di blognya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-7314956121678182533?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/7314956121678182533/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/08/hanya-selintasan-fikiran-sesaat-hadir.html#comment-form' title='59 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/7314956121678182533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/7314956121678182533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/08/hanya-selintasan-fikiran-sesaat-hadir.html' title='Hanya Selintasan Fikiran, Sesaat Hadir Kemudian Ia Berlalu Tuk Menghilang...'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>59</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-3049270295654294399</id><published>2010-08-20T18:56:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T19:32:00.690-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RefLekSiKu'/><title type='text'>Lubang Di Hati</title><content type='html'>Ku buka mata dan ku lihat dunia&lt;br /&gt;‘tlah ku terima anugerah cinta NYA&lt;br /&gt;Tak pernah aku menyesali yang ku punya&lt;br /&gt;Tapi ku sadari ada lubang dalam hati&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ku cari sesuatu yang mampu mengisi lubang ini&lt;br /&gt;Ku menanti jawaban apa yang dikatakan oleh hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu kamu apakah itu dia&lt;br /&gt;Selama ini ku cari tanpa henti&lt;br /&gt;Apakah itu cinta apakah itu cita&lt;br /&gt;Yang mampu melengkapi lubang di dalam hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku mengira hanya dialah obatnya&lt;br /&gt;Tapi ku sadari bukan itu yang kucari&lt;br /&gt;Ku teruskan perjalanan panjang yang begitu melelahkan&lt;br /&gt;Dan ku yakin kau tak ingin aku berhenti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu kamu apakah itu dia&lt;br /&gt;Selama ini ku cari tanpa henti&lt;br /&gt;Apakah itu cinta apakah itu cita&lt;br /&gt;Yang mampu melengkapi lubang di dalam hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Letto&lt;br /&gt;======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang bila suasana hati ini sedang melow, saya suka sekali mendengarkan lagu Letto yang satu ini. Jadi terfikir sebenarnya yang mampu mengisi lubang di hati kita itu apa sih?, saya yakin setiap manusia pasti memiliki satu atau beberapa lubang di dalam hatinya. Mungkin lubang itu ternganga dengan sangat lebarnya, atau mungkin hanya  satu lubang kecil di sudut hati. Bisa juga lubang itu selalu eksis, atau bisa jadi suatu waktu  ia akan menghilang karena telah ada sesuatu yang mampu menutupinya dengan sempurna. Namun tidak tertutup kemungkinan seiring berjalannya waktu dan usia, bisa jadi hati itu akan berlubang  kembali, dan begitulah seterusnya hingga suatu saat Sang Pemilik hati akan menghentikan perjalanan dan pengembaraannya di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab hadirnya lubang di hati itu ada bermacam warna dan bentuknya. Ada kalanya karena cinta bertepuk sebelah tangan, ditinggal oleh orang-orang terkasih, atau bisa juga karena impian yang tak kunjung menjadi kenyataan. Di lain cakrawala, lubang itu bersemayam di hati karena ada yang merasa dirinya tak mampu menjadi orang tua yang baik bagi buah hati, kecewa karena harta tak pernah bersahabat dengan kehidupannya, atau pun bisa jadi karena cahaya NYA belum menaungi jiwa dan dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang mampu melengkapi lubang di hati itu pun tentu saja beraneka rupa dan bentuknya. Sama seperti penyebab hadirnya lubang di dalam hati, maka yang bisa melengkapinya pun berasal dari hal yang serupa namun dilihat dari sisi yang berbeda. Ada kala nya sesuatu itu cinta yang berbalas, impian yg menjadi nyata, jabatan, harta yang berkah dan berlimpah, anak-anak soleh, sahabat-sahabat terbaik, atau mungkin karir yang gemilang. Bisa juga seseorang  akan merasa sangat sempurna hatinya dan bahagia bila ia telah berada dalam gua kesendiriannya, manakala ia mampu bercengkerama dengan sangat mesra bersama Pemilik hati. Tak peduli bagaimanapun kondisi kehidupannya saat ini ia akan merasa hatinya telah sempurna karena telah dilengkapi oleh hal yang sangat berarti, yaitu kesadaran bahwa Sang Pemilik hati tengah dan selalu memandang dan menjaga nya dengan segenap CINTA...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah lagi yang harus kita cari tuk melengkapi lubang di hati ini bila DIA telah memandang dan menjaga kita dengan sepenuh CINTA?, jawabannya: ”tak ada”. Karena dengan pandangan CINTA NYA, hati ini sudah terlengkapi dengan sangat sempurna. Namun pertanyaannya, hati seperti apakah yang akan dipandang oleh DIA dengan penuh CINTA?, tentu saja bukan sosok hati seperti yang saat ini aku punya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun aku tak mau berhenti berharap, berharap dan berusaha semoga suatu saat hati ini akan merasa sempurna terlengkapi oleh pandangan dan penjagaanNYA dengan segenap CINTA, amiiin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-3049270295654294399?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/3049270295654294399/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/08/lubang-di-hati.html#comment-form' title='27 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/3049270295654294399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/3049270295654294399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/08/lubang-di-hati.html' title='Lubang Di Hati'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>27</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-7013491088114762025</id><published>2010-08-17T08:59:00.000-07:00</published><updated>2010-08-17T09:20:57.034-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FiksiKu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Atashi no YuMe'/><title type='text'>15 MeNiT beRsaMa Andhika...</title><content type='html'>Suatu sore ketika aku pulang dari kantor dan hendak berjalan menuju kosan, tiba-tiba hujan turun dengan sangat derasnya. Pas pula saat itu aku sedang tidak membawa payung, sehingga akhirnya aku putuskan untuk menyewa ojek payung. Andhika namanya, sang pemilik payung tersebut. Saat ini ia duduk di kelas 2 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa tiba-tiba aku ingin bercerita tentang seorang anak yang bernama Andhika itu?, karena ada beberapa jawaban yang sangat menyentuh hatiku yang terlontar dari mulutnya ketika di tengah percakapan kami aku bertanya padanya: ”Andhika sekolah dimana?”, ”di SMP Muhammdiyah”, jawabnya, ”oh ya???” kataku sedikit kaget. ”Hebat nih anak memilih sekolah agama di tengah-tengah pemikiran sebagian besar anak remaja zaman kini yang pastinya cenderung lebih memilih sekolah umum” kataku dalam hati. Lalu aku iseng melanjutkan pertanyaan:”ngomong-ngomong kenapa memilih Sekolah Muhammadiyah Dhik?”, dan dengan polosnya ia pun menjawab: ”karena diminta oleh ibuku kak, dan aku ingin membahagiakannya selama masih bersama”. ”Subhanallah” ada rasa kagum yang tiba-tiba hadir mengisi ruang hatiku, ”ya ALLAH anak sebelia ini begitu dalamnya memaknai kewajiban berbakti dan membahagiakan orang tua”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sejenak ingatan ku melayang kepada sosok Amak yang terdapat dalam cerita Novel ”Negeri 5 Menara”, betapa Amak sangat bersikeras agar Alif bersedia masuk sekolah agama agar kelak ia bisa menjadi seorang ahli agama, yang akan menyampaikan ayat-ayat ALLAH di muka bumi ini. Betapa mulia niat Amak kepada anaknya, Amak sangat prihatin dengan pemikiran sebagian besar remaja atau orang tua yang hanya memutuskan memilih sekolah agama untuk anak mereka karena nilai yang rendah atau tidak mencukupi untuk masuk sekolah umum, bukan karena ingin belajar dan memperdalam  ilmu agama&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat ini saya sedang berhadapan dengan salah satu remaja yang memutuskan masuk sekolah agama karena alasan yang sama, diminta oleh orang tua. Bedanya mungkin, Alif pada awalnya merasa keberatan dengan permintaan amaknya, sementara anak belia yang ada di hadapanku secara sukarela memenuhi permintaan ibunya masuk sekolah agama dengan alasan karena ingin membahagiakan ibunya. Subhanallah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak kita pungkiri bahwa ada beberapa sekolah agama yang kualitasnya masih harus terus ditingkatkan, apalagi kalau saya perhatikan agak jarang terdengar sekolah agama yang menjadi sekolah favorit di suatu daerah. Sebagian besar sekolah favorit didominasi oleh sekolah-sekolah umum baik milik pemerintah maupun swasta. Tapi bukan berarti tidak ada sekolah agama yang kualitas nya bagus, saya fikir masih banyak yang bagus, hanya mungkin kurang terekspos karena orang memang cenderung lebih merasa bangga bersekolah di sekolah umum daripada sekolah agama (mungkin termasuk diri saya sendiri ketika dulu memutuskan memilih masuk sekolah umum dibanding sekolah agama). Dalam hati aku berharap semoga kelak Dhika akan merasakan manfaat tak ternilai yang dia dapatkan dengan masuk  ke sekolah agama, sesuai dengan harapan orang tuanya, insyaALLAH...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Andhika, ada satu jawaban lagi yang membuat hatiku terkagum dibuatnya. Saya melanjutkan percakapan dengannya, ”di sekolah, apa pelajaran yang paling kamu sukai Dhik?” selidikku, ”aku paling suka pelajaran bahasa Indonesia kak!!” jawabnya penuh semangat di tengah deras hujan yang tengah mengguyuri payung kami, eh payung Andhika maksud ku hehehe:). ”Terus suka baca novel juga ga?” lanjutku, ”suka sih kak, tapi yah itu juga kalau ada waktu, karena selain sekolah aku juga harus membantu orang tua mencari uang, seperti yang saat ini aku lakukan, jadi tukang ojek payung”, cerita Dhika meluncur seperti derasnya hujan kala itu. Aku terenyuh mendengar penuturannya. Ah Andhika, kamu seorang anak yang hebat!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya Andhika adalah seorang kuli bangunan, dan ibunya seorang ibu rumah tangga yang terkadang ikut membantu keuangan keluarga dengan cara mencucikan baju tetangga. Andhika punya seorang kakak perempuan yang telah menyelesaikan SMU tetapi belum mendapatkan pekerjaan, sehingga dia mencoba untuk membantu keluarganya dengan cara yang bisa dilakukannya, salah satunya seperti saat itu menjadi tukang ojek payung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa kami telah sampai ke depan pintu pagar kosan ku, dan tiba saatnya aku berpisah dengan Andhika. Rasanya ingin bisa ngobrol lebih lama dengannya, tetapi hujan yang turun semakin deras membuat aku harus segera masuk ke kosan. Ah semoga nanti bila turun hujan lagi aku bisa berjumpa denganmu Andhika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NoTe A:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam peringatan kemerdekaan NKRI ke 65 tahun, masih sangat banyak anak bangsa ini yang bernasib seperti Andhika, dia harus ikut bekerja di usia yang masih sangat belia agar bisa membantu keuangan keluarga. Ia masih belum ”merdeka” sepenuhnya untuk bisa belajar dan bermain demi mengejar dan meraih mimpi dan cita-citanya. Kemerdekaan negeri ini yang sudah menginjak tahun ke 65 ternyata masih menyisakan PR yang tidak sederhana untuk kita semua, salah satunya yaitu membebaskan anak-anak negeri ini dari ”hal-hal” yang belum menjadi tanggung jawabnya. Semoga sejak hari ini dan ke depan kita bisa mengisi dan memberikan ”sesuatu” bagi negeri tercinta dengan beragam cara dan semampu yang bisa kita lakukan, semoga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NoTe B:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk sosok Andika yang lain, ”Ipin”, seorang adik, sahabat, dan cowok tengil, yang memiliki mimpi dan bercita-cita bisa pergi ke Jepang atau Cina. Aku doakan semoga sampeyan bisa meraih segala mimpi dan cita-citamu yang masih tergantung di langit:). Seperti kata Andrea Hirata: ”Bermimpilah setinggi langit dan Tuhan akan memeluk mimpimu itu”...Ganbatte ne Dika chan!!. *btw kayaknya aku belum berani taruhan denganmu, siapakah diantara kita yg akan lebih dulu sampai ke Jepang:)*. Mulai saat ini aku akan memperbanyak doa semoga saja bisa bertemu dengan ”koibito” yg akan membawaku terbang ke negeri sakura itu *mimpi.com*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-7013491088114762025?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/7013491088114762025/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/08/15-menit-bersama-andhika.html#comment-form' title='20 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/7013491088114762025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/7013491088114762025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/08/15-menit-bersama-andhika.html' title='15 MeNiT beRsaMa Andhika...'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-5074933565593883368</id><published>2010-08-03T06:50:00.000-07:00</published><updated>2010-08-03T10:55:07.955-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CeRiTaKu'/><title type='text'>OaSe PeNyejuK…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/TFhXWxClnSI/AAAAAAAAAF0/28qiG4Tbuvo/s1600/OaSeKu_akusukamenulis.wordpress.com.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 144px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/TFhXWxClnSI/AAAAAAAAAF0/28qiG4Tbuvo/s200/OaSeKu_akusukamenulis.wordpress.com.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5501242993465990434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selalu ada harapan, selalu ada penghibur dan selalu ada sesuatu yang akan membuat hati kita berucap Alhamdulillah dan Syukur. Di tengah kerumitan, di tengah kebuntuan dan pada saat genting dalam perjalanan kehidupan, insyaALLAh selalu ada hal yang akan membuat hati kita tersenyum, percayalah!, karena itu adalah hadiah yang dipersiapkan ALLAH untuk orang-orang yang sabar dan tak lelah berusaha dan senantiasa memohon kepada NYA…&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin suatu saat kita sedang berada di puncak gunung kesulitan, atau tengah terjerembab di lembah kejenuhan dan bahkan mungkin hampir tenggelam dalam palung keputusasaan. Percayalah bahwa ALLAH telah meniupkan oase penyejuk di setiap kondisi itu. Syaratnya hanyalah yakin, berusaha dan meminta serta memohon kepada NYA. Maka perlahan tapi pasti ALLAH akan membukakan satu per satu pintu kemudahan dan pada akhirnya mengantarkan kita pada samudera kebahagiaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oase itu bisa hadir dalam beragam cara dan bentuknya dan bahkan mungkin terkadang terlihat sangat sederhana. Tawa anak-anak yang lucu dan menggemaskan adalah salah satu embun penyejuk yang membasahi gersangnya fikiran dan hati kita, seulas senyuman ikhlas dari seorang saudara laksana air yang menyirami panasnya raga. Sapaan tulus dan belaian lembut dari orang tua, adik, kakak, sahabat, atau seseorang yang istimewa adalah laksana telaga yang akan melarutkan berbagai gundah dan nestapa dalam jiwa. Dan yang teragung adalah ketika kita bisa merasakan pelukan dan belaian lembut ALLAH di setiap hembusan nafas kita, maka itu adalah anugerah terindah yang akan senantiasa menjadikan hidup kita semakin bermakna...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;====================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*coretan kecil ini ditulis ketika aku berada di puncak kejenuhan dengan kondisi semangat aku yang semakin menurun karena masih beradaptasi dengan lingkungan tempat kerjaku yang baru yang kondisinya jauh berbeda dengan dugaanku sebelumnya. Tapi perlahan-lahan ALLAH mempertemukanku dengan orang-orang yang mampu membuat hati ku tersenyum dan berucap Alhamdulillah...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-5074933565593883368?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/5074933565593883368/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/08/oase-penyejuk.html#comment-form' title='20 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/5074933565593883368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/5074933565593883368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/08/oase-penyejuk.html' title='OaSe PeNyejuK…'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/TFhXWxClnSI/AAAAAAAAAF0/28qiG4Tbuvo/s72-c/OaSeKu_akusukamenulis.wordpress.com.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-5350774900279692218</id><published>2010-07-02T20:25:00.000-07:00</published><updated>2010-07-02T21:46:15.941-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GanBaTTe'/><title type='text'>RuaNg Tanpa BaTaS...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/TC6-pSUvMuI/AAAAAAAAAFs/o8Fg9FKNgps/s1600/LaNgiT+MaLaM.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/TC6-pSUvMuI/AAAAAAAAAFs/o8Fg9FKNgps/s320/LaNgiT+MaLaM.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489534612313944802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;CakRaWaLa selalu mengingatkan kita bahwa di atas bumi ini ada ruang tak  terbatas...Di atas prasangka-prasangka subjektif yang cengeng tentang ketidakmampuan seorang manusia, ada ketidakterbatasan yang menjanjikan berbagai kemungkinan, termasuk di dalamnya kemungkinan menjadi lebih baik dan lebih mampu. Syaratnya hanyalah berusaha dan bersandar kepada NYA... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Miranda Risang Ayu)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang memiliki cara dan gayanya masing-masing dalam menghadapi kondisi lemah semangat dalam diri. Buat saya sendiri, bila sedang berada dalam keadaan yang paling menyebalkan itu (seperti yang saat sekarang ini saya hadapi)  biasanya mencoba membaca kata-kata indah dan bijak, atau dengan membaca novel-novel yang inspiratif dan penuh motivasi atau bisa juga dengan mengingat-ingat kembali saat-saat di mana saya pernah berhasil melawan ”ketidakberdayaan” itu, salah satunya adalah cerita dibalik petikan kata-kata di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petikan kata-kata yang indah itu yang selalu bisa membuat saya bersemangat kembali ketika sedang mengerjakan skripsi untuk menyelesaikan studi semasa kuliah dulu. Di saat kegagalan atau kesalahan-kesalahan dalam prosesnya menghampiri, maka saya hayati kembali petikan kata-kata itu, dan ALHAMDULILLAH semangat itu bisa kembali hadir...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saat ini, di kala semangat dalam diri terasa begitu sangat lemah dan rapuh, berharap dengan mengingat kembali ke masa-masa ”perjuangan” semasa kuliah dulu bisa mengalirkan semangat dan membasahi rongga-rongga jiwa yang mungkin tengah mengering. Selain tentunya yang utama adalah dengan memohon perlindungan kepada pemilik hati ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya ALLAH aku berlindung kepada MU dari segala kegelisahan dan kesedihan, aku berlindung kepada MU dari segala kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada MU dari sifat pengecut dan Bakhil, aku berlindung kepada MU dari lilitan hutang dan kesewenangan orang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sendiri biasanya apa yang anda lakukan ketika sedang berada di titik terbawah semangat anda?, mari berbagi di sini tuk saling menguatkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;====================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note: Gambar dari Mas Google.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-5350774900279692218?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/5350774900279692218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/07/ruang-tanpa-batas.html#comment-form' title='30 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/5350774900279692218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/5350774900279692218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/07/ruang-tanpa-batas.html' title='RuaNg Tanpa BaTaS...'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/TC6-pSUvMuI/AAAAAAAAAFs/o8Fg9FKNgps/s72-c/LaNgiT+MaLaM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>30</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-5414101661266265843</id><published>2010-06-12T20:21:00.000-07:00</published><updated>2010-06-12T21:35:34.104-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PeTuaLaNganKu..'/><title type='text'>”TeRbaNg” DiaNtaRa PePoHoNan...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/TBRf6uv7sfI/AAAAAAAAAFk/PJm1aH24I6s/s1600/TeRbaNg+DiAntaRa+PepoHoNan.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 354px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/TBRf6uv7sfI/AAAAAAAAAFk/PJm1aH24I6s/s400/TeRbaNg+DiAntaRa+PepoHoNan.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482112109002863090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto --asli, bukan rekayasa hehehe-- ini adalah bukti bahwa saya pernah ”terbang” diantara pepohonan di perbukitan sekitar Bandung Utara. Waktu itu kantor tempat saya bekerja (yang lama) mengadakan acara outbound yang diadakan rutin setiap tahun. Tahun kemarin pilihan jatuh ke wilayah Bandung Utara, saya lupa euy nama persis tempatnya apa, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;pokokna mah di Bandung Utara wae lah tempatna&lt;/span&gt; :D&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu permainan yang kami ikuti saat itu adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;flying fox&lt;/span&gt;. Bagi orang-orang yang sering mengikuti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;outbound&lt;/span&gt; di alam bebas mungkin sudah sangat familiar dengan istilah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;flying fox&lt;/span&gt; ini. Meluncur diantara pepohonan dengan tubuh terikat dan tangan bergantung pada tali yang juga diikatkan ke besi, lalu merasakan nikmatnya ”terbang” diantara pepohonan yang rindang dan udara segar plus sehat tentu saja . Wow sensasinya luarrr biasa!!!, anda berani mencoba???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu yang masih sangat membekas di benak saya hingga saat ini adalah: ”bermain” di alam bebas butuh keberanian, dan ternyata tidak semua orang memiliki keberanian itu. Ada yang takut dengan ketinggian, ada yang tak berani dengan arus liar sungai, ada yang merasa tak tahan dengan dingin yang menusuk tulang dan lain sebagainya. Namun buat saya berpetualang di dalam bebas salah satunya memberi pemahaman akan arti sesungguhnya dari sebuah tantangan, bahwa tantangan tak akan pernah bisa kita lalui tanpa ada keberanian untuk mencoba melaluinya. Meski tentu saja resiko itu akan selalu ada. Namun resiko terbesar menurut saya adalah ketika kita kalah bertarung melawan rasa takut yang ada di dalam diri, begitu bukan yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski mungkin di saat-saat pertama kali untuk mulai melangkahkan kaki, pasti banyak sekali godaan yang mencoba menghalangi kita tuk meneruskan perjuangan menaklukkan tantangan itu. Lihat saja senyum di foto itu, betapa di sana terpancar sejuta kekhawatiran, senyum di atas ketakutan dan kengerian hehehe. Namun ketika kaki telah melangkah, pantang tuk mundur!!, Siaaaapp bergaya dulu, hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=======================================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NoTe: gambar ini diikutsertakan dalam &lt;a href="http://abdulcholik.com/2010/06/02/the-amazing-picture/"&gt;The Amazing Picture&lt;/a&gt; di blognya &lt;a href="http://abdulcholik.com/"&gt;PakDhe Cholik&lt;/a&gt;, mudah2an ini bisa masuk kategori :). Maaf ya Pakdhe kalau ini tidak termasuk amazing, tapi buat saya segini ini ya sudah amazing hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-5414101661266265843?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/5414101661266265843/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/06/terbang-diantara-pepohonan.html#comment-form' title='49 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/5414101661266265843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/5414101661266265843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/06/terbang-diantara-pepohonan.html' title='”TeRbaNg” DiaNtaRa PePoHoNan...'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/TBRf6uv7sfI/AAAAAAAAAFk/PJm1aH24I6s/s72-c/TeRbaNg+DiAntaRa+PepoHoNan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>49</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-4552042818721784524</id><published>2010-06-05T08:28:00.000-07:00</published><updated>2010-06-05T08:48:12.095-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RefLekSi'/><title type='text'>Suara yang Paling Indah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/TApxaiFBYsI/AAAAAAAAAFc/Az7K5-u67nU/s1600/Orchestra.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/TApxaiFBYsI/AAAAAAAAAFc/Az7K5-u67nU/s200/Orchestra.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479316597288035010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang tua yang tak berpendidikan tengah mengunjungi sebuah kota besar untuk pertama kali dalam hidupnya. Dia dibesarkan di sebuah dusun di pegunungan yang terpencil, bekerja keras membesarkan anak-anaknya, dan kini sedang menikmati kunjungan perdananya ke rumah anak-anaknya yang modern.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, sewaktu dibawa berkeliling kota, orang tua itu mendengar suara yang menyakitkan telinga. Belum pernah ia mendengar suara yang begitu tidak enak didengar semacam itu di dusunnya yang sunyi. Dia bersikeras mencari sumber bunyi tersebut. Dia mengikuti sumber suara sumbang itu, dan dia tiba di sebuah ruangan di belakang sebuah rumah, dimana seorang anak kecil sedang belajar bermain biola. ”Ngiiiik! Ngooook!” berasal dari nada sumbang biola tersebut. Saat dia mengetahui dari putranya bahwa itulah yang dinamakan ”biola”, dia memutuskan untuk tidak akan pernah mau lagi mendengar suara yan g mengerikan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berikutnya, di bagian lain kota orang tua ini mendengar sebuah suara yang seolah membelai-belai telinga tuanya. Belum pernah ia mendengar melodi yang seindah itu di lembah gunungnya, dia mencoba mencari sumber suara tersebut. Ketika sampai ke sumbernya, dia tiba di ruangan depan sebuah rumah, dimana seorang perempuan tua, seorang maestro, sedang memainkan sonata dengan biolanya. Seketika si orang tua ini menyadari kekeliruannya. Suara tidak mengenakkan yang di dengarnya kemarin bukanlah kesalahan dari biola, bukan pula salah sang anak. Itu hanyalah proses belajar seorang anak yang belum bisa memainkan biolanya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kebijaksanaan polosnya, orang tua berfikir bahwa mungkin demikian pula halnya dengan agama. Sewaktu kita bertemu dengan seseorang yang menggebu-gebu terhadap kepercayaannya, tidaklah benar untuk menyalahkan agamanya. Itu hanya lah proses belajar seorang pemula yang belum bisa memainkan agamanya dengan baik. Sewaktu kita bertemu dengan seorang bijak, seorang maestro agamanya, itu merupakan pertemuan indah yang menginspirasi kita selama bertahun-tahun, apapun kepercayaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ini bukanlah akhir dari cerita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ketiga, di bagian lain kota si orang tua mendengar suara lain yang bahkan melebihi kemerduan dan kejernihan suara sang maestro biola. Menurut anda suara apakah itu??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melebihi indahnya suara aliran air pegunungan pada musim semi, melebihi indahnya suara angin musim gugur di sebuah hutan, melebihi merdunya suara burung-burung pegunungan yang berkicau setelah hujan lebat. Bahkan melebihi keindahan hening pegunungan sunyi pada suatu malam musim salju. Suara apakah yang telah menggerakkan hati si orang tua melebihi apa pun itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu suara sebuah orkestra besar yang memainkan sebuah simfoni. Bagi si orang tua, alasan mengapa itulah suara terindah di dunia adalah: pertama, setiap anggota orkestra merupakan maestro alat musiknya masing-masing; dan kedua, mereka telah belajar lebih jauh lagi untuk bisa bermain bersama-sama dalam harmoni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mungkin ini sama dengan agama” fikir si orang tua. ”Marilah kita semua mempelajari hakikat kelembutan agama kita melalui palajaran-pelajaran kehidupan. Marilah kita semua menjadi maestro cinta kasih di dalam agama masing-masing. Lalu, setelah mempelajari agama kita dengan baik, lebih jauh lagi, mari kita belajar untuk bermain, seperti halnya para anggota sebuah orkestra, bersama-sama dengan penganut agama lain dalam sebuah harmoni!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah suara yang paling indah... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=====================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini diambil dari salah satu tulisan di dalam Buku &lt;a href="http://ritasusanti.blogspot.com/2009/12/sapa-sing-tekun-golek-teken-bakal-tekan.html"&gt;Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya&lt;/a&gt; yang ditulis oleh Ajahn Brahm. Buku ini adalah salah satu buku yang saya peroleh dari &lt;a href="http://guskar.com"&gt;Kyaine&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-4552042818721784524?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/4552042818721784524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/06/suara-yang-paling-indah.html#comment-form' title='27 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/4552042818721784524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/4552042818721784524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/06/suara-yang-paling-indah.html' title='Suara yang Paling Indah'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/TApxaiFBYsI/AAAAAAAAAFc/Az7K5-u67nU/s72-c/Orchestra.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>27</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-2988643642100795895</id><published>2010-05-28T07:46:00.000-07:00</published><updated>2010-05-28T10:48:11.087-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FiksiKu'/><title type='text'>LaNgiT maSih BiRu...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S__2HwJFUVI/AAAAAAAAAFM/cwMLM8GCqVA/s1600/Cakrawala+BiRu+%40+village+of+Kilan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S__2HwJFUVI/AAAAAAAAAFM/cwMLM8GCqVA/s400/Cakrawala+BiRu+%40+village+of+Kilan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476366284948328786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kepada kedua mempelai Gadis berucap: ”barakallah..”.&lt;br /&gt;Dalam luka ia mencoba tegar: ”tanpamu langit masih biru, tanpamu bunga pun tak layu..”.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;================================================================&lt;br /&gt;Fiksi Mini ini diikutsertakan untuk memeriahkan perhelatan nya mba &lt;a href="http://akubunda.wordpress.com/2010/05/16/wi3nda/"&gt;Wi3nda&lt;/a&gt;, semoga belum telat, udah last minute nih kayaknya :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-2988643642100795895?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/2988643642100795895/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/05/langit-masih-biru.html#comment-form' title='41 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/2988643642100795895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/2988643642100795895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/05/langit-masih-biru.html' title='LaNgiT maSih BiRu...'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S__2HwJFUVI/AAAAAAAAAFM/cwMLM8GCqVA/s72-c/Cakrawala+BiRu+%40+village+of+Kilan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>41</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-12535313280923528</id><published>2010-05-12T19:40:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T20:51:41.945-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Malaikat Pelindung</title><content type='html'>Suatu ketika, ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka ia bertanya kepada Tuhan: ”Ya Tuhan, Engkau akan mengirimku ke bumi. Tapi aku takut, aku  masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku di sana?”.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tuhan pun menjawab: ”Diantara semua malakat-Ku, Aku akan memilih seorang yang khusus untukmu. Dia akan merawat dan mengasihimu”. Si kecil bertanya lagi: ”Tapi di sini, di surga ini, aku tak berbuat apa-apa kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu cukup membuatku bahagia”. Tuhan pun menjawab: ”Tak apa, malaikatmu itu akan selalu menyenandungkan lagu untukmu, dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia”. Namun si kecil bertanya lagi: ” Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan pun menjawab: ”Malaikatmu itu akan membisikkan kata-kata paling indah, dia akan selalu sabar ada di sampingmu, dan dengan kasihnya dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia”. Si Kecil bertanya lagi: ”Lalu, bagaimana jika aku ingin berbicara pada Mu ya Tuhan?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan kembali menjawab: ”Malaikatmu itu akan membimbingmu. Dia akan menengadahkan tangannya bersamamu, dan mengajarkanmu untuk berdoa”. Lagi-lagi si kecil menyelidik: ”Namun, aku mendengar di sana ada banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan pun menjawab: ”Tenang, malaikatmu akan terus melindungimu, walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia sering akan melupakan kepentingannya sendiri untuk keselamatanmu”. Namun si kecil ini malah sedih: ”Ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika tak melihatmu lagi”. Tuhan menjawab lagi: ”Malaikatmu akan selalu mengajarkanmu keagunganKu, dan dia akan mendidikmu bagaimana agar selalu patuh dan taat pada Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk mengingatKu. Walau begitu, Aku akan selalu ada di sisimu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hening..Kedamaianpun tetap menerpa surga. Namun, suara-suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup: ”Ya Tuhaaan, aku akan pergi sekarang. Tolong sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku...”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan pun kembali menjawab: ”Nama malaikatmu tak begitu penting. Kamu akan memanggilnya dengan sebutan: Ibu...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=================================================================&lt;br /&gt;Tulisan ini saya peroleh dari seorang teman, dan di akhir tulisan itu tertulis sumbernya: ”Situs resmi sang juara dunia balap F-1: http://www.michael-schumacher.com, Sunday, January 27, 2002”. Tetapi ketika saya coba klik lagi alamat itu, saya tidak menemukan tulisan motivasi seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-12535313280923528?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/12535313280923528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/05/malaikat-pelindung.html#comment-form' title='58 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/12535313280923528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/12535313280923528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/05/malaikat-pelindung.html' title='Malaikat Pelindung'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>58</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-8319655790222044575</id><published>2010-05-07T17:23:00.000-07:00</published><updated>2010-05-07T17:59:33.672-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CeRiTaKu'/><title type='text'>BaRiSaN SuNgKai di UjuNg SeNja…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S-S3Ua84gvI/AAAAAAAAAE8/oRDOtiqqxGU/s1600/Sungkai+di+Senja+Hari.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S-S3Ua84gvI/AAAAAAAAAE8/oRDOtiqqxGU/s400/Sungkai+di+Senja+Hari.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468697408994575090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu senja dalam dekapan belantara &lt;br /&gt;Langit cerah berganti kelabu, aku terpaku&lt;br /&gt;Memandang barisan sungkai di hadapanku, &lt;br /&gt;Tengah bergoyang ke kanan, lalu ke kiri &lt;br /&gt;Menari ikuti irama melodi sang bayu…&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sengkuang, Air Upas_Kalbar&lt;br /&gt;13 April 2010.&lt;br /&gt;=========================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Senja itu selepas bekerja aku duduk bermenung seorang diri, memandang dan menikmati indahnya gerakan pohon sungkai yang berbaris di depan kantor. Dalam hati aku bertanya apakah yang telah membawa dan mengantarkanku ke tengah belantara ini?. Sedikitpun aku tak pernah menyangka akan sampai dan menginjakkan kakiku di sini. Terkadang aku merasa telah salah dalam melangkah, namun kemudian aku tersadar, bahwa tak akan pernah sejengkal pun kaki ini bergerak tanpa seizin NYA…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya berjalan laksana sungai yang sedang mengalir. Irama-NYA yang terus menuntunku, bergerak membawaku ke penghujung senja…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Suatu hari, seseorang yang telah tinggal selama enam bulan di perkebunan di pedalaman Kalbar tempat saya bekerja berucap kepada saya : “wah ternyata barisan sungkai itu indah ya, saya baru sadar, padahal sudah enam bulan loh saya tinggal di sini”…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapannya saya jadi terfikir, bahwa memang sering kali kita sangat lambat untuk bisa menangkap “keindahan” yang tersaji di hadapan mata kita. Dan sering kali pula ALLAH membukakan mata batin kita melalui orang lain untuk bisa melihat dan menikmati “keindahan” itu…&lt;br /&gt;==========================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Sungkai dengan nama latin peronema canescens atau sering disebut juga sebagai jati sabrang, ki sabrang, kurus termasuk ke dalam famili verbenaceae. Daerah penyebaran sungkai ini di Indonesia adalah di Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jawa Barat dan keseluruhan Kalimantan. Tempat tumbuh di dalam hutan tropis dengan tipe curah hujan A sampai C. Tinggi pohon mencapai 20-30 m. Kegunaan sungkai cocok untuk rangka atap, karena ringan dan cukup kuat. Selain itu juga dipakai untuk tiang rumah dan bangunan jembatan (Sumber: www.dephut.go.id).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-8319655790222044575?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/8319655790222044575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/05/barisan-sungkai-di-ujung-senja.html#comment-form' title='29 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/8319655790222044575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/8319655790222044575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/05/barisan-sungkai-di-ujung-senja.html' title='BaRiSaN SuNgKai di UjuNg SeNja…'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S-S3Ua84gvI/AAAAAAAAAE8/oRDOtiqqxGU/s72-c/Sungkai+di+Senja+Hari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>29</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-658959051393210231</id><published>2010-04-24T14:03:00.000-07:00</published><updated>2010-04-24T14:11:00.234-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CeRiTaKu'/><title type='text'>BeRhaTi-HaTi lah SeBeLuM MemBuka PinTu KaMaR…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S9NeTG9NSvI/AAAAAAAAAEk/nG4xxMPxpsY/s1600/Pintu+Kamar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 89px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S9NeTG9NSvI/AAAAAAAAAEk/nG4xxMPxpsY/s200/Pintu+Kamar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463814455308405490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bila suatu saat anda sedang bepergian dan menginap di sebuah tempat tinggal yang dihuni bersama-sama seperti mess, yang di dalamnya biasanya terdiri atas kamar-kamar yang bentuk dan ukurannya sama, dan kita tidak diperkenankan untuk memegang kunci kamar tersebut. Maka berhati-hatilah setiap kali anda akan memasuki kamar, karena bila tidak maka bisa jadi suatu waktu anda akan tersesat ke kamar orang lain (read: salah kamar!!!).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Itulah salah satu pengalaman saya ketika kemarin tinggal di mess Perusahaan di Sengkuang Kalbar. Sebagian besar kamar tersebut tidak terkunci ketika penghuninya sedang ke kantor. Jadilah pada suatu siang ketika saya selesai makan dan hendak menuju kamar, dengan PeDe-nya saya membuka kamar bernomor x, padahal kamar saya masih satu pintu lagi. Untungnya saya langsung tersadar bahwa saya telah salah membuka pintu ketika melihat ruang di dalamnya berbeda dengan kamar tidur yang saya tempati. Dan untungnya lagi pada saat itu penghuni kamar itu sedang tidak berada di dalam kamar. “Selameeet” gumam saya dalam hati karena tidak ada orang yg melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tak disangka dan tak diduga hari berikutnya di waktu istirahat siang seorang cowok tiba-tiba membuka pintu kamar yang saya tempati, melihat keganjilan itu saya pun setengah berteriak “mama!!!”, lalu cowok itu pun kaget dan langsung tersadar bahwa saat itu dia telah salah membuka pintu kamar, dan sambil berlalu keluar dengan suara yang sangat menyesal dia  meminta maaf padaku. Untungnya lagi pada saat itu saya masih memakai jilbab. Tahukah anda siapa cowok yg telah salah membuka pintu kamar yang saya tempati??, dia adalah penghuni kamar yg kemarin saya sempat tersesat juga, hihihihi jadi ketawa sendiri deh diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu setiap masuk kamar saya terlebih dahulu memeriksa nomor yang tertulis di pintu kamar, kemudian langung mengunci kamar dari dalam supaya terhindar dari kejadian salah buka pintu kamar!! :D, ono-ono wae…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anda yang sedang tinggal di mess tidak diperkenankan secara sengaja membuka pintu kamar yang bukan kamar anda, karena itu telitilah sebelum membuka pintu kamar! :P &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-658959051393210231?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/658959051393210231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/04/berhati-hati-lah-sebelum-membuka-pintu.html#comment-form' title='53 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/658959051393210231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/658959051393210231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/04/berhati-hati-lah-sebelum-membuka-pintu.html' title='BeRhaTi-HaTi lah SeBeLuM MemBuka PinTu KaMaR…'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S9NeTG9NSvI/AAAAAAAAAEk/nG4xxMPxpsY/s72-c/Pintu+Kamar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>53</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-4134184091158799025</id><published>2010-04-06T15:52:00.000-07:00</published><updated>2010-04-06T15:58:13.819-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CeRiTaKu'/><title type='text'>KaNgeN SuaRa PaNggiLaN iTu...</title><content type='html'>Pagi ini adalah subuh ke dua aku jalani di pedalaman Kalimantan Barat. Ada satu hal yang aku sangat merasa kehilangan selama dua subuh yang telah aku lalui, juga pada saat-saat lain ketika akan memasuki waktu shalat...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang sangat aku kangeni itu di sini adalah suara adzan. Selama aku memasuki pedalaman Kalimantan Barat ini tepatnya di desa Sengkuang, Kecamatan Air Upas, kabupaten Ketapang Kalbar aku sudah tak pernah lagi mendengar suara adzan secara langsung. Ya jelas saja di sini aku tinggal di areal perkebunan kelapa sawit di tengah-tengah hutan, tak ada mushala apalagi masjid. Hal itu bisa dimaklumi karena penduduk muslim di sini sangat jarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara adzan itu ternyata benar-benar ngangeni ya. Biasanya di subuh hari suara adzan lah yang membangunkanku dari peraduan, siang hari suara itu pula yang mengingatkanku dari kesibukan dunia, hingga malam menjelang suara adzan itu memberikan pelajaran kepadaku bahwa begitu cepatnya waktu berlalu, siang beranjak pergi dan disusul dengan kehadiran layar malam penuh misteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagia dan bersyukurlah bila saat ini diantara kita masih bisa setiap waktu ketika akan shalat mendengar merdu dan indahnya suara panggilan itu, dan itu adalah sebuah anugerah yang ALLAH berikan kepada kita sebab tidak semua orang bisa merasakan nikmat itu setiap saat seperti aku saat ini. Dan menurutku salah satu cara kita mensyukurinya yaitu dengan segera memenuhi panggilan itu ketika ia telah memanggil. Semoga kita semua bisa mensyukurinya, amiin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===========================================================&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NoTes:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini dipublish di tengah-tengah lemotnya koneksi, ya maklum saja tempat yang aku kunjungi ini berada dalam dekapan hutan belantara. Oya mau pamer dulu sedikit, perjalanan aku ke Sengkuang ini selain ditemani AQ-nul Karim dan kertas kerja, juga ada sebuah buku yang sengaja aku bawa tuk menemani yaitu sebuah Buku NH Dini ”La BaRka”. Buku itu berasal dari salah seorang blogger tangguh di zaman ini yaitu Pak guskar dengan padeblogan nya yang selalu ramai dengan tulisan2 yang bermutu. Terima kasih sangat Pak Gus, bukunya langsung jalan-jalan ke Kalbar nih:). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya aku juga minta maaf, di sini aku kesulitan untuk ngeblog dan BW ke tempat kawan2, maklum deadline ketat dan koneksi lemot hehehe...Mohon doa nya ya temans...makasih sudah berkenan tuk mampir ke blog ku yg sederhana ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-4134184091158799025?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/4134184091158799025/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/04/kangen-suara-panggilan-itu.html#comment-form' title='50 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/4134184091158799025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/4134184091158799025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/04/kangen-suara-panggilan-itu.html' title='KaNgeN SuaRa PaNggiLaN iTu...'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>50</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-1317455160132000214</id><published>2010-04-03T08:09:00.000-07:00</published><updated>2010-04-03T08:32:07.136-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KontemplasiKu'/><title type='text'>SeMoGa MaSiH Ada WakTu TeRsiSa...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S7desXUhDhI/AAAAAAAAAEc/8enrxBOk7cs/s1600/TaugeKu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S7desXUhDhI/AAAAAAAAAEc/8enrxBOk7cs/s200/TaugeKu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455933589849968146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi di akhir pekan, seorang gadis sebutlah Risa berencana akan memasak. Seperti biasa setiap akhir minggu ketika tidak ada kegiatan lain, maka Risa selalu menyempatkan diri untuk masak di kosannya. Selain untuk mengobati kebosanan lidahnya terhadap ”rasa” masakan warung juga untuk melatih kelihaian tangannya dalam meracik berbagai bumbu hingga menjadi suatu masakan yang ”enak” untuk dinikmati (baca:enak untuk lidah Risa tentu saja), maklum saat ini Risa masih dalam tahap belajar memasak, sehingga masih banyak hal yang harus terus dipelajari.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu Risa memutuskan untuk masak sayur bening campur-campur yang isinya tauge, bayam dan wortel. Bayam, wortel dan bumbu-bumbu telah selesai dipotong-potong dan dicuci, selanjutnya yang tersisa adalah tauge. Tauge yang dibeli Risa ternyata memiliki akar yang cukup panjang dan sedikit bertanah, bukan tauge yang telah dibersihkan dan siap langsung dimasak, sehingga mau tidak mau terlebih dahulu Risa harus membuang akar-akar tauge tersebut agar bersih dan lebih enak dipandang. Lalu mulailah Risa membersihkan tauge itu dengan cara memotong bagian akar dari batang tauge yang imut-imut dan putih itu. Dan tentu saja hal itu harus dilakukan satu per satu, karena memang tidak bisa dibersihkan sekaligus. Baru sepuluh batang tauge yang dibersihkan Risa sudah mulai bosan, sementara masih ada setengah plastik lagi, hikkzszs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat masih begitu banyak jumlah tauge yang tersisa, Risa berfikir untuk tidak jadi mengikutsertakan tauge ke dalam sayur beningnya, ”apa lebih baik aku buang saja tauge ini yah?” fikir Risa sambil terus memandangi tauge-tauge itu karena di kosan Risa tidak ada lemari pendingin untuk menyimpan sayur dan lain-lainnya. Mau dilanjutkan bisa-bisa habis satu jam hanya untuk membuang akar-akar tauge ini, sementara Risa masih harus mengerjakan pekerjaan lainnya. Dalam hati Risa bergumam ”ternyata memasak itu butuh ketekunan dan kesabaran, yah seperti yang saat ini aku kerjakan”. Lama Risa berfikir bagaimana caranya agar dia bersemangat melanjutkan memotong akar-akar tauge  tersebut agar bisa segera selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perenungan itu Risa teringat akan satu cerita di suatu negeri tentang seorang nenek yang selalu tekun memunguti setiap helai daun yang telah jatuh dan berserakan di depan halaman sebuah masjid. Pekerjaan itu ia lakoni setiap hari dengan penuh ketekunan dan kesabaran. Suatu hari ada seseorang yang bertanya kepada sang nenek: ”mengapa nenek begitu rajinnya memunguti helai demi helai dedaunan itu tanpa rasa lelah dan bosan sedikitpun?”, lalu nenek itu pun menjawab: ”karena dari setiap helai daun yang aku pungut aku iringi dengan mengucapkan istighfar sehingga tak terasa semua dedaunan itu telah habis aku bersihkan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat cerita itu, kemudian Risa memutuskan untuk melanjutkan membersihkan akar-akar tauge sambil mengiringi pada setiap akar tauge yang dipotong dengan ucapan ”astaghfirullah”. ”Daripada fikiranku melayang kemana-mana lebih baik aku ucapkan istighfar dari setiap batang tauge yang aku bersihkan” fikir Risa saat itu. Dan tidak sampai setengah jam kemudian ternyata tinggal lima batang tauge yang terdapat di dalam plastik, dan dengan mengucap alhamdulillah akhirnya batang tauge terakhir pun terselesaikan dengan sempurna. Lalu dengan perasaan tenteram dan senang Risa pun bergegas melanjutkan untuk menyelesaikan memasak sayur bening miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah indah ya jika setiap nafas kehidupan kita selalu diiringi dengan mengingat-NYA, melalui media apapun jika kita mau maka insyaALLAH kita bisa. Tak perlu menunggu tua, tak perlu menunggu sakit, karena toh kita tak pernah tahu kapan sang waktu dunia akan tertutup untuk diri kita. Di atas semua itu manusia memang sering kali lupa, karenanya saling mengingatkan adalah hal yang paling bijaksana. Semoga masih ada waktu tersisa untuk kita, amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-1317455160132000214?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/1317455160132000214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/04/semoga-masih-ada-waktu-tersisa.html#comment-form' title='27 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/1317455160132000214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/1317455160132000214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/04/semoga-masih-ada-waktu-tersisa.html' title='SeMoGa MaSiH Ada WakTu TeRsiSa...'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S7desXUhDhI/AAAAAAAAAEc/8enrxBOk7cs/s72-c/TaugeKu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>27</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-7083722062895817773</id><published>2010-03-24T02:06:00.000-07:00</published><updated>2010-03-26T06:14:28.284-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KontemplasiKu'/><title type='text'>Untaian Doa itu akan KembaLi pada Kita...</title><content type='html'>Apa yang sahabat lakukan ketika misalnya sedang dalam perjalanan melihat seorang bapak tua yang tertatih-tatih menarik gerobak sampah, atau melihat nenek-nenek sedang duduk menunggui dagangan serabinya yang mungkin semuanya sudah dingin karena belum juga ada yang laku.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Atau di lain waktu mungkin sahabat juga melihat seorang bapak setengah baya dengan badannya yg kurus kering di tepian jalan raya tengah bekerja memecah batu-batu yang besarnya hampir sama dengan ukuran badannya, atau dengan tidak sengaja mungkin sahabat juga melihat beberapa orang anak yg sedang tidur di pinggiran jalan tanpa selimut apalagi bantal. Ketika melihat semua realita hidup itu apa yang sahabat lakukan?, sementara pada saat itu sahabat sama sekali tak bisa hadir untuk menghampiri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu mungkin sahabat sedang berada jauh dari mereka, berada di dalam bis misalnya, atau sedang boncengan naik motor atau sedang berada di kendaraan mewah ber-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;AC&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;full music&lt;/span&gt;. Apa yang bisa kita lakukan dalam kondisi seperti itu??. Menurut hematku hiasilah setiap sudut ruang hati kita dengan untaian doa kebaikan untuk saudara kita, semoga doa-doa yang kita panjatkan akan menjadi bagian dari sedekah untuk mereka jika hati kita ikhlas melakukannya. Ingat kan sahabat? bahwa setiap doa dan ucapan yang kita keluarkan maka akan kembali kepada diri yang bersangkutan. Jadi pada hakikatnya ketika kita memanjatkan doa kebaikan untuk saudara kita maka pada saat itu pula sebenarnya kita sedang mendoakan diri kita sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita perbanyak doa untuk saudara dan sahabat kita dimana pun mereka berada baik yang kita kenal maupun tidak. Semoga ALLAH senantiasa menautkan hati-hati kita dengan satu untaian kata yaitu DOA. Aku berdoa semoga semua saudara dan sahabatku selalu berada dalam penjagaan dan perlindungan ALLAH hingga nanti kita kembali kepada-NYA, amiin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-7083722062895817773?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/7083722062895817773/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/03/untaian-doa-itu-akan-kembali-pada-kita.html#comment-form' title='58 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/7083722062895817773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/7083722062895817773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/03/untaian-doa-itu-akan-kembali-pada-kita.html' title='Untaian Doa itu akan KembaLi pada Kita...'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>58</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-2538132598747048749</id><published>2010-03-20T02:30:00.000-07:00</published><updated>2010-03-20T03:02:39.794-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>2 x 30 Menit yang Berarti...</title><content type='html'>Tulisan ini hadir di tengah-tengah kemunduran yang teramat sangat akan semangat saya dalam belajar menulis. Entah apa yang sedang menggerogoti jiwa ini sehingga semangat menulis bisa terjatuh pada titik terendah. Situasi ini berawal ketika beberapa bulan yang lalu hampir seluruh waktu hidup saya dialokasikan untuk pekerjaan. Pagi, siang, malam, bahkan ketika hari Sabtu dan Minggu pun selalu saya berikan waktu sepenuhnya untuk menyelesaikan pekerjaan kantor yang terus bertambah, sehingga (dengan terpaksa) terabaikanlah hal-hal lain di luar pekerjaan salah satunya ya belajar menulis!. Kesibukan yang sangat dalam pekerjaan tentu saja berkaitan dengan siklus tahunan auditor yang mulai memasuki &lt;span style="font-style:italic;"&gt;peak season&lt;/span&gt; di kantor sejak bulan Oktober, menjelang tutup buku.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu mungkin saya harus bisa toleran terhadap situasi kehidupan yang menghampiri saya, mau dikata apa, kalau pekerjaan tidak selesai bisa celaka 13 saya!, jadi mau atau tidak mau semua hal di luar pekerjaan harus rela ngantri hingga waktu yang belum bisa ditentukan (pada saat itu) hehehe. Hampir dua bulan lebih lamanya kegiatan belajar menulis terabaikan sehingga ternyata keterampilan dalam mengikat ide (baca: menulis) yang baru saja mulai bertunas perlahan layu dan mengering, hikszz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, setelah saya mengambil sebuah keputusan yang cukup ”berani” terkait dengan masalah pekerjaan sekitar hampir dua bulan yang lalu, saya memiliki waktu luang yang lebih dari cukup, namun entah mengapa semangat menulis justru semakin terjun bebas secara vertikal. Seringkali menulis dan menulis hanya sebatas niat dan rencana dengan realisasinya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BIG NULL !!!&lt;/span&gt;. Kemudian saya pun membiarkan diri bermain-main dengan kemalasan yang begitu asyiknya mengelilingi saya. Saat itu saya berfikir dipaksa pun tetap tidak akan maksimal hasilnya, dan jadilah selama hampir dua bulan itu saya hanya bisa ”benar-benar” update blog sebanyak tiga kali, bayangkan kawan hanya tiga kali!!?, sebuah pencapaian yang mengecewakan tentu saja buat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kemarin BW mengantarkan saya pada satu blog seorang &lt;a href="http://teguhjunanto.wordpress.com"&gt;kawan&lt;/a&gt; yang juga ternyata sedang mengalami permasalahan yang hampir sama dengan saya yaitu jarang update blog, dan salah satu yang membuat saya tergugah adalah pada kata-kata dia yang ini: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;”Well.. see, cukup dengan waktu ga sampai 10 menit saya bisa publish tulisan ini..hehe”&lt;/span&gt;. Hebatt!!, kemudian saya menyimpulkan bahwa sebenarnya tekad untuk bisa mendisiplinkan diri secara konsisten dalam mengalokasikan waktu untuk menulis yang paling dibutuhkan untuk orang-orang seperti saya. Akhiri segala niat dan rencana dengan tindakan!, sekarang dan sekarang! Hehehe, sepertinya itulah kata-kata yang paling pas untuk saya saat ini, entah nanti ;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;”Well.. see, cukup dengan waktu 2x30 menit saya bisa publish tulisan ini..hehe"&lt;/span&gt;, hehe lagi...:D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note 1: Tulisan ini bukan apa-apa dan bahkan sangat biasa, hanya sebagai pembuktian untuk diri saya pribadi bahwa (insyaALLAH) saya bisa jika saya mau dan mau!, jika saya disiplin dan disiplin!!, dan malas itu harus dilawan dan dienyahkan kawan!!!, tak perlu dipelihara apalagi disayang ;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note 2: Mohon doanya, salah seorang sahabat kita Mba &lt;a href="http://yangputri.blogdetik.com"&gt;YangPutri&lt;/a&gt; sedang sakit, insyaALLAH katanya besok atau senin sudah akan pulang dari Rumah Sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-2538132598747048749?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/2538132598747048749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/03/2-x-30-menit-yang-berarti.html#comment-form' title='55 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/2538132598747048749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/2538132598747048749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/03/2-x-30-menit-yang-berarti.html' title='2 x 30 Menit yang Berarti...'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>55</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-5577711868424608127</id><published>2010-03-12T18:11:00.000-08:00</published><updated>2010-03-12T18:28:45.206-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SukaKu'/><title type='text'>NgiDaM...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S5r2-mMKLFI/AAAAAAAAAEU/v01OZrujPaA/s1600-h/Pucuk+DauN+OK!.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S5r2-mMKLFI/AAAAAAAAAEU/v01OZrujPaA/s200/Pucuk+DauN+OK!.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447938254521904210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari belakangan ini entah kenapa aku teringat dan terbayang-bayang terus pada salah satu lalap-an favorit aku sejak kecil dulu hingga saat ini, yaitu jenis lalap-an yang berwarna ijo! persis sama pula dengan warna kesukaanku, ijo!!, hidup ijo!!! :D. Lalap-an yang aku maksud itu adalah ”pucuk daun jambu monyet”, hayoo siapa yang tahu dan pernah makan lalapan itu???, acungkan jari nyaaaa!!:D. Aku tebak dari 5 yang membaca mungkin cuma satu atau dua orang yang pernah memakan lalap-an daun jambu monyet itu. Hal ini memang karena keberadaan jenis tumbuhan yang menghasilkan lalap-an itu tidak mudah ditemui di sembarang tempat, tanaman ini hanya bisa tumbuh pada daerah panas dan cenderung berpasir.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku kecil dulu, di pekarangan rumahku bagian belakang (orang  kampung kami menyebutnya dengan sebutan ”palak”) tumbuh sebatang pohon jambu mete / jambu monyet, dan karena keseringan bermain di bawah sekaligus di atas pohonnya, makanya aku jadi akrab dengan pucuk daun yang berwarna ijo dan menggoda itu;). Nah jadilah sejak itu aku sangat menggemari pucuk daunnya, saking sukanya tak peduli apa pun lauknya ketika aku makan jika ditemani dengan lalapan pucuk daun yang satu ini maka selera makan aku akan bertambah dua kali lipat, dahsyat rek!!!, di samping memang karena aku tipe orang yg sangat suka berbagai jenis lalap-an juga siiy. Dan setiap aku pulang kampung pasti tidak akan pernah melewatkan jenis lalapan yang satu itu, namun sayangnya semakin ke sini tuh pohon semakin sulit untuk ditemukan, hikzzzsss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu waktu ketika aku pulang kampung dan saat itu sedang SANGAT INGIN SEKALI makan lalapan pucuk daun jambu monyet, namun pohon itu begitu sulitnya ditemukan, sampai-sampai aku berucap di dalam hati: ”jika ada seseorang yang bisa memberitahu aku dimana letak keberadaan pohon jambu monyet yang memiliki pucuk yang rimbun sehingga memudahkan bagi aku mengambil pucuk daunnya untuk lalapan, maka kalau dia cowok single akan aku jadikan suami (dengan catatan: kalau dia sesuai dengan kriteria aku dan jika dia juga suka sama aku tentunya hehehehe), dan kalau dia cewek maka akan aku jadikan adik/kakak/tante/ibu/nenek”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan anehnya setelah berniat seperti itu tak ada satu orang pun yang menyampaikan informasi dimana keberadaan pohon jambu monyet tersebut, ya iyalah kan aku hanya woro-woronya di dalam hati xixixixi, tidak diumumkan ke khalayak ramai hehehe ada ada aja. Alhamdulillah akhirnya pohon tersebut berhasil ditemukan oleh kakakku yang perempuan di pekarangan salah seorang yang tak boleh disebutkan namanya, duh kayak PANSUS aja!, nah berarti niatku yang tadi sudah batal dunk:D. Hingga saat ini setiap aku pulang kampung aku selalu meminta pucuk daun jambu monyet ke rumah orang itu, kenapa meminta? karena kalau aku ingin membeli pun pasti yang punya tidak mau menerima karena memang mereka tidak memperjualbelikan pucuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naah beberapa waktu belakangan ini aku tengah diserang ”keinginan yang sangat” atau NgiDaM untuk menyantap lalap-an pucuk daun jambu monyet itu. Aku cari ke swalayan gak nemu, coba cari di pasar tradisional juga gak bersua, tanya ke abang-abang tukang sayur yang lewat di depan kosan, dia bilang jarang sekali ada, dan kalau pun ada kebanyakan sudah layu dan hitam warnanya, hiks huaaaaaaaa, tinggallah aku harus menahan perasaan NgiDaM ini seorang diri *hehehe lebay deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sendiri apakah suka lalap-an?, apa jenis lalapan favorit anda, apakah sama dengan aku?. Mari kita saling betukar lalap-an, eh salah bertukar cerita tentang lalapan maksudnya :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar diambil dari &lt;a href="http://adrydaud.blogspot.com/2009/11/ketereh-gajus.htmll"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-5577711868424608127?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/5577711868424608127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/03/ngidam.html#comment-form' title='58 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/5577711868424608127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/5577711868424608127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/03/ngidam.html' title='NgiDaM...'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S5r2-mMKLFI/AAAAAAAAAEU/v01OZrujPaA/s72-c/Pucuk+DauN+OK!.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>58</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-8916293949564757277</id><published>2010-03-01T16:39:00.000-08:00</published><updated>2010-03-01T17:04:11.708-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinderamata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><title type='text'>Sepuluh Sifat Baik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S4xjW2LQvUI/AAAAAAAAAEM/gocFL7_qQxA/s1600-h/Berjuta+Berkah+Karena+Sedekah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 143px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S4xjW2LQvUI/AAAAAAAAAEM/gocFL7_qQxA/s200/Berjuta+Berkah+Karena+Sedekah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443835293735107906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, pada hari Kamis tanggal 25 Februari kemarin saya menerima kiriman buku dari Surabaya, dari seorang Pakdhe yang sangat baik hati;), siapa lagi kalau bukan &lt;a href="http://abdulcholik.com/"&gt;Pakdhe Cholik&lt;/a&gt;. Terima kasih ya Pakdhe, bukunya sudah saya terima dan sebagian besar isinya sudah saya lahap;).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana ceritanya buku itu bisa sampai ke tangan saya?. Jadi ceritanya begini, pada tanggal 19 Feb 2010 Pakdhe mengundang saya untuk berpartisipasi dalam acara &lt;a href="http://abdulcholik.com/2010/02/18/tumpengan-milad/"&gt;Tumpengan Milad&lt;/a&gt; dalam rangka menyambut Hari Ultah Budhe yang jatuh pada tanggal 20 Februari 2010. Kemudian saat itu juga saya pun langsung menuju ke TKP dan mencoba berpartisipasi semampu saya, eh tak disangka dan tak diduga alhamdulillah ternyata besoknya Pakdhe memberitahu kalau saya termasuk salah satu yang beruntung pada postingan &lt;a href="http://abdulcholik.com/2010/02/20/tali-asih-milad/"&gt;Tali Asih Milad&lt;/a&gt;, dan mendapatkan sebuah buku yang berjudul seperti gambar di atas: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berjuta Berkah Karena Sedekah&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah karena saya belum berani menulis resensi sebuah buku (belum PD!), maka saya mencoba merangkum saja salah satu bacaan yang ada di dalam buku tersebut, yaitu yang terdapat pada halaman 119 yang berjudul: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;”Sepuluh Sifat Baik”&lt;/span&gt;. mudah-mudahan ada manfaat yang bisa diambil dari resume singkat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sepuluh sifat baik. Jika sifat baik ini dilakukan seorang hamba, ia akan mencapai derajat orang-orang shalihin dan memperoleh kemuliaan di dunia dan akhirat, yaitu:&lt;br /&gt;1). memperbanyak sedekah;&lt;br /&gt;2). banyak membaca AlQuran. Rasulullah SAW bersabda mengenai keutamaan membaca AlQuran: ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bacalah AlQuran karena ia akan datang sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat&lt;/span&gt;” (HR Muslim);&lt;br /&gt;3). berkumpul bersama orang-orang yang selalu mengingat akhirat, sehingga kita tidak berharap secara berlebihan kepada dunia;&lt;br /&gt;4). memperbanyak silaturrahim. Rasulullah SAW bersabda tentang keutamaan silaturrahim tersebut: ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Barangsiapa yang senang jika rizkinya diluaskan dan ditangguhkan ajalnya, hendaklah ia bertaqwa kepada ALLAH dan menyambung tali silaturrahim&lt;/span&gt;” (HR Muslim);&lt;br /&gt;5). menjenguk orang sakit. Rasululah SAW bersabda: ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Barangsiapa menjenguk orang sakit, berarti ia senantiasa berada dalam kebun surga sampai kembali pulang&lt;/span&gt;” (HR Muslim);&lt;br /&gt;6). sedikit bergaul dengan orang-orang kaya yang selalu sibuk dengan kekayaan dan lupa dengan akhirat;&lt;br /&gt;7). banyak memikirkan dimanakah tempatnya setelah meninggal besok;&lt;br /&gt;8). banyak mengingat mati dan sedikit berangan-angan. Rasulullah SAW bersabda: ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Orang cerdas adalah yang selalu mengoreksi dan mempersiapkan diri dengan banyak amalan untuk kehidupan setelah mati. Sedangkan orang bodoh yaitu yang selalu mengikuti hawa nafsu dan banyak berangan-angan&lt;/span&gt;”. (HR Ahmad);&lt;br /&gt;9). banyak diam dan sedikit berbicara;&lt;br /&gt;10).tawadhu’ (rendah hati), memakai pakaian yang sederhana, mencintai fakir miskin dan bergaul dengan mereka, mendekati anak yatim dan mengusap rambut mereka (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tanbiihul Ghaafilin&lt;/span&gt;, 252).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian itulah Sepuluh Sifat Baik yang jika kita amalkan maka insyaALLAH akan mendatangkan kemuliaan di dunia dan di akhirat kelak, amiin.&lt;br /&gt;Melalui tulisan ini sekali lagi saya ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Pakdhe dan Budhe. Semoga keberkahan dan kemuliaan selalu menaungi kehidupan Beliau berdua dan keluarga, amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NB&lt;/span&gt;: Maaf ya Pakdhe dan kawan2, baru bisa berbagi ilmu dari buku yang aku dapat hari ini, entah kenapa belakangan ini semangat ngeblog aku sedang menurun hiks hiks hiks:(:(...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-8916293949564757277?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/8916293949564757277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/03/sepuluh-sifat-baik.html#comment-form' title='51 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/8916293949564757277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/8916293949564757277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/03/sepuluh-sifat-baik.html' title='Sepuluh Sifat Baik'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S4xjW2LQvUI/AAAAAAAAAEM/gocFL7_qQxA/s72-c/Berjuta+Berkah+Karena+Sedekah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>51</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-474613452431156028</id><published>2010-02-15T22:37:00.000-08:00</published><updated>2010-02-15T22:45:53.815-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita jalanan'/><title type='text'>Profesionalisme Seniman Jalanan</title><content type='html'>Jika kita naik bis atau metromini ataupun kopaja di daerah ibu kota Jakarta atau di kota-kota besar lainnya di berbagai tempat di negara kita, maka kita akan menemukan sebuah pemandangan yang sudah sangat biasa yaitu kehadiran para seniman yang berpindah dari satu bis ke bis lainnya, mereka menyebut diri mereka dengan sebutan seniman jalanan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin diantara kita ada yang merasa terganggu dengan kehadiran mereka di dalam bis, khususnya bagi para penumpang bis di ibu kota yang sudah sangat biasa disuguhi dengan sikap dan tingkah polah mereka yang terkadang tidak sopan dan kasar. Tentu saja sikap kasar tersebut menyebabkan sebagian penumpang bersikap antipati terhadap kehadiran mereka, dan parahnya hal tersebut menyebabkan kita terkadang menyamaratakan para seniman jalanan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kalau diperhatikan secara seksama dan dipandang dari kacamata profesi seni, saya melihat ada sebagian dari para seniman jalanan itu yang bersungguh-sungguh dalam melakukan kegiatan seninya. Bagi para pengamen misalnya, selain memiliki bakat seni dalam bernyanyi, suara yang bagus, penampilan mereka juga didukung dengan alat-alat musik yang beragam (bukan hanya gitar) sehingga hal tersebut bisa memberikan penampilan yang menarik ketika mereka ”manggung” di dalam bis, akhirnya penumpang pun bisa menikmati dan merasa terhibur dengan penampilan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayangnya saya sangat jarang menemukan para seniman jalanan khususnya pengamen yang bisa menghibur seperti itu di ibu kota Jakarta. Seniman jalanan yang bersikap profesional seperti itu dulu banyak saya temui di kota Bandung, salah satunya di daerah sekitar terminal Leuwi Panjang. Saya teringat ketika dulu masih kuliah pada saat pulang kampung atau hendak menuju kota Bandung dengan bis, saat-saat bertemu dengan para seniman jalanan itu adalah salah satu momen yang paling saya tunggu –tunggu ketika melewati terminal. Apalagi jika lagu yang mereka bawakan adalah lagu-lagunya Ebiet G Ade, bisa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;request&lt;/span&gt; deh hehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata bukan hanya saya yang menantikan pertemuan dengan para seniman jalanan seperti itu, teman saya pun ternyata sangat menunggu-nunggu dan menikmati penampilan mereka. Dan sebagai bentuk apresiasi kami terhadap penampilan mereka yang menghibur, maka kami akan memberi dua kali lipat dari rata-rata yang sering kami beri ketika bertemu pengamen biasa. Saya fikir itu adalah salah satu bentuk apresiasi terhadap usaha sungguh-sungguh dari mereka. Kami menyebut usaha mereka itu dengan sebutan profesionalisme seniman jalanan. Dan kami tidak merasa bahwa apa yang kami berikan itu merupakan satu bentuk sedekah, tetapi kami menganggap itu adalah sesuatu yang layak mereka terima sebagai imbalan atas jasa yang telah mereka berikan berupa hiburan musik jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya seniman jalanan yang profesional merupakan orang-orang yang harus diberi kesempatan untuk bisa mengembangkan kemampuan sesuai dengan bakat yang mereka miliki. Saat ini mungkin (saya tidak tahu tepatnya) telah ada wadah-wadah yang sengaja dibuat untuk menjaring para seniman jalanan yang berbakat, tetapi jumlahnya masih sangat terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari pro kontra Peraturan Daerah DKI Jakarta tentang Ketertiban Umum Tahun 2007 terkait dengan larangan atas kegaiatan pengemis, pengamen dkk nya, saya berharap semoga para seniman jalanan bisa terus mengasah dan mengembangkan bakat yang mereka miliki melalui wadah-wadah yang memang sengaja diperuntukkan untuk mereka. Betapa banyak para musisi yang saat ini telah meraih sukses dahulunya berasal dari jalanan, permasalahannya hanya terletak pada peluang dan kesempatan. Semoga ke depan Pemerintah semakin memperhatikan nasib para seniman jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-474613452431156028?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/474613452431156028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/02/profesionalisme-seniman-jalanan.html#comment-form' title='52 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/474613452431156028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/474613452431156028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/02/profesionalisme-seniman-jalanan.html' title='Profesionalisme Seniman Jalanan'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>52</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-4883480122523626293</id><published>2010-02-08T23:58:00.000-08:00</published><updated>2010-02-09T00:05:14.102-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Aku Kembaliii...!</title><content type='html'>Assalamualaikum....Apa kabar sahabat semua???, semoga selalu dalam keadaan sehat dan dalam lindungan ALLAH Swt, amiin. Alhamdulillah akhirnya saya bisa bertemu lagi dengan sahabat semua dalam dunia tanpa raga ini hehehe...Setelah sekitar hampir 2 bulan lamanya saya mengabaikan dunia yang satu ini, karena aktivitas di dunia nyata benar-benar telah menguras habis tenaga dan fikiran saya sehingga keinginan untuk mengunjungi sahabat sekalian di dunia maya harus ditunda dulu...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih untuk perhatian sahabat semua yang masih berkenan hadir walaupun tanpa sambutan dari sang pemilik blog. Hmm, artinya saya punya banyak PR BW nih:). Tak sabar rasanya ingin segera mengunjungi satu-satu rumah sahabat semua, tapi ya bagaimanapun harus dicicil deh sepertinya, mengingat sekian banyak rumah yang harus dikunjungi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke sahabat! kita mulai kegiatan BW dari saat ini, tunggu kedatanganku di rumahmu yaaa :).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-4883480122523626293?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/4883480122523626293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/02/aku-kembaliii.html#comment-form' title='41 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/4883480122523626293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/4883480122523626293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2010/02/aku-kembaliii.html' title='Aku Kembaliii...!'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>41</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-2997731353097957825</id><published>2009-12-23T23:02:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T23:09:29.998-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kontemplasi'/><title type='text'>Generasi Rabbani</title><content type='html'>Hari ini saya iseng-iseng baca ulang satu buku yang dulu pernah saya beli pada saat masih kuliah yaitu sebuah buku tentang Keakhwatan (Wanita), sebuah serial yang isinya merupakan rangkuman dari materi-materi seputar wanita. Dan salah satu bab yang saya baca adalah terkait dengan sebuah generasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai Rabbani/Ketuhanan. Menjunjung tinggi di sini tentu saja dalam tataran aplikasi, bukan Omdo (Omong Doang) atau NATO (No Action Talk Only).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya membayangkan betapa indahnya ya jika sebuah keluarga, warga RT/RW, penduduk kampung, dan sampai pada tataran warga negara dan dunia memiliki prinsip hidup yang kuat. Seperti karang di lautan, tak tergoyahkan oleh hempasan ombak dan badai sekalipun, bahkan karang-karang tersebut justru akan berdiri semakin kokoh. Sebuah generasi yang mengaplikasikan dengan begitu kuat nilai-nilai Ketuhanan dalam  perilaku mereka pada kehidupan sehari-hari. Tak mudah tergoyahkan begitu saja oleh dahsyatnya godaan dan rayuan yang datang. Mungkin dunia ini laksana sebuah surga yah, dan surga dunia tentunya, kerana surga akhirat itu kan hanya akan kita temui ketika dunia ini telah berakhir. Dan mudah-mudahan kita semua diizinkan oleh ALLAH untuk berjumpa di Jannah NYA kelak,amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah Generasi Rabbani tentu saja tidak akan terbentuk dengan sendirinya, dibutuhkan sebuah titik awal dan proses panjang yang kita tak pernah tahu di titik mana proses itu akan membuahkan sebuah hasil yang kita impi-impikan. Tapi layaknya sebuah kehidupan, yang terpenting kan sebenarnya bukan hasil, tetapi proses itu sendiri. Sejauh mana kita bersungguh-sungguh menjalani dan menikmati sebuah proses, maka di situlah akan kita temukan keindahan berjalan di atas dunia *ceileee sok iye banget sih*. Kata buku-buku yang saya baca sih yah begitu itu;)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah dari buku yang pernah saya baca juga, bahwa sebuah Generasi Rabbani diawali dengan penyiapan calon bapak dan ibu yang juga menjunjung tinggi nilai-nilai Rabbani, yaitu manusia-manusia yang memiliki prinsip hidup. Mereka memasuki gerbang keluarga dengan niat dan cara yang benar, agar nanti bisa melahirkan sebuah generasi yang benar pula (ini kata buku yah, bukan kata saya:)). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah mungkin akan menjadi sebuah utopi belaka ketika kita berbicara tentang Generasi Rabbani, tetapi di dalam diri dan keluarga kita sendiri masih acak-kadut kondisinya (berantakan maksud saya). Minimal kita memulai dari diri sendiri dulu lah, menengok kembali tindak-tanduk kita dalam keseharian, apakah sudah sesuai dengan tuntunan NYA atau masih jauh panggang dari api?. Dan mari kita bertanya pada satu bagian dari diri kita yang tak akan pernah bisa bohong, HATI NURANI. Karena sejatinya setiap dosa dan keburukan yang kita lakukan akan bisa terdeteksi oleh diri kita, yaitu ketika hati ini merasa gelisah dan tidak nyaman dengan perbuatan tersebut, maka bisa dipastikan itu sudah bersebrangan dengan Tuntunan NYA. Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=========================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NB:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini (dan juga tentunya semua tulisan yang telah dan insyaALLAH akan dipublish) bukanlah sebuah cerminan bahwa saya adalah orang yang telah mampu menjalani proses perbaikan diri dengan baik. Sebaliknya ini adalah bagian dari cara saya untuk memotivasi agar terus bersemangat meningkatkan kualitas diri. Karena saya sangat menyadari perilaku saya dalam keseharian masih sangat jauh dari yg digariskan oleh NYA. Memang benar-benar butuh perjuangan dan pengorbanan untuk bisa menjadi pribadi yang baik. Dan diantara perjuangan dan pengorbanan itu adalah mencari ilmu, mengaplikasikannya, bersabar dalam keimanan, serta memegang  teguh prinsip hidup. Dan mari kita bersama-sama saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan maafkan yah sahabat tampaknya postingan ini sangat tidak terstruktur dengan baik, antara judul dan isi tidak terlalu nyambung (judulnya terlalu muluk, sementara uraiannya sangat biasa. Mohon maklum yah, masih terus dalam taraf belajar menulis niiy).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-2997731353097957825?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/2997731353097957825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/12/generasi-rabbani.html#comment-form' title='73 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/2997731353097957825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/2997731353097957825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/12/generasi-rabbani.html' title='Generasi Rabbani'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>73</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-5137624663221713827</id><published>2009-12-19T15:38:00.000-08:00</published><updated>2009-12-19T16:05:05.097-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><title type='text'>Sapa Sing Tekun Golek Teken Bakal Tekan*</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/Sy1qFPE4WqI/AAAAAAAAADk/1lhK_ATHJN0/s1600-h/The+Cacing%27s+Picture+%3B).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/Sy1qFPE4WqI/AAAAAAAAADk/1lhK_ATHJN0/s200/The+Cacing%27s+Picture+%3B).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417102564975467170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 2 minggu yang lalu saya penasaran kenapa yah saya tidak pernah bisa masuk pada &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Singtekun thisweek&lt;/span&gt; nya blog &lt;a href="http://guskar.com/"&gt;Pak Guskar&lt;/a&gt;. Jangankan yang pertama, masuk dalam lima besar pun tidak. Terus iseng deh bolak-balik tuh halaman blognya Kyaine, kalau blog itu bisa ngomong mungkin dia akan bilang begini: ”woiii! udah dong berhenti bolak-balik gue!, kan gue capek dari tadi dibolak-balik mulu!”, dan untung saja tuh blog gak bisa ngomong hehehe...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya terkadang (cuma kadang-kadang aja sih) memang suka penasaran terhadap suatu hal. Ingin membuktika bahwa apa yang bisa dilakukan oleh orang lain, maka saya pun bisa melakukannya kalau saya mau berusaha tentunya. Dan pagi itu iseng saya klik lagi filosofinya blog tersebut:”&lt;a href="http://guskar.com/about-2/"&gt;sapa sing tekun golek teken bakal tekan&lt;/a&gt;”, Nah ini dia rahasianya!! seru saya dalam hati. Dan alhamdulillah berhasil!!, dalam dua hari itu saya bisa menjadi urutan pertama dalam Singtekun thisweek nya blog Kyaine. Tentu saja saya senang sekali, sampe pake woro-woro segala lagi sama si mpunya blog bahwa saya bisa jadi urutan pertama, norak banget gak sih!!?, biarin! hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu yang membuat saya sangat tersanjung adalah pada tanggal 10 Desember 2009, Kyaine blog memberikan penghargaan atas usaha saya itu dengan menghadiahkan sebuah buku yang tengah saya nantikan yang berjudul: ”Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya”, melalui postingan beliau &lt;a href="http://guskar.com/2009/12/10/buku-kuncup-berseri-untuk-siapa/"&gt;yang ini&lt;/a&gt;. Buku tersebut masuk ke dalam ”waiting list” buku yang akan saya beli, kalau udah punya uang lebih tentu saja. Dan alhamdulillah Pak Gus memberikannya untuk saya secara  gratis!, terima kasih Kyaine:). Sebenarnya buku itu sudah sampai ke kosan saya yang lama pada hari Sabtu tanggal 11 Desember 2009, tetapi baru saya ambil pada hari minggu nya. Kemudian baru bisa woro-woro ke sahabat semua pada hari ini, sengaja nih saya pamer biar pada ngiri hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Eto, Kyaine ha totemo shingsetsu na tomodachi ne, honto ni arigatou gozaimashita! *sambil membungkukkan badan berulang-ulang ;), mudah2an ucapan terima kasih dalam bahasa Jepangnya enggak salah nih hehehe*.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog &lt;a href="http://guskar.com/"&gt;guskar dot com&lt;/a&gt; adalah salah satu blog favorit saya, selain blog &lt;a href="http://nakjadimande.com/"&gt;nakjaDimande dot com&lt;/a&gt; dan blog yang lain yang tidak bisa saya sebutkan di sini, rahasia hehehe;). Dari tulisan-tulisan beliau dalam blognya saya belajar banyak hal, mulai dari bagaimana kita berhubungan dengan keluarga, dengan lingkungan sekitar, berhubungan dengan rekan kerja di kantor, membangun motivasi diri, membangun kesadaran akan kelemahan kita sebagai seorang hamba, dan banyak lagi pelajaran yang lainnya tentu saja. Beliau menulis dengan sajian yang ringan dan khas tapi dalam sekali menusuk ke relung jiwa, dan menariknya lagi beliau memaparkannya dengan gaya yang tidak membosankan. *&lt;a href="http://guskar.com/2009/12/07/f-p-v-kumaha-aing/"&gt;Ini PAKTA yah!, bukan FUJIAN tanpa dasar ataupun PITNAH&lt;/a&gt;!;)*, kalau tidak percaya monggo silakan kunjungi blog beliau di &lt;a href="http://guskar.com/"&gt;http://guskar.com/&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ini sebenarnya segala sesuatu yang belum kita dapatkan bukan berarti karena kita tidak bisa mendapatkannya. Permasalahannya hanya terletak pada sejauh mana dan sebesar apa ikhtiar yang telah kita berikan untuk bisa menggapai keinginan tersebut. Apakah usaha dan kerja keras kita sudah sebanding atau sudah memadai untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan itu?, dan sejauh mana pula tingkat kepasrahan kita kepada NYA setelah berbagai daya dan upaya kita kerahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kita tidak akan pernah tahu apakah sudah sebanding atau tidak ikhtiar yang kita lakukan sebelum kita berhasil mendapatkan sesuatu itu. Jadi intinya kita harus terus mencoba dan mencoba tanpa kenal lelah dan putus asa, sehingga pada akhirnya kita bisa meraih apa yang kita inginkan, INSYAALLAH. *itu kata teori, tapi prakteknya ternyata tidak semudah yang diucapkan kawan!, benar-benar butuh perjuangan tanpa lelah dan semangat yang harus terus menyala*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bagi sahabat yang ingin tahu lebih dalam makna tentang filosofi Sapa Sing Tekun Golek Teken Bakal Tekan, silakan baca pada blog Kyaine &lt;a href="http://guskar.com/about-2/"&gt;di sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-5137624663221713827?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/5137624663221713827/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/12/sapa-sing-tekun-golek-teken-bakal-tekan.html#comment-form' title='30 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/5137624663221713827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/5137624663221713827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/12/sapa-sing-tekun-golek-teken-bakal-tekan.html' title='Sapa Sing Tekun Golek Teken Bakal Tekan*'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/Sy1qFPE4WqI/AAAAAAAAADk/1lhK_ATHJN0/s72-c/The+Cacing%27s+Picture+%3B).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>30</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-5898007491091337900</id><published>2009-12-11T19:07:00.000-08:00</published><updated>2009-12-11T20:04:46.994-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisiku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rindu tak bertepi'/><title type='text'>Jejak-jejak Langkah Kita</title><content type='html'>Di atas butir-butir waktu kita pernah berjalan&lt;br /&gt;Mendahului sang mentari bangkit dari peraduan&lt;br /&gt;Menyusuri jalan dan lorong-lorong harapan&lt;br /&gt;Berjalan kita menuju ladang penghidupan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan daya ragamu kau gemburkan sawah kita&lt;br /&gt;Akan kita semai benih-benih harapan di atasnya&lt;br /&gt;Untuk masa depan dan kehidupan yang nyata &lt;br /&gt;Jawabanmu ketika ku tanya untuk apa ini semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah terik panas yang membakar raga&lt;br /&gt;Kita berlindung di semak-semak pohon rumbia&lt;br /&gt;Kita buka bekal nasi dengan lauk seadanya&lt;br /&gt;Dan lenyaplah lapar dahaga dari tubuh kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lepaskan penat, bermunajat kepada NYA &lt;br /&gt;Kembali kau berjalan dengan semangat membara&lt;br /&gt;Mengolah sawah tak kenal lelah dan putus asa&lt;br /&gt;Demi anak-anakmu tuk bisa tersenyum dan tertawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja sebelum mentari meninggalkan hari&lt;br /&gt;Kita berhenti dan sudahi perjuangan di hari ini&lt;br /&gt;di antara iringan burung-burung yang bernyanyi&lt;br /&gt;Pulang kita mengiringi hari yang ‘kan berganti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu, tengah aku susuri jejak-jejak langkah kita&lt;br /&gt;Kau akan selalu hidup di setiap nafas dan rasa&lt;br /&gt;Karena darahmu telah berpadu dalam ragaku&lt;br /&gt;Memberikan kekuatan tuk terus melangkah maju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas  tanah jalan setapak yang pernah kita lalui&lt;br /&gt;Telah kupetik hikmah dan pelajaran yang sangat berarti&lt;br /&gt;Dari seorang IBU, sosok pahlawan yang pernah aku miliki&lt;br /&gt;Perjuangan dan pengorbananmu kelak ‘kan menjadi saksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski saat ini kau tak lagi hadir temani diri&lt;br /&gt;Namun telah tertoreh kuat kenangan dihati&lt;br /&gt;Yang akan selalu hidup dan menyala selamanya&lt;br /&gt;Menerangi langkah pada butiran waktu yang tersisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi ini persembahan untuk Bunda tercinta &lt;br /&gt;meski beliau sudah tak mungkin bisa membacanya, &lt;br /&gt;Namun doa-doaku untuk nya tak akan pernah putus &lt;br /&gt;selama hayat masih dikandung raga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi ini juga aku ikut sertakan pada Karnaval &lt;br /&gt;"Minum Teh Bersama Ibu" di blog http://guskar.com, &lt;br /&gt;dalam rangka menyambut hari ibu &lt;br /&gt;pada 22 Des mendatang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semga bermanfaat bagi siapapun yang berkenan tuk membacanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-5898007491091337900?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/5898007491091337900/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/12/jejak-jejak-langkah-kita.html#comment-form' title='47 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/5898007491091337900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/5898007491091337900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/12/jejak-jejak-langkah-kita.html' title='Jejak-jejak Langkah Kita'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>47</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-1226086591237967405</id><published>2009-12-05T01:58:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T02:10:34.441-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita jalanan'/><title type='text'>Tiga Orang Saudara Mengunjungi Jakarta.</title><content type='html'>Di suatu pagi ketika saya sedang berada di dalam bis hendak menuju rumah kedua, kantor maksudnya:), saya melihat sebuah pemandangan yak tak biasa ketika bis sedang bergerak perlahan-lahan di sekitar jalan Medan Merdeka dan hendak memasuki Jalan Thamrin Jakarta. Persis di persimpangan di depan gedung Kebudayaan dan Pariwisata, saya melihat sebagian besar orang di jalanan sedang mengarahkan pandangan mereka ke satu arah tertentu (duh! Jadi ingat satu lagu jadul nih, apa yaaa? hehe:)). Mulai dari pak Polisi yang sedang bertugas, para pengendara motor dan mobil yang sedang berhenti di depan lampu merah sampai kepada para penumpang bis yang sedang saya tumpangi pun semuanya tengah memandang ke arah itu. Mungkin ada yang bertanya memang ada apa siiiy???, apakah ada presiden Obama sedang jalan di situ sendirian? *gak mungkiiin*, atau ada SBY dan JK yang sedang lari pagi?? *sambil reuni mengenang masa lalu gitcu*, atauuu jangan-jangan ada Mbah Surip yang lagi konser nyanyi  hiiiiiiiiiiiii sereeeeeemmm.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pemandangan yang tak biasa memang di pagi itu, mungkin bukan buat saya saja tetapi juga buat semua orang yang berkesempatan menyaksikan pemandangan itu. Saat itu saya melihat ada tiga orang laki-laki (saya menyebut tiga orang itu dengan ”saudara kita”) yang sedang mengunjungi rimba Jakarta. Mungkin sebagian besar kita memandang aneh terhadap saudara kita itu, tetapi buat saya mereka adalah cerminan ”kesederhanaan” dan ”kepolosan” dari makhluk yg bernama manusia. Yaitu manusia-manusia yang belum tersentuh oleh kemajuan dan kebudayaan (sebenarnya mungkin mereka mau saja disentuh kalau ada kesungguhan dari kita untuk menyentuh mereka). Meski sebenarnya ”kesederhanaan” yang mereka pertahankan itu (menurut saya) bukan pada tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga orang saudara kita itu berasal dari perkampungan Badui sana, maaf ini hanya berdasarkan asumsi saya pribadi dari aksesoris yang tampak yang saat itu mereka gunakan, dan mudah-mudahan tidak salah. Tapi yang pasti tiga orang tersebut jelas bukan penduduk Jakarta. Mengapa saya menganggap bahwa tiga orang saudara kita itu adalah orang-orang dari perkampungan Badui?. Pertama, karena mereka menggunakan tutup kepala (sapu tangan yang diikatkan di kepala) berwarna hitam. Kedua, pakaian yang mereka kenakan pun serba hitam, rok berwarna putih kumal, serta tidak menggunakan alas kaki. Ketiga, mereka juga menyandang buntelan yang berwarna putih kumal. Ketika SMA dulu saya pernah mengunjungi perkampungan Badui Dalam, dan keseharian mereka dalam berpakaian yah seperti itulah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kejadian yang saya lihat waktu itu, tiga orang saudara kita tersebut sedang bercakap-cakap dengan seorang pejalan kaki. Mungkin mereka sedang bertanya tentang sebuah alamat atau mungkin yang lainnya, jelas saya tidak tahu sama sekali. Namun kelihatan sekali mereka sedang mencari sesuatu di Jakarta ini. Melihat tiga orang saudara itu saya jadi terfikir, mengapa ya mereka masih bertahan dan nyaman dengan kondisi ”kesederhanaan” yang seperti itu. Kalau boleh saya menyebut sebuah kesederhanaan berbalutkan keterbelakangan (maaf kalau kurang tepat istilahnya). Bukankah dalam ”kesederhanaan” yang mereka yakini itu menyebabkan mereka jauh tertinggal dibandingkan orang-orang yang dengan mudah menerima perubahan dan perkembanan zaman. Setiap saat segalanya berubah dengan sangat cepat dan kian tak terbendung, apalagi di zaman yang serba canggih di atas dunia yang sudah seperti  tak berbatas ini. Saya fikir ”kesederhanaan” mereka itu justru merugikan diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu kalau saya melihat dari sisi mereka sebagai manusia yang memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan dalam hidup ini. Tetapi kemudian kalau saya coba memandang dari sudut pandang di luar diri dan masyarakat saudara kita itu, saya jadi terfikir, sebenarnya mereka yang tidak mau disentuh oleh kemajuan teknologi dan peradaban, atau justru kita-kita ini yang tidak mau bersungguh-sungguh menyentuh mereka untuk sama-sama ikut berubah (dalam arti positif) mengikuti perkembangan peradaban manusia yang kian pesat??. Bahkan kalau saya melihat kok ya mereka seperti cenderung dipertahankan untuk kepentingan tertentu. *ah suudzon nih Rita*, yah mudah-mudahan saya salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menurut sahabat?, kira-kira usaha apa yang bisa kita lakukan untuk saudara-saudara kita itu agar mereka juga bisa merasakan kemajuan peradaban manusia ini tanpa merasa terpaksa?. Mungkin ada yang pernah berkunjung ke perkampungan Badui Dalam atau tempat-tempat lain yang hampir sama kondisinya???. Mari berbagi cerita di sini, insyaALLAH akan ada manfaat yang bisa dipetik tentunya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-1226086591237967405?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/1226086591237967405/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/12/tiga-orang-saudara-mengunjungi-jakarta.html#comment-form' title='47 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/1226086591237967405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/1226086591237967405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/12/tiga-orang-saudara-mengunjungi-jakarta.html' title='Tiga Orang Saudara Mengunjungi Jakarta.'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>47</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-5499618168926740277</id><published>2009-12-02T08:15:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T10:02:28.250-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parade Puisi CINTA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>CAKRAWALA BIRU</title><content type='html'>Di cakrawala biru berpadu sudah rasa itu.&lt;br /&gt;Kau sapa hatiku dengan untaian kata yg syahdu..&lt;br /&gt;Kusambut katamu dengan senandung keikhlasan…&lt;br /&gt;Dan kusampaikan pesan cintaku lewat puisi keindahan….&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di cakrawala hati telah terukir  indah namamu.&lt;br /&gt;Berhiaskan awan diiringi alunan sang bayu..&lt;br /&gt;Kulukis bayangmu di atas kanvas kehidupan…&lt;br /&gt;Dan kusematkan harapan pada angin kerinduan.…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di cakrawala kalbu kusemai benih kesabaran.&lt;br /&gt;Berbalut asa bermandikan mata air impian.. &lt;br /&gt;Kuharap kau datang ke dermaga CINTA…&lt;br /&gt;Dan kayuh biduk kita menuju nirwana….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana gerangan duhai kasih pujaan.&lt;br /&gt;Kutunggu engkau di cakrawala kenyataan..&lt;br /&gt;Kita rajut ASA dengan kasih ARRAHMAN…&lt;br /&gt;Dan keberkahan smoga hadir di sisa perjalanan….&lt;br /&gt;=============================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By:risantchan di cakrawala penantian.&lt;br /&gt;   Kupersembahkan tuk seseorang yang merasa tenteram baca puisi..&lt;br /&gt;   Maafkan bila puisi ini tak mampu menyembuhkan hatimu yang lelah...&lt;br /&gt;   itsumo ganbatte ne!:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-5499618168926740277?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/5499618168926740277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/12/cakrawala-biru.html#comment-form' title='44 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/5499618168926740277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/5499618168926740277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/12/cakrawala-biru.html' title='CAKRAWALA BIRU'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>44</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-5686076776472041267</id><published>2009-11-27T02:24:00.000-08:00</published><updated>2009-11-27T02:41:21.082-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belahan jiwa'/><title type='text'>Buruan Nikah! Biar Hatimu Tenteram...</title><content type='html'>Itu adalah sepenggal kata dari seorang teman ketika tadi pagi kami sempat chat via YM, setelah saya bertanya padanya apa yang berbeda dari dirinya sekarang ketika dia telah memiliki seorang ”pangeran” dalam hidupnya. Temanku itu baru melangsungkan pernikahan sekitar seminggu yang lalu. Kemudian dengan lancarnya mengalirlah cerita dari dia tentang segala hal yang dirasa, yang pada intinya bahwa menikah menjadikan hatinya menjadi lebih tenang dan tenteram, meskipun yang namanya riak-riak kecil itu akan selalu ada, apalagi pada masa awal-awal pernikahan katanya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan di tengah-tengah cerita itu ujung-ujungnya dia mengeluarkan kata-kata yang cukup provokatif menurut saya, ya seperti judul di atas itulah. Lalu saya jawab: ”bukannya aku tidak ingin segera menikah mba, tapi masalahnya sama siapa???”, jawabku menimpali kata-katanya. ”Kemarin ketika aku pulang ke Riau, ada siih yang serius ingin melamar, tapi aku gak bisa melangkah bila belum ada keyakinan dalam hati” lanjutku dengan penuh keseriusan. Dan mba itu pun kemudian menjawab yang pada intinya adalah bahwa kesiapan dan keyakinan hati itu sebenarnya adalah sebuah proses, kita tidak akan bisa langsung merasakan bahwa kita yakin secara penuh terhadap sebuah keputusan atau pilihan. Nah sekarang kamu mau tidak menjalani dengan sabar proses itu sampai kamu bisa merasakan bahwa hatimu berada pada tingkat keyakinan yang penuh untuk melangkah. ”Jadi jalani aja dulu prosesnya” tambah temanku itu dengan tidak kalah seriusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah aku tak tahu apakah memang benar seperti itu dalam kenyataannya atau tidak, karena aku adalah tipe orang yang benar-benar tidak bisa berjalan ketika masih ada ganjalan di dalam hati, sekecil apapun itu. Sehingga terkesan sekali kalau aku ini tipe orang yang sangat konservatif dalam mengambil sebuah keputusan, ”alon-alon asal kelakon” kalau kata orang Jowo sih *semoga istilah bahasa Jawanya tidak salah*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius seperti pernikahan, bahkan ketika ada yang sekedar ingin ”berkenalan” pun, kalau kesan pertama di hatiku tidak sreg dan yakin, maka aku akan memilih untuk menghindar daripada nanti malah menyakiti hati seseorang tersebut. Meski sebenarnya pada tahap awal tersebut aku pun belum bisa memastikan bahwa dia tidak baik buatku. Tapi karena aku adalah tipe orang yang sangat percaya pada kata hati, sehingga bila hati belum bilang ”Ya!”, maka aku pun belum akan berani untuk melangkah. Dan itulah aku. Tentunya pasti ada sisi positif dan negatif dari sikap yang seperti itu, namun yang pasti buat aku melangkah dalam kondisi hati mantap dan yakin itu adalah sebuah kemestian, karena pernah beberapa kali aku mencoba paksakan untuk melangkah dalam keraguan, dan hasilnya sangat  mengecewakan!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada kata-kata provokatif temanku itu, aku jadi teringat pada seorang teman yang pernah bilang: ”menikah membuat hidup kita menjadi lebih terarah dan teratur mba”, katanya suatu hari. Memang benar seperti itu adanya mungkin, karena toh aku sendiri belum merasakannya secara langsung. Namun dari yang aku lihat pada sikap adikku yang baru menikah beberapa bulan yang lalu, aku benar-benar melihat perubahan itu pada dirinya. Dulu ketika masih bujang, setiap malam pasti selalu keluar rumah dan pulang ketika sudah larut dan paginya sudah menghilang lagi entah kemana. Namun kemarin ketika aku pulang kampung, dan melihat dia setiap malam kok selalu ada di rumah yah, dan kalau pun pergi itu pasti bersama istrinya. Hmmm, bener-bener bikin iri aja tuh anak hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku sangat percaya kalau menikah itu bisa membuat hati menjadi lebih tenteram, karena ALLAH sendiri kan yang mengatakan bahwa Dia menciptakan manusia itu berpasang-pasangan untuk saling memberikan rasa tenteram di hati masing-masing. Dan saat ini hidupku memang seperti sedang berjalan di tempat, sering merasa sepi dan jenuh. Bahkan sering juga terserang penyakit disorientasi hidup. Hmm, apa mungkin karena belum menikah yaa?,  maybe yes! maybe No! :).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo bapak-bapak, ibu-ibu yang sudah menikah, berbagilah dengan kami-kami yang masih sendiri tentang bagaimana perubahan yang terjadi pada diri kalian ketika telah menikah, agar kami tercerahkan dan bisa segera menyusul kalian, meski sekarang sebenarnya belum jelas juga sih mau menikah dengan siapa hehehehe...Tapi yang pasti kalau kata Bundo NakjaDimande ”saat ini dia sedang berjalan ke arahmu Rit”, InsyaALLAH...*sambil nebak-nebak siapa yah kira-kira yang sekarang sedang berjalan ke arah ku, habis yang ditunggu-tunggu tak jua kunjung datang:)*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-5686076776472041267?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/5686076776472041267/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/11/buruan-nikah-biar-hatimu-tenteram.html#comment-form' title='49 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/5686076776472041267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/5686076776472041267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/11/buruan-nikah-biar-hatimu-tenteram.html' title='Buruan Nikah! Biar Hatimu Tenteram...'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>49</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-7674537622653498134</id><published>2009-11-13T21:58:00.002-08:00</published><updated>2009-11-13T22:13:49.177-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Garis Batas</title><content type='html'>Bagaimana aku bertemu dengan Mu&lt;br /&gt;Menjadi sungai tak sampai-sampai&lt;br /&gt;Meski muara begitu dekat…&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana aku melukis wajah Mu&lt;br /&gt;Imajinasi berhenti pada cat-cat&lt;br /&gt;Meski warna begitu lengkap…&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: ???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;===============================================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PS 1:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Puisi di atas aku temukan pada saat awal-awal aku masuk kuliah dulu. Waktu itu aku membaca puisi itu di salah satu media massa. Karena langsung jatuh cinta saat pertama kali membacanya, maka langsung aku catat deh di buku agendaku. Tapi sangat disayangkan aku lupa menyertakan nama penulisnya (emang dodol nih aku, gak tahu berterima kasih. Suka sama puisinya eh tapi enggak peduli sama yang menciptakannya). Maaf beribu maaf untuk seseorang yang telah menulis puisi ini. Mungkin di antara sahabat ada yg pernah membaca puisi ini dan tahu siapa pengarangnya, mohon sharing di sini yah…(Masalahnya aku tidak pernah membaca buku kumpulan puisi, makanya ketinggalan banget nih informasi tentang puisi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PS 2:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Puisi di atas  adalah salah satu puisi yang paling aku suka, alasannya selain memang karena maknanya yang sangat dalam, juga karena puisi itu mampu menjawab pertanyaanku dulu sewaktu masih di SD dan SMP. Dulu aku sering sekali bertanya seperti ini: “bentuk ALLAH itu seperti apa yah???”, “penasaran deh pengen liat wajah ALLAH kayak gimana”, “terus tempat bersemayamnya ALLAH tuh sebesar apa ??”, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pertanyaan-pertanyaan itu, aku jadi sering sekali memandangi langit sambil membayangkan dan mencoba menerka-nerka (dalam dimensi imajinasiku yang sangat bodoh tentunya) tentang wajah ALLAH, terus bentuknya menyerupai apa. Terus kadang juga suka bertanya ada gak yah alam semesta selain di jagad raya ini. Terus juga suka berfikir ALLAH tuh datangnya dari mana dan sejak kapan adanya. Duh pokoknya pertanyaan-pertanyaan yang pada akhirnya membuat aku pusing sendiri deh. Sebenarnya beberapa dari pertanyaan itu jawabannya ada di Sifat-Sifat ALLAH, tapi kan waktu SD aku gak begitu terampil (sekarang juga masih seperti itu sih:)) menyambungkan antara pelajaran-pelajaran di sekolah dengan kondisi di kehidupan nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu awal-awal aku kuliah terus ketemu dengan puisi di atas, saat itu fikiranku benar-benar tercerahkan, bahwa sebagai makhluk kita tidak akan pernah bisa membayangkan keberadaan fisik ALLAH seperti apa meski sebenarnya DIA sangat dekat. Fikiran manusia tidak akan pernah sampai ke sana, karena ada garis yang membatasi antara dimensi kita dengan dimensi ALLAH, DIA sang PENCIPTA dan PENGUASA alam semesta raya, sementara kita hanyalah makhluk kecil yang lemah dan tak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PS3:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah akhirnya bisa update juga, setelah 10 hari lamanya blog ini terabaikan. Rekor terpanjang nih meninggalkan blog sejak pertama kali ia lahir ke jagad raya ini hihihi lebay. Tapi ini baru awal sahabat, ke depannya mungkin blog ini akan jauh lebih terbengkalai dan merana lagi. Yah maklumlah pengurusnya sudah mulai berkelana kesana-kemari, dan ketika larut malam saat sampai di kosan lelahnya raga ini tak lagi mampu tuk sekedar melihat-lihat blog, apalagi untuk update (maklum cu! nenek sudah tua, jadi tubuh ini cepat sekali merasa lelah hehehe). Meski sebenarnya sediiih banget harus mengabaikan rumah mayaku ini.  Tapi itulah hidup, setiap musim akan selalu berganti. Mudah-mudahan di setiap akhir minggu jika tidak lembur kata-kata sederhana dari aku bisa bersenandung lagi:).  Dan mohon maaf untuk sahabat-sahabat yang telah berkunjung mungkin tidak selalu bisa aku balas kunjungannya. Mohon maklum yaaa…Honto ni arigatou ne:).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-7674537622653498134?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/7674537622653498134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/11/garis-batas.html#comment-form' title='73 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/7674537622653498134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/7674537622653498134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/11/garis-batas.html' title='Garis Batas'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>73</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-814927473937390965</id><published>2009-11-04T06:54:00.000-08:00</published><updated>2009-11-04T07:20:20.239-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='senyum'/><title type='text'>Genuine Smile :)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/SvGa16SZFVI/AAAAAAAAAC8/T1vhE9Fs8aM/s1600-h/Kakaknya+Farel+%3B).JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/SvGa16SZFVI/AAAAAAAAAC8/T1vhE9Fs8aM/s200/Kakaknya+Farel+%3B).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400267679164077394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang murni yang datang dari hati, maka akan diterima oleh hati pula. Dan satu bentuk dari hal tersebut adalah senyuman:). Betapa dahsyatnya sebuah senyuman yg terlahir dari kedalaman telaga hati, yang mampu mengalirkan air kesejukan, meniupkan angin kedamaian, serta menyemaikan benih-benih CINTA yang bersifat universal yang kemudian akan langsung masuk menghunjam ke dermaga HATI.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sahabat...pernahkah kita bertanya pada diri ini ketika kita tersenyum kepada keluarga, saudara, teman, rekan kerja, atau siapapun yang kita temui di dalam keseharian hidup kita. Ketika mulut ini menyunggingkan seulas senyuman kepada mereka, apakah itu benar-benar murni berasal dari HATI???. Ataukah senyuman itu hanya sekedar basa-basi?, hanya syarat atau sebagai pelengkap etika pertemanan atau supaya tidak dibilang sombong?, atau mungkin agar mereka nanti juga akan memberikan senyuman balik pada kita ketika bertemu lagi dengan mereka di lain waktu dan kesempatan?. Entahlah, tentunya hanya hati kita masing-masing lah yang tahu jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Genuine Smile&lt;/span&gt; tidak mengharapkan apapun, karena ia terlahir dari telaga hati yang hanya ingin mengalirkan dan mempersembahkan kesejukan dan kedamaian bagi dunia. Dan karena SENYUMAN itu adalah ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Let’s give our smile which is  from the bottom of our heart as the sweetest gift for our friends, that’s the genuine smile&lt;/span&gt;:).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-814927473937390965?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/814927473937390965/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/11/genuine-smile.html#comment-form' title='96 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/814927473937390965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/814927473937390965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/11/genuine-smile.html' title='Genuine Smile :)'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/SvGa16SZFVI/AAAAAAAAAC8/T1vhE9Fs8aM/s72-c/Kakaknya+Farel+%3B).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>96</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-6327649823008309801</id><published>2009-10-30T18:49:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T19:02:51.178-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term=': cerita jalanan'/><title type='text'>30 Menit Bersama Nenek, Ditemani Bintang &amp; Rembulan...</title><content type='html'>Malam itu, waktu telah menunjukkan pukul 9 kurang 15 menit, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;it’s time to go home!&lt;/span&gt;. Nah karena jarak kosan saya dengan tempat kursus tidak terlalu jauh, maka saya lebih memilih berjalan kaki daripada harus naik ojek, lumayan kan selain mendukung program kesehatan tubuh juga bisa sedikit berhemat untuk kesehatan kantong. Yah begitulah anak kos, kalau masalah berhemat tuh sepertinya memang keharusan deh, bukan satu kesadaran:). &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasanya, kalau berjalan di malam hari maka saya akan sangat menikmati perjalanan itu, sehingga saya pun berjalan dengan sangat santainya sambil merasakan hembusan sepoi angin malam dan mengamati lalu lalang orang dan kendaraan yang sudah mulai sepi. Sesekali saya pun akan berhenti dan memandang serta menikmati keindahan langit malam dari kejauhan. Namun sayang seribu kali sayang pesona langit malam di Jakarta tak seindah langit malam di kampung saya, di Kuantan sana. Tetapi dimanapun itu, pesona langit malam buatku tetap takkan pernah bisa habis untuk disyukuri. Dan itulah salah satu wujud karya cipta nan agung dari sang PEMILIK jagad raya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sebenarnya angin malam jalanan kurang begitu sehat, tapi entah kenapa saya sangat menikmatinya. Berada di samping kekasih hati membuat suasana semakin romantis, berjalan berdampingan bermandikan kemilau cahya lampu berwarna kuning keemasan, ditambah dengan hangatnya sinar rembulan yang melengkapi pancaran cahya bintang yang tak pernah berhenti bersinar. ”Eiit stop!!!” kata hatiku, seketika aku clingak-clinguk ke samping kanan dan kiri, eeeh ternyata enggak ada orang ding!, hoooo jadi barusan tuh lagi ngayal toh hihihihi, jadi malu!:). ”Tidak mengapa bila tak ada kekasih hati, kan ada Kekasih Sejati yang selalu setia menemani, yakinlah itu Ta”, kata hatiku memberikan wejangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak lama setelah itu, dari jarak yg tidak begitu jauh aku melihat di depanku ada seorang wanita yang juga sedang berjalan sambil menggendong sebuah karung yg berukuran besar, yang aku perkirakan isinya adalah sampah-sampah plastik. Tapi ukuran karung yg begitu besar tersebut terlihat melebihi dari besarnya ukuran tubuh wanita itu, sampai-sampai dia harus membungkuk ketika berjalan untuk mengimbangi beratnya beban karung tersebut. ”sungguh wanita yang kuat” kataku berguman. Lalu tanpa membuang waktu, langsung saja aku kejar dan hampiri wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ibu, pulangnya kemana?”, tanyaku sambil mengiringi langka-langkah kakinya. ”Nenek pulang ke Pedongkelan sana Cu’”, jawabnya dan kemudian menghentikan langkahnya. Lalu kami pun sedikit menepi, lebih merapat ke sisi trotoar jalan, agar aman dari lalu lintas kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi. Masih dengan posisi berdiri aku kemudian lanjut bertanya: ”kenapa malam-malam begini masih berjalan mencari sampah-sampah ini Nek?, memang dari jam berapa nenek mulai mengumpulkan ini semua”, kataku sambil sedikit nyerocos. ”Iya, memang setiap hari nenek selalu pulang jam segini Cu, karena nenek kan mulai keluarnya siang menjelang sore hari, dan baru pulang ya jam segini ini” katanya sambil membetulkan letak karung sampah yang segede gaban itu. Duh terus terang aku tidak tega melihat nenek itu, tapi apa yah yang bisa aku lakukan buat nya *sambil sedikit mikir*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika tanpa aku duga dan aku minta nenek itu langsung bercerita tentang diri dan keluarganya dengan penuh semangat, masih terus sambil berdiri menggendong karung sampah itu. Nampaknya dia ingin bercerita banyak kepadaku, ”baiklah, mungkin ini adalah salah satu yang bisa aku berikan buat nenek itu, memberikan sedikit waktuku untuk mendengarkan ceritanya”, kata ku di dalam hati. Sebelum dia bercerita sebenarnya aku ingin memintanya untuk meletakkan dulu karung itu, supaya ngobrolnya lebih enak. Tapi melihat nenek sudah begitu bersemangatnya ingin bercerita, aku urungkan niatku karena tak ingin memotong ceritanya. Dan jadilah malam itu aku mendengarkan cerita nenek sambil berdiri di pinggir jalan di sekitaran Cempaka Mas. Latarnya memang masih di Simpang Coca Cola juga nih, ya iyalah! kan aku sudah dinobatkan menjadi ketua preman di situ sekarang:D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku pun mulai mendengarkan cerita nenek dengan seksama sambil terus memandangi wajahnya yang telah keriput dimakan usia. Di tengah lalu lalang orang di jalanan itu nenek terus bercerita tentang anaknya yang semata wayang yang sudah tidak peduli lagi dengan kondisi hidupnya, anaknya justru lebih sering bersikap kasar dan melawan kepada orang tua. Nenek sudah sekian tahun ditinggal oleh sang suami, dan saat ini nenek hanya tinggal bersama seorang cucu di daerah kumuh di pinggiran Ibukota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak banyak yang nenek harapkan dari anaknya, beliau hanya berharap bahwa anak itu ”mengakui” keberadaan dirinya yang telah melahirkannya dengan susah payah. Bahkan sampai ada yang bilang bahwa anak yg telah dilahirkannya itu adalah seorang anak angkat karena sama sekali tak mau ambil peduli dengan keadaan ibunya sendiri. Tapi nenek itu sama sekali tidak mau merepotkan anaknya, makanya beliau masih terus berusaha apapun yang masih bisa dikerjakan. Saat ini yang masih kuat dikerjakan oleh nenek adalah mengumpulkan sampah-sampah plastik, koran, kardus dan sejenisnya yang selanjutnya akan dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurut cerita nenek juga kalau dulu mungkin nenek masih ada pekerjaan tambahan lain yaitu menjadi buruh cuci, tetapi sekarang nenek sudah tidak mampu lagi katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek yakin bahwa selagi kita mau berusaha, apapun itu asalkan halal maka jangan pernah takut kelaparan. Karena nenek percaya ALLAH itu maha Pemurah, dan ALLAH tidak akan membiarkan hambaNYA dalam kesendirian. Nenek juga mengatakan bagaimana pun tidak pedulinya anak yg telah dilahirkan itu kepada dirinya, namun ia masih terus mendoakan anaknya, agar selalu bahagia di dunia ini dan bisa selamat di akhirat kelak. Hanya itu setiap hari yang nenek mintakan kepada Sang Gusti ALLAH, katanya. Meskipun nenek hanya orang kecil, tapi DIA yang maha mendengar dan tak pernah tidur tidak akan pilih kasih kepada hamba NYA. Siapa yang mau berusaha maka ALLAH lah yang akan memudahkan jalannya. Dan Nenek selalu yakin akan hal itu, lanjutnya sambil memandang wajahku dan kemudian berucap: ”nama cucu siapa?” katanya, ”Nenek panggil saja aku Rita” kataku menjawab pertanyaan nenek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelihatannya Nenek sudah sangat lelah, dan tak terasa rupanya sudah 30 menit aku berdiri bersama Nenek di pinggir jalan itu. Waktu sudah menunjukkan hampir pukul 10 malam, lalu aku pun mohon pamit kepada Nenek karena sudah cukup larut rupanya, aku harus segera meninggalkan tempat itu sebab sudah semakin menyeramkan buatku *aneh!! ketua preman kok ternyata penakut juga yak:)*. Lalu kami pun berpisah di persimpangan Coca Cola itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berjalan seorang diri diantara lalu-lalang kendaraan dan anak-anak jalanan, aku masih terus teringat nenek. Betapa setiap manusia itu pasti memiliki kisah dan cerita hidupnya masing-masing, dan setiap kisah itu telah tertulis di dalam sebuah kitab di Lauhil Mahfud sana. Hanya saja yang membedakan antara satu cerita hidup manusia dengan manusia lainnya adalah sejauh mana setiap diri mampu berjuang dan mengusahakan yang terbaik untuk kelangsungan hidupnya. Dan setiap manusia mempunyai semangat juang yang berbeda-beda tentunya, tapi satu hal yang pasti adalah siapa yang bersungguh-sungguh maka insyaALLAH dia lah yang akan mendapatkan keberhasilan. Dan apapun hasil yg kita peroleh, itu merupakan kondisi terbaik untuk kita dalam pandangan ALLAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, bisa mendengarkan sekilas tentang cerita seorang nenek yang hidup di tengah belantara kota metropolitan merupakan sebuah anugerah buat diriku. Aku sadar dengan sepenuhnya bahwa ALLAH lah yang telah menakdirkan pertemuanku dengan nenek di tempat itu, di jam segitu dan dengan latar suasana yang seperti itu. Mari sahabat kita berikan sedikit waktu kita untuk mendengarkan cerita dan keluh kesah ”mereka”. Selama ini kita mungkin hanya memandang dan membicarakan mereka dari kejauhan, jarang mencoba untuk mendekat dan menyelami hati mereka, mencoba merasakan apa yang sedang mereka rasa dan apa yang sebenarnya mereka inginkan. Walaupun tak banyak memang yang bisa aku berikan kepada Nenek, bahkan mungkin teramat sedikit, yah hanya 30 menit dari waktuku. Tetapi setidaknya dengan aku mau mendengarkan cerita nenek, mudah-mudahan bisa sedikit mengurangi dan meringankan beban bathinnya. Sehingga ia bisa melangkah dengan hati yang juga mudah-mudahan lebih ringan serta dengan senyuman tentunya, amiin dan semoga ya Rabb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-6327649823008309801?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/6327649823008309801/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/10/30-menit-bersama-nenek-ditemani-bintang.html#comment-form' title='77 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/6327649823008309801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/6327649823008309801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/10/30-menit-bersama-nenek-ditemani-bintang.html' title='30 Menit Bersama Nenek, Ditemani Bintang &amp; Rembulan...'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>77</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-4809665746165392783</id><published>2009-10-23T08:37:00.000-07:00</published><updated>2009-10-23T10:21:25.055-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinderamata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='persahabatan'/><title type='text'>Cinderamata dari Sahabat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/SuHk6f4MIzI/AAAAAAAAAC0/5yDN8Fg9RAU/s1600-h/Buku+from+Pak+Gus.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/SuHk6f4MIzI/AAAAAAAAAC0/5yDN8Fg9RAU/s200/Buku+from+Pak+Gus.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395845522207286066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejak jam 3 pagi tadi ada masalah yang cukup serius dengan perut saya, sehingga harus bolak balik ke kamar kecil. Jadi hari Jumat ini akhirnya saya putuskan untuk tidak masuk kantor saja, daripada nanti saya tidak bisa menahan ”tuntutan” dari dalam tubuh untuk segera keluar, yah lebih baik saya di rumah saja deh. Lagian di kantor  pun pekerjaan sedang tidak padat, karena belum mulai masuk klien.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Siang harinya ketika saya baru saja balik dari kamar kecil, ada seorang petugas kurir memanggil dan mengetuk-ngetuk pintu pagar, lalu saya hampiri petugas tersebut. Dan memang tepat sekali ternyata pak kurir tersebut mencari nama saya. Pucuk di cinta ulam pun tiba. Ketika saya lihat, wah ini kiriman dari Pak guskar rupanya, sebuah buku yang sedang saya nanti-nantikan!. Dan saya amati bungkus nya persis sekali dengan gambar yg kemarin dipasang pak gus pada postingan &lt;a href="http://guskar.com/2009/10/22/lastri-jatuh-cinta2-tamat/"&gt;Lastri Jatuh Cinta # 2&lt;/a&gt;. Saya pandangi lekat-lekat bungkusan tersebut. ”Hmm, pekerjaan tangan mba Lastri nih memang rapi yah” kataku dalam hati. Rasanya sayang sekali kalau sampul ini di buka, makanya saya urungkan niat saya untuk membukanya, karena masih ingin terus melihat bungkusan itu sampai puas:).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hampir 1 jam lebih saya puas memandangi bungkusan tersebut, akhirnya saya putuskan untuk kemudian membukanya. Dan jreng jreng jreng!!!, tampaklah cover sebuah Novel berjudul &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Negeri 5 Menara&lt;/span&gt; karangan A Fuadi. Di sebelah atas judul tersebut ada sebuah tulisan yg ditulis pada potongan kertas berwarna putih yang berbunyi: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;”Cinderamata Kenduri Narablog 2009 Jilid 2 guskar.com”&lt;/span&gt;. Lalu saya lepaskan potongan kertas tersebut, dan langsung saya tempelkan kembali di halaman kedua setelah halaman cover, dan kemudian saya tuliskan di bawah tulisan tersebut tanggal saya menerimanya yaitu tanggal 23 Oktober 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pertama kali saya melihat cover novel itu pada postingan Pak Guskar yang berjudul &lt;a href="http://guskar.com/2009/10/14/woro-woro/"&gt;Woro-Woro&lt;/a&gt;, saya telah jatuh cinta pada judul novel tersebut. Waktu itu saya berucap: ”Ya ALLAH aku ingin sekali novel itu”, kata saya dalam hati sambil merengek. Tapi kemudian keinginan itu langsung terlupakan begitu saja. Dan saya pun kemudian ikut berpartisipasi dalam Kenduri Narablog nya Pak Gus tanpa berharap banyak, yah benar-benar hanya ingin meramaikan saja. Dan betapa senangnya saya pada saat pengumuman di postingan ”&lt;a href="http://guskar.com/2009/10/20/mereka-yang-beruntung/"&gt;Mereka yang Beruntung&lt;/a&gt;” saya melihat bahwa saya mendapatkan novel ini. Alhamdulillah, ALLAH mengabulkan keinginan saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat membaca judul novel ”Negeri 5 Menara” ini, saya sama sekali belum bisa membayangkan gambaran cerita yang disuguhkan di dalamnya. Lalu iseng-iseng saya pun membuka halaman novel tersebut secara acak, dan akhirnya pandangan mata saya terdampar pada halaman 107. Setelah saya baca rangkaian kata, kalimat dan paragraf yang ada pada halaman tersebut. Subhanallah, sebuah novel yang sangat inspiratif saya fikir. Saya baru membaca satu halaman loh, tetapi semangat dan jiwa saya seperti telah dibakar (secara positif) oleh goresan-goresan kalimat di dalam lembaran tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada halaman 107 tersebut, saya membaca diantaranya paragraf-paragraf sebagai berikut: ”ada dua hal yang paling penting dalam mempersiapkan diri untuk sukses yaitu: pertama, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;going the extra miles&lt;/span&gt;, atau terjemahan bebasnya di situ ditulis ”tidak menyerah dengan rata-rata”. Kalau orang belajar 1 jam, dia akan belajar 5 jam; kalau orang berlari 2 kilo, dia akan berlari 3 kilo; kalau orang menyerah di detik ke sepuluh, dia tidak akan menyerah sampai detik 20. Selalu berusaha meningkatkan diri lebih dari orang biasa. Itulah budaya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;going the extra miles&lt;/span&gt;. Kedua, tidak pernah mengizinkan diri kalian dipengaruhi oleh unsur di luar diri kalian. Oleh siapa pun, apa pun dan suasana bagaimana pun. Kalian lah yang berkuasa terhadap diri kalian sendiri, jangan serahkan kekuasaan kepada orang lain. Kalian punya pilihan di lapisan diri kalian paling dalam, dan itu tidak ada hubungannya dengan pengaruh luar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca satu halaman tersebut membuat saya semakin bernafsu ingin langsung melahap halaman demi halaman dari buku itu. Hmm, tampaknya akhir minggu ini insyaALLAh akan dihabiskan dengan membaca novel baru ini nih:).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam kesempatan ini, saya ingin mengucapkan Terima Kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak &lt;a href="http://guskar.com/"&gt;Agus Sukarno Suryatmojo&lt;/a&gt; atas Cinderamata nya dan kepada &lt;a href="http://nakjadimande.com/"&gt;Sabai nan Aluih&lt;/a&gt; atas pilihan novel yang diberikan. Semoga ALLAH memberikan balasan yang sebaik-baiknya kepada beliau berdua. Dan semoga cinderamata ini semakin mempererat ikatan persahabatan dan persaudaraan diantara kita semua, amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-4809665746165392783?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/4809665746165392783/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/10/cinderamata-dari-sahabat.html#comment-form' title='92 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/4809665746165392783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/4809665746165392783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/10/cinderamata-dari-sahabat.html' title='Cinderamata dari Sahabat'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/SuHk6f4MIzI/AAAAAAAAAC0/5yDN8Fg9RAU/s72-c/Buku+from+Pak+Gus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>92</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-4264472497691377052</id><published>2009-10-21T00:40:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T00:56:08.947-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rindu tak bertepi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan kenangan'/><title type='text'>Menyusuri Jalan Kenangan  - Blok # 2, Selesai.</title><content type='html'>Aku terus melangkah dengan sangat pelan dan sesekali berhenti, mencoba melihat sekeliling, apa saja yang berbeda dengan suasana pada saat dulu aku melewati jalan itu. Dan ternyata sudah banyak sekali yg berubah. Seperti kata Pak &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;a href="http://guskar.com/"&gt;Guskar&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, sekarang sudah ada flyover, jadi kemacetan sudah jauh sekali berkurang dibandingkan dulu, sudah ada pagar yang membatasi antara jalan dengan bangunan Cempaka Mas, dan sudah banyak terdapat rumput-rumput liar di sepanjang jalan itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata masih ada beberapa yang tidak berubah yaitu masih banyak anak jalanan yang hilir mudik, dan beberapa orang pemungut sampah yang tengah duduk karena kelelahan, serta lalu lalang para pengunjung Cempaka Mas dengan mobil-mobil mewah mereka. Sungguh sebuah pemandangan yang memilukan buat aku. Diantara lalu lalang mobil mewah itu masih ada anak jalanan yang mencari makan di kotak-kotak makanan sisa, dan begitu banyak juga para pemulung sampah yang harus menahan rasa lapar karena belum dapat  uang untuk beli makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak hal yang telah berubah, tentunya bagiku satu yang sangat membedakan suasana jalan itu antara dahulu dan sekarang yaitu: dulu saat aku berjalan di situ masih ada dia di sampingku, namun kini aku berjalan sendiri dengan segala rasa yang telah menepi, yah mungkin saja karena rasa itu telah lelah menanti sesuatu yang tak kunjung nyata, sehingga akhirnya ia pun menyerah dan kemudian memutuskan untuk menghentikan langkah-langkah  asa dan mimpinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah ”keautisan” ku menikmati kenangan masa lalu itu, dari jarak beberapa meter aku melihat ada yg sedang memperhatikanku dengan seksama. Dipandanginya aku dari kejauhan sambil mengusap keningnya. Dalam hati aku bilang: ”nih orang kenapa yah kok memandangi aku seperti itu?”, seperti ada yang salah dengan diriku, apakah aku seperti orang yg sedang kebingungan???, ataukah wajahku saat itu memang memperlihatkan seseorang yg sedang mengenang masa lalu?. ”Ah rasanya tak mungkin orang itu tahu tentang apa yg ada di dalam hatiku saat ini, memangnya dia peramal apa!”, kata hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu setelah aku sampai di dekatnya dia langsung bertanya: ”mau kemana Nak?”  sapanya dengan ramah dan penuh tanda tanya, ”ooh tidak, saya hanya sedang berjalan-jalan saja pak” jawabku singkat ditambah seulas senyuman. ”Bapak sudah makan?” tanyaku kepada bapak yang ada di hadapanku itu. ”waah boro-boro makan Nak, nih sampah-sampah yg saya kumpul dari tadi juga belum dijual” katanya dengan sedikit lemas namun tetap dengan senyumannya yang memancarkan ketegaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak sekali rona keletihan pada raut muka bapak itu, wajahnya yang telah tampak tua dan renta saat itu basah bermandikan keringat, menunjukkan telah begitu jauh perjalanan nya di hari itu.  Tubuhnya yang kurus dan coklat, serta tulang-tulang yang bermunculan menunjukkan betapa telah begitu panjang dan berlikunya cerita hidup yang telah dia lalui. Namun sorot matanya tidak pernah sedikitpun memperlihatkan keputusasaan dan kelemahan. Meski baru bertemu untuk pertama kalinya, tetapi buatku bapak ini adalah sosok manusia yang penuh dengan optimisme dan sangat mandiri. Di sebelah tempat ia duduk, terdapat satu karung besar yang berisikan sampah-sampah plastik yang siap untuk dijual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu juga entah kenapa langsung terbayang olehku sesosok wajah yang kini telah tiada, seorang Bapak yang telah menjadi jalan kehadiranku di dunia ini, hiks. Kucoba menahan bulir-bulir bening di ujung mata yang sudah mendesak ingin berhamburan keluar, aku tahan dengan sekuat tenaga agar tak dilihat oleh bapak itu. Beberapa saat kemudian aku sodorkan kepadanya selembar uang yang aku fikir lebih dari cukup untuk makan Bapak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ini untuk Bapak”, kataku sambil tetap menahan bendungan di mataku. Lalu beliau pun menolak dan bilang: ”tidak usah Nak, terima kasih, nanti saya tunggu semua sampah-sampah ini laku saja”. Lalu aku pun bilang: ”iya, tapi saya tetap ingin memberikan ini untuk Bapak” kataku sambil terus menyodorkan tanganku padanya. Lalu dengan sedikit ragu beliau menerima sodoran tanganku sambil berujar lirih: ”saya terima  ya Nak, tapi bukan saya yang minta sama anak loh ya”, katanya dengan suara yang mengandung nada kekhawatiran. ”iya saya tahu, ini kan saya sendiri yang ingin memberikannya pada Bapak, jadi memang bukan Bapak yg memintanya” sambung ku dengan senyuman terbaikku. Lalu beliau pun tersenyum sambil berucap: ”terima kasih banyak Nak, semoga ALLAH memurahkan rizkimu ya”, ”terima kasih kembali pak, amiin, mari pak”, kataku sambil  berlalu meninggalkan Bapak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berlalu dari bapak itu, aku biarkan bulir-bulir bening di mataku mengalir, dan setelah itu rasanya kerinduan kepada ayah tercinta bisa sedikit terobati. Yah meski hanya sedikit dari lautan rindu yang tak bertepi. Biarlah hanya ALLAH yang akan menyampaikan rinduku padanya, dan cukuplah kepada ALLAH kugantungkan harapan agar kerinduan tuk berjumpa dengannya menjadi sebuah kenyataan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, bapak tadi adalah salah satu contoh orang yang sangat menjaga dari sikap meminta-minta demi sebuah kehormatan dan martabatnya. Yah itulah contoh manusia yg memiliki harga diri meskipun dia hidup berbalutkan kekurangan dan kemiskinan. Betapa beliau takut dicap telah meminta sesuatu yang bisa dia cari dengan usaha dan jerih payahnya sendiri. Walaupun mungkin hasil yg bisa diperoleh tidak seberapa, tetapi buat orang-orang seperti Bapak itu harga diri  adalah sesuatu yang harus dijaga dan dipertahankan sepanjang hayat masih dikandung badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, betapa berharga pengalaman di hari itu, terima kasih ALLAH. Jalan Kenangan itu terasa semakin indah dalam hatiku, karena menjadi jalan pertemuanku dengan seorang Bapak semulia beliau...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By risantchan di jalan kenangan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-4264472497691377052?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/4264472497691377052/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/10/menyusuri-jalan-kenangan-blok-2-selesai.html#comment-form' title='40 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/4264472497691377052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/4264472497691377052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/10/menyusuri-jalan-kenangan-blok-2-selesai.html' title='Menyusuri Jalan Kenangan  - Blok # 2, Selesai.'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>40</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-7201855885001637802</id><published>2009-10-17T01:56:00.000-07:00</published><updated>2009-10-17T02:01:53.687-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan kenangan'/><title type='text'>Menyusuri Jalan Kenangan  - Bag # 1</title><content type='html'>Siang itu (5 hari yang lalu tepatnya, dan di hari Selasa lebih detilnya), setelah nongkrong sebentar di salah satu toko buku di Cempaka Mas *caelah istilahnya nongkrong coy*:), aku kemudian berjalan mengikuti kemana langkah-langkah kaki ini akan menapak *hihihihi puitis beneeer*. Nah ketika aku sampai di perempatan simpang coca cola, aku lantas berhenti, entah  mengapa aku bingung akan kemana melangkah, seperti enggan untuk melanjutkan perjalanan pulang ke kosan, sehingga akhirnya aku palingkan wajah ku ke sebelah kiri dari tempat aku berdiri. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saat itu aku sedang berdiri di depan Cempaka Mas sambil menghadap lurus ke arah Pulogadung. Setelah berpaling ke arah kiri, nampaklah olehku sebuah jalan, ”jalan kenangan”. Cerita di balik jalan itu kini telah usai tentunya. Telah menjadi sebuah cerita masa lalu, telah masuk dalam gudang-gudang penyimpanan memori dan tak akan pernah bisa aku ambil lagi keculai DIA yang menghendaki aku untuk meraih kembali bagian dari masa lalu itu di ranah masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku putuskan untuk melangkah menyusuri jalan kenangan itu, mencoba menghadirkan kembali ”rasa” yang dulu pernah aku miliki saat berjalan bersamanya di sana, tapiii ternyata tak bisa. Meski hanya sekedar ingin merasakan saja ”rasa” yg dulu pernah hadir sebagaimana adanya, tetap tak bisa. Ternyata segala hal yang telah kita kubur dan  telah kita ikhlaskan menjadi bagian dari masa lalu benar-benar akan menghilang yah, menghilang dari waktu yang kita miliki saat ini, menghilang dari rasa, dan menghilang dari keberadaannya di dalam ranah memori kekinian kita. Cerita itu telah tersimpan dengan sangat rapi di dalam kotak-kotak memori. Kita memang bisa menghadirkan kembali rasa masa lalu itu namun tetap dengan keberadaan raga kita di masa kini, jadi bagaimana pun, rasa nya pasti akan berbeda. *Ternyata saya lemot yah dalam mengambil pembelajaran tentang kehidupan, hiks*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita berjalan di masa kini dan mencoba menempatkan diri di ranah masa lalu, maka tidak akan pernah berhasil, karena masa kini adalah masa kini dengan segala eksistensi dan kekiniannya, dan masa lalu itu telah berlalu dengan segala  cerita dan kenangan terdahulunya. Mencoba menghadirkan kembali kenangan masa lalu, mungkin bisa saja, tetapi  tetap dengan nuansa kekinian yang ada, yang nyata di depan mata kita. Sama seperti kita yang mencoba membayangkan masa depan dalam ranah masa kini, pun tidak akan pernah bisa melahirkan keadaan ”rasa” yang sesungguhnya yang mungkin nanti akan terjadi bila itu benar-benar terjadi. Bisa jadi lebih dari yg kita bayangkan atau mungkin jauh dibawah ekspektasi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi yang paling berharga yang kita miliki adalah masa sekarang ini lah, karena itu harus kita syukuri, dan biarkanlah masa lalu itu bersemayam di dalam lemari memori penyimpanan, yang berdinding bening dan telah terkunci dengan sangat rapat, yang bisa kita lihat kapan pun bila kita mau dan ingin belajar darinya, tapi tetap tak bisa kita buka lagi, karena kunci nya telah tertelan dan dibawa oleh sang waktu yg takkan pernah kembali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By risantchan di jalan kenangan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-7201855885001637802?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/7201855885001637802/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/10/menyusuri-jalan-kenangan-bag-1.html#comment-form' title='88 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/7201855885001637802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/7201855885001637802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/10/menyusuri-jalan-kenangan-bag-1.html' title='Menyusuri Jalan Kenangan  - Bag # 1'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>88</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-6370533838201046665</id><published>2009-10-14T03:07:00.000-07:00</published><updated>2009-10-14T03:24:08.129-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komitmen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='setia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Kata Terurai Jadi Laku</title><content type='html'>Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu. Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekatnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat perempuan itu berkata padanya, " Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri." Tapi lelaki itu malah menjawab, " Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka kemudian dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa. Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini kepadanya. Lelaki itu menjawab enteng, " Aku memutuskan untuk mencintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah cinta ketika ia terurai jadi laku. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati…terkembang dalam kata….terurai dalam laku… Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai kepalsuan dan tidak nyata… Kalau cinta sudah terurai jadi laku, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhujam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam laku. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakn kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pencinta sejati disini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang dihasilkan oleh perasaan cinta itu. Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti. Cinta yang tidak terurai jadi laku adalah jawaban atas angka-angka perceraian yang semakin menganga lebar dalam masyarakat kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah memang menemukan cinta yang ini. Tapi harus begitulah cinta, seperti kata Imam Syafii:&lt;br /&gt;Kalau sudah pasti ada cinta di sisimu &lt;br /&gt;Semua kan jadi enteng &lt;br /&gt;Dan semua yang ada di atas tanah &lt;br /&gt;Hanyalah tanah jua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Ust. Anis Matta &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=====================================================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf jika mungkin sebagian besar sahabat sudah pernah membaca tulisan di atas, karena memang tulisan tersebut juga saya dapatkan dari hasil browsing saya beberapa tahun yg lalu. Yah mudah2an tetap ada manfaat yang bisa diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa sore ini saya iseng membuka file-file lama di folder pribadi saya. Ada banyak file yang saya temukan di sana, yang dulu pernah saya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;save&lt;/span&gt; ketika sedang browsing, dan ternyata semua masih saya simpan. Dulu ternyata saya hanya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;save&lt;/span&gt; aja dan belum sempat dibaca. Hingga kemudian saya temukan satu tulisan dari Ust. Anis Matta di atas, dan ketika saya baca, subhanallah dalam sekali maknanya. Terus jadi teringat sahabat2 blogger deh:), mungkin ada yg belum pernah membaca tulisan ini, karena saya fikir tulisan Ust.Anis Matta tuh bagus2 dan penuh dengan pembelajaran hidup. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-6370533838201046665?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/6370533838201046665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/10/kata-terurai-jadi-laku.html#comment-form' title='58 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/6370533838201046665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/6370533838201046665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/10/kata-terurai-jadi-laku.html' title='Kata Terurai Jadi Laku'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>58</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-2501851944805400292</id><published>2009-10-11T03:20:00.000-07:00</published><updated>2009-10-11T03:26:13.846-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tak menentu'/><title type='text'>Ikuti Saja Iramanya...</title><content type='html'>Ikuti saja iramanya...Bila hati ingin menangis, ya menangis lah meski mungkin orang akan mengatakan dirimu cengeng, tak perlu kau dengarkan mereka, ikuti saja kata hatimu selama itu tidak mengganggu mereka. Saat hati ingin tersenyum, ya tersenyumlah, bahkan tertawalah, asalkan jangan sampai membangunkan anjing tetangga, cukup tertawa sekedar saja maksudnya...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun jika hatimu sedang bingung, tak tahu apa nak dirasa, hati-hatilah jangan sampai kau melangkah dalam lorong gelap, karena nanti akan meninggalkan jejak-jejak kelabu di hamparan tanah hatimu...Jika seperti itu, biarkanlah hati itu berhenti sejenak, berikan dia waktu untuk merenung, berfikir, menimbang-nimbang, bertanya pada PEMILIKnya, sehingga nanti dia akan kembali kepadamu dengan semangat baru dan dengan kekuatan baja untuk melangkah melanjutkan sisa perjalanan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini memang tidak selamanya terang benderang, ada saatnya kita melalui lorong yang sangat gelap atau mungkin sekedar mendung yang menghampiri sang bumi. Namun meski mendung atau gelap itu menghampiri hidup kita, tak perlu resah atau berputus asa. Karena ada DIA yang maha PERKASA, yang akan mempergilirkan terang dan gelap, mendung dan cerah serta memasukkan siang kepada malam, dan begitu seterusnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergantian suasana terang dan gelap itu justru yang akan membuat dunia ini lebih berwarna, dan yang akan menjadikan kita jauh lebih kuat dan tegar menghadapi ruang dan lorong-lorong panjang yang mungkin akan jauh lebih gelap. Sabar dan ikhlas adalah kuncinya, itu kata ustadz tetangga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*berbicara itu memang lebih mudah*...Tapi setidaknya dengan berbicara (baca:menulis) semoga bisa memotivasi diri untuk bertindak positif di setiap penggalan kisah hidup kita. Karena menulis juga bagian dari cara kita untuk mencurahkan setiap hal yang  dirasa, serta bagian dari cara diri kita untuk menasehati jiwa yang sedang melemah. Jadi, ikuti saja iramanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-2501851944805400292?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/2501851944805400292/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/10/ikuti-saja-iramanya.html#comment-form' title='51 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/2501851944805400292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/2501851944805400292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/10/ikuti-saja-iramanya.html' title='Ikuti Saja Iramanya...'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>51</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-5972053006917595413</id><published>2009-10-05T01:30:00.000-07:00</published><updated>2009-10-05T02:32:20.466-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sunyi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Apakah Ada Bedanya</title><content type='html'>Apakah ada bedanya hanya diam menunggu&lt;br /&gt;Dengan memburu bayang-bayang, sama-sama kosong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ada bedanya bila mata terpejam&lt;br /&gt;Fikiran jauh mengembara menembus batas langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*penggalan-penggalan lagu dari Ebiet G Ade&lt;br /&gt;=====================================================================================&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di sana kau menunggu, &lt;br /&gt;di sini aku memburu bayang-bayang&lt;br /&gt;....................................................&lt;br /&gt;Saat ini  aku hanya ingin berdiam&lt;br /&gt;mencoba merenung dalam kesendirian&lt;br /&gt;tengok kembali jejak-jejak dari perjalanan&lt;br /&gt;mungkin ada petunjuk arah yang terabaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keyakinan terbentur dengan realita kehidupan&lt;br /&gt;Asa dan mimpi seakan menghilang ditelan keegoan&lt;br /&gt;.................................................................&lt;br /&gt;Coba melangkah dalam keraguan, tak bisa&lt;br /&gt;Coba berjalan dalam ketakutan, pun sama&lt;br /&gt;Coba tersenyum dalam kehampaan, aneh rasanya&lt;br /&gt;Yang tersisa hanya rindu dan sunyi yang mendera&lt;br /&gt;................................................................&lt;br /&gt;Semoga DIA membuang jauh keraguan&lt;br /&gt;Dan membukakan jalan keyakinan&lt;br /&gt;Meski saat ini aku hanya ingin diam dalam kesunyian&lt;br /&gt;Hanya itu kawan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-5972053006917595413?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/5972053006917595413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/10/apakah-ada-bedanya.html#comment-form' title='83 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/5972053006917595413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/5972053006917595413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/10/apakah-ada-bedanya.html' title='Apakah Ada Bedanya'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>83</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-4308552354311049731</id><published>2009-09-28T16:06:00.000-07:00</published><updated>2009-09-28T16:25:34.076-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kontemplasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisiku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kekasih Sejati'/><title type='text'>Betapa Ku Rindu Pada MU…</title><content type='html'>Ya Rabbi….&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika hatiku resah pada Mu ku mengadu&lt;br /&gt;Ketika ku ragu pada Mu ku mohon petunjuk&lt;br /&gt;Saat ku berduka, Kau hibur aku dengan berjuta rahmat Mu&lt;br /&gt;Saat ku berputus asa, Kau alirkan samudera harapan dalam hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala ku dalam bahaya, Kau yang melindungi&lt;br /&gt;Kala ku merasa lemah, Kau kuatkan dengan CINTA MU&lt;br /&gt;Dan ketika ku merasa sendiri...&lt;br /&gt;Kau hadirkan sahabat-sahabat terbaik dalam hidupku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk semuanya ini terima kasih ya Rabb…&lt;br /&gt;Betapa ku mencintai Mu&lt;br /&gt;Betapa ku rindu berjumpa dengan Mu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coretan sederhana itu ditulis sekitar lima tahun yang lalu, tidak lama setelah aku sempat tersesat pada suatu malam di rimba Jakarta seorang diri. Duh masih terbayang betapa pada saat itu aku sangat ketakutan dan bahkan mungkin hampir menangis (duh cengeng yah). Tapi Alhamdulillah pd saat itu datang lah seorang ukhti menghampiri, dia menyalamiku dengan erat dan menguatkan langkah ku. Alhamdulillah akhirnya aku bisa kembali berfikir dan mencari alamat yang sedang aku tuju…Dan saat itu aku memandang tempat tersebut sebagai sebuah tempat yg sangat menyeramkan, dan tak ingin sedikitpun berada di tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tahukah sahabat bahwa tempat dimana aku dulu pernah tersesat tersebut saat ini menjadi tempat untuk aku pulang setiap harinya. Misterius yah hidup itu. Dari situ aku jadi belajar bahwa suatu saat di dalam hidup mungkin saja kita akan tersesat atau mungkin pernah membenci sesuatu, tetapi ingat boleh jadi sesuatu yang saat ini tidak kita sukai atau hindari, suatu saat di masa depan hal itulah yang akan menemani hari-hari kita, dan begitu pun sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-4308552354311049731?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/4308552354311049731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/09/betapa-ku-rindu-pada-mu.html#comment-form' title='48 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/4308552354311049731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/4308552354311049731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/09/betapa-ku-rindu-pada-mu.html' title='Betapa Ku Rindu Pada MU…'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>48</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-653315910263967178</id><published>2009-09-26T23:23:00.000-07:00</published><updated>2009-09-26T23:37:39.183-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belahan jiwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rindu'/><title type='text'>Kapan Ya Kita Akan Berjumpa ?</title><content type='html'>Bila rindu itu menyapa, terkadang aku bertanya kapan ya kita akan berjumpa? Mungkinkah perjumpaan itu akan menjadi nyata ataukah suatu saat itu hanya akan menjadi sebuah mimpi yang tak berarti. Entahlah, pengalaman masa lalu terkadang membuat diri ini tak ingin berharap terlalu jauh, karena tak mau ada lagi luka yg menghampiri dan menghuni relung-relung hati. Meski aku tahu sebenarnya luka juga bagian dari warna yang akan membuat hidup ini lebih bermakna.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perjumpaan itu memang hanya akan terjadi kalau DIA menghendaki, kalau memang telah tertulis dalam Catatan NYA. Dan tugas manusia adalah berusaha agar goresan tulisan itu mewujud menjadi nyata. Dalam keseharian, hidup kita memang selalu diselimuti dengan berbagai misteri, tak terduga dan penuh dengan kejutan-kejutan. Dan bisa mengenal mu adalah sebuah anugerah, meski aku tak pernah tahu mungkinkah aku akan bisa berjumpa denganmu atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu berdoa, bila engkau adalah belahan jiwa yang akan melengkapi hidupku dan menggenapkan separuh agamaku, aku mohon padaNYA agar kita bisa dipertemukan dengan cara yang disukai oleh NYA, sehingga akan melahirkan keberkahan di sepanjang sisa usia kita. Namun bila ternyata tidak ada tulisan takdir bagi kita untuk bisa berjumpa dan melalui hari dalam kebersamaan, maka aku juga memohon agar masing-masing kita segera dipertemukan sengan seseorang yang terbaik  untuk diri kita dalam pandangan NYA. Dan semoga kita bisa ikhlas untuk setiap hal yang pernah kita rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-653315910263967178?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/653315910263967178/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/09/kapan-ya-kita-akan-berjumpa.html#comment-form' title='27 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/653315910263967178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/653315910263967178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/09/kapan-ya-kita-akan-berjumpa.html' title='Kapan Ya Kita Akan Berjumpa ?'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>27</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-5658007268245988008</id><published>2009-09-17T14:09:00.001-07:00</published><updated>2009-09-17T14:22:59.070-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rindu tak bertepi'/><title type='text'>Untuk Ibu Ayah Tercinta…</title><content type='html'>Ibu,kau adalah sosok pahlawan terkuat yang pernah ku punya&lt;br /&gt;Kau berjuang untuk anak2 mu meski harus berkorban jiwa &amp; raga  &lt;br /&gt;Kau ajarkan kami semangat pantang menyerah di setiap kondisi yg ada&lt;br /&gt;Kau katakan bahwa keikhlasan &amp; kesabaran adl senjata terkuat bagi kita&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ayah, masa-masa itu takkan pernah hiang sedikitpun dari ingatanku&lt;br /&gt;Masa kecil dulu,kau peluk aku,kau cium aku dan kau belai lembut rambutku&lt;br /&gt;Kau bawa aku kemanapun kau pergi, kau dekap aku di setiap rasa takut ku&lt;br /&gt;Dan kau pernah bilang bahwa aku akan tetap sll menjadi matahari untukmu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ibu,sekian tahun telah berlalu sejak aku tak lagi bersama&lt;br /&gt;Karena aku harus pergi meninggalkan semua demi satu cita-cita&lt;br /&gt;Kini kalian telah berpulang meninggalkan kenangan yg masih tersisa&lt;br /&gt;Semua memori indah itu akan selalu hidup di setiap nafas dan rasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa-doa pengharapan tak lupa selalu kupanjatkan untuk ibu dan ayah&lt;br /&gt;Bila nafas2 rindu itu menyapa maka akan kusampaikan melalui NYA&lt;br /&gt;Semoga ayah &amp; ibu selalu berada di tempat terindah di alam sana&lt;br /&gt;Hingga nanti kita diizinkan tuk bersua kembali di Jannah NYA &lt;br /&gt;INSYAALLAH, Amiiin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai ALLAH, mohon sampaikan rasa rindu ku untuk ibu ayah tercinta…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-5658007268245988008?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/5658007268245988008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/09/untuk-ibu-ayah-tercinta.html#comment-form' title='40 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/5658007268245988008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/5658007268245988008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/09/untuk-ibu-ayah-tercinta.html' title='Untuk Ibu Ayah Tercinta…'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>40</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-4231690493324687059</id><published>2009-09-14T18:14:00.000-07:00</published><updated>2009-09-14T18:28:31.193-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mimpi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belahan jiwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Biarkan Sejenak Aku Bermimpi…</title><content type='html'>Aku ingin mengenalmu lebih dekat, begitu kan istilah yg lebih tepat?;)&lt;br /&gt;Entahlah kekuatan apa yang membuat aku berani untuk memulai membuka sebuah tanda tanya besar ini...Namun yang pasti tentu saja semua ini kulakukan setelah aku bertanya kepada Tuhanku. Dan dari hasil proses bertanyaku kepada NYA, kemudian aku putuskan bahwa aku harus memulai…Meski terkadang aku pun bingung harus memulai dari mana, tapi yang jelas memulai itu biasanya pasti dari awal, iya kan :).&lt;br /&gt;&lt;span class&gt;&lt;br /&gt;Terkadang ku berfikir apakah perjalanan memang tak akan pernah berhenti untuk bisa sampai ke muara cinta sejati...Bila memang kita harus terus berjalan, aku ingin selalu ada di sampingmu...merenda hari-hari, merangkai cerita, melalui indahnya suka dan bersabar dalam episode duka...Tak masalah seberat apapun badai yg mungkin harus dihadapi, asalkan selalu berpegang kepada tali CINTA NYA dan kulalui bersama mu, insyaALLAH aku akan tetap tegar menghadapinya...Tapi mungkin terlalu dini ya untuk bermimpi sejauh itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah mungkin untuk saat ini aku baru hanya bisa bermimpi, bermimpi bisa  mengenalmu lebih dekat, bermimpi tuk menjadi bagian dari hidupmu, bermimpi bisa merenda hari bersamamu, dan bermimpi bisa menutup perjalanan hidup ini menemui Kekasih Sejati dalam pelukanmu …Dan saat ini biarkan sejenak aku bermimpi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-4231690493324687059?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/4231690493324687059/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/09/biarkan-sejenak-aku-bermimpi.html#comment-form' title='35 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/4231690493324687059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/4231690493324687059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/09/biarkan-sejenak-aku-bermimpi.html' title='Biarkan Sejenak Aku Bermimpi…'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>35</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-9179397128098177971</id><published>2009-09-14T07:28:00.001-07:00</published><updated>2009-09-14T07:42:23.051-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sepi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sendiri'/><title type='text'>Sepi itu Tak Mau Pergi...</title><content type='html'>Kenapa ya malam ini terasa begitu sepi&lt;br /&gt;Tidak seperti malam2 kemarin yg telah terlewati&lt;br /&gt;Entah apa yg sedang bersembunyi di bilik2 hati&lt;br /&gt;Semuanya seakan bungkam dan tak mau peduli&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kucoba pandangi langit malam seperti yg biasa kulakukan&lt;br /&gt;Bila sepi itu datang membawa awan kelabu di cakrawala hati &lt;br /&gt;Namun kali ini cara itu tak mampu mengusir sepi&lt;br /&gt;Tetap saja mendung di hati ini tak mau pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah bagiku kesendirian memang bukan lagi hal yg aneh&lt;br /&gt;Bertahun-tahun kehidupan harus aku jalani sendiri&lt;br /&gt;Mungkin yg aku butuhkan hanyalah berdamai dengan keadaan&lt;br /&gt;Karena aku percaya setiap musim akan selalu datang dan pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin kau datang…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-9179397128098177971?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/9179397128098177971/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/09/sepi-itu-tak-mau-pergi.html#comment-form' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/9179397128098177971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/9179397128098177971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/09/sepi-itu-tak-mau-pergi.html' title='Sepi itu Tak Mau Pergi...'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-7820625748376346466</id><published>2009-09-11T23:56:00.000-07:00</published><updated>2009-09-12T00:02:12.622-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='senyuman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buah hati'/><title type='text'>Senyuman itu Membuat Hatiku Berbunga-bunga</title><content type='html'>Dua hari yang lalu ketika aku sedang berjalan menuju halte Transjakarta hendak berangkat ke kantor, aku bertemu dengan seseorang yang mampu membuat hatiku berbunga-bunga :). Tak pernah menyangka bahwa aku akan berjumpa dengannya. Pagi itu, dari kejauhan tampak oleh ku seseorang sedang berjalan sendiri. Aku pandangi wajahnya yang berseri, dari waktu pertama aku melihatnya, tak sedikitpun aku menoleh berpaling dari wajah itu...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jarak antara aku dengan nya semakin dekat, sehingga semakin nyata lah olehku wajah manis itu, terus dan terus  kutatap wajahnya hingga dia akhirnya menyadari bahwa sedari tadi aku sedang memperhatikan dirinya. Dan saat itu juga aku berikan senyuman terbaikku untuknya, lalu dia pun berlari-lari kecil tersipu malu dan tersenyum dengan manisnya sambil terus melihat padaku. Duuuuh, manis sekali senyuman itu sehingga mampu membuat hatiku berbunga-bunga :). Dan masih sambil terus memperhatikan langkah-langkah kecilnya tanpa sadar aku pun berucap: ”ya ALLAH andai dia adalah anakku, tentu akan kupeluk dia dengan erat dan kuciumi wajahnya yang polos dan berseri”:). *mupeng mode on*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah peristiwa dua hari yang lalu, pertemuan dengan seorang anak kecil, mungkin umurnya sekitar empat  atau lima tahun lah, memakai seragam TK. Pertemuan di pagi itu membuat ku semakin percaya terhadap apa yang sering dikatakan oleh teman-teman sekantor, bahwa setelah mereka memiliki anak, rasanya setiap saat selalu kangen ingin pulang, tak sabar ingin bersua dengan buah hati terkasih. Mereka bilang, betapapun lelahnya karena seharian bekerja di kantor, tetapi bila telah sampai di rumah dan melihat senyuman dari wajah-wajah imut dan lucu itu membuat semua kepenatan hilang tak berbekas. Senyuman polos dan penuh ketulusan itu mampu membuat diri ini lupa akan beban hidup yang seakan tak pernah berhenti menyapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak memang sumber kebahagiaan, sumber inspirasi dan semangat bagi orang tua, tatapan matanya yang masih murni memberikan pelajaran berarti bagi kita-kita bahwa semestinya hidup ini mampu kita sikapi dengan rileks seperti anak kecil yang tak pernah merisaukan berbagai persoalan hidup. Buat mereka permasalahan hidup  itu hanya berlaku &lt;span style="font-style:italic;"&gt;on the spot&lt;/span&gt;, dengan kata lain hanya pada saat terjadi peristiwa tersebut, tidak dibawa-bawa hingga terkadang membuat makan jadi tak enak, tidur pun jadi tak nyenyak. Padahal coba kita bisa bersikap seperti anak kecil itu ya, mungkin hidup ini tidak akan terasa berat-berat amat. Marilah kita sama-sama belajar dari sikap anak kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-7820625748376346466?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/7820625748376346466/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/09/senyuman-itu-membuat-hatiku-berbunga.html#comment-form' title='30 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/7820625748376346466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/7820625748376346466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/09/senyuman-itu-membuat-hatiku-berbunga.html' title='Senyuman itu Membuat Hatiku Berbunga-bunga'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>30</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-7021395056000307522</id><published>2009-09-07T17:54:00.000-07:00</published><updated>2009-09-07T17:59:12.159-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='negatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='positif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cemburu'/><title type='text'>Cemburu itu...</title><content type='html'>Pernahkah anda merasa cemburu?, ya pastinya pernah dooong, dan apa itu rasa cemburu?, entahlah saya pun tak begitu bisa memberikan deskripsi secara ilmiah mengenai rasa ini. Namun yang pasti cemburu itu bagian dari rasa diantara beragam rasa yang dimiliki manusia...Dan apakah itu sebuah kebaikan atau keburukan?. Hmm, bisa jadi baik dan bisa juga buruk, pastinya tergantung dari apa yang tengah dicemburui...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terkadang cemburu deh melihat orang yang sangat rajin beribadah, di lain waktu lagi suka cemburu melihat orang yg begitu semangat dalam bekerja, atau mungkin pernah juga cemburu bila melihat seseorang yg disayang sedang bersama orang lain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa efek dari rasa cemburu??. Kalau di kehidupan nyata cemburu terkadang membuat manusia sampai gelap mata, disebabkan cemburu terkadang kawan bisa menjadi lawan, dan karena rasa cemburu pun terkadang rasa sayang berubah jadi benci...Namun yang paling oke adalah ketika rasa cemburu kepada ALLAH menyebabkan kita semakin getol dalam beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dalam konteks hubungan dengan sesama manusia, saya suka bertanya di dalam hati, kenapa harus muncul rasa ini?? Lalu apa yang harus dilakukan bila rasa ini datang?. Haruskah kita bunuh rasa itu, kita biarkan saja begitu adanya atau bagaimana?? Bukankah cemburu itu sangat manusiawi?? Ada lagi yang bilang cemburu itu muncul karena adanya rasa cinta, entahlah...Sedang mencoba memaknai dan menyikapi rasa cemburu secara positif, meski tidak mudah ternyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-7021395056000307522?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/7021395056000307522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/09/cemburu-itu.html#comment-form' title='52 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/7021395056000307522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/7021395056000307522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/09/cemburu-itu.html' title='Cemburu itu...'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>52</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-1492649413329977332</id><published>2009-09-06T07:23:00.000-07:00</published><updated>2009-09-06T07:33:39.834-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kontemplasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisiku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kekasih Sejati'/><title type='text'>Purnama 17 Ramadhan</title><content type='html'>Dari  bumi  yang kotor dan hina &lt;br /&gt;Kutatap wajah purnama&lt;br /&gt;Purnama 17 Ramadhan&lt;br /&gt;Pancarkan cahya kelembutan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bumi berteman ‘kan rembulan&lt;br /&gt;Rembulan 17 Ramadhan&lt;br /&gt;Mengiringi kegelisahan insan&lt;br /&gt;Yang tengah mendamba keampunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ooh purnama, satu wujud kesempurnaan&lt;br /&gt;Cerminan kebesaran dan keagungan&lt;br /&gt;Dari Pemilik segala bentuk dan keindahan&lt;br /&gt;Termanifes dalam beragam ciptaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai Kekasih Sejati&lt;br /&gt;Pemberi Cinta tiada bertepi&lt;br /&gt;Pencurah Kasih pasti abadi&lt;br /&gt;Sudilah Kau pandang diri ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raga yang berlumur noda&lt;br /&gt;Jiwa nan penuh dosa&lt;br /&gt;Datang membawa asa&lt;br /&gt;Menuju Mu Duhai Yang Kuasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah kuuntai bait-bait doa pengharapan&lt;br /&gt;Semoga Kau ridho untuk semua amalan&lt;br /&gt;Memandikanku dalam lautan ampunan&lt;br /&gt;Menyambut fajar di 17 Ramadhan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* By risantchan: Ditulis dibawah cahya purnama 17 Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-1492649413329977332?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/1492649413329977332/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/09/purnama-17-ramadhan.html#comment-form' title='20 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/1492649413329977332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/1492649413329977332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/09/purnama-17-ramadhan.html' title='Purnama 17 Ramadhan'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-7178494321920089047</id><published>2009-09-05T03:29:00.000-07:00</published><updated>2009-09-05T03:42:18.669-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hak cipta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumber bacaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sehari-hari auditor'/><title type='text'>Mencantumkan Sumber Bacaan di dalam Tulisan</title><content type='html'>Di dalam membuat sebuah tulisan ada baiknya (atau sebuah keharusan??) kita mencantumkan sumber bacaan di dalam setiap tulisan tersebut bila itu bukan berasal dari hasil karya, ide atau pendapat pribadi kita. Hal ini untuk memberikan keyakinan kepada para pembaca bahwa apa yang ditulis itu adalah benar adanya. Selain itu pencantuman sumber bacaan juga mencerminkan satu bentuk tanggung jawab kita terhadap isi tulisan. Jika tulisan tersebut berisi tentang fakta-fakta, maka pencantuman sumber bacaan menghindari kita dari dugaan omong kosong belaka.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terkadang ketika seseorang membaca tulisan tentang sebuah fakta atau tips ataupun kejadian tertentu, mungkin seseorang tersebut akan bertanya di dalam hati: ” ini benar apa tidak ya?, atau informasi ini dapat dipercaya tidak ya?”, kalau benar si penulis ini mengambil data-data ini dari mana?, apakah dari pengalaman pribadi atau dari cerita orang atau dari mana?. Banyak memang yang sudah mencantumkan bahwa itu adalah pengalaman pribadi atau berasal dari tulisan seseorang, namun tidak sedikit juga yang sama sekali belum menuliskan sumber bacaannya. Nah jika seperti ini, pasti orang yang sedang membaca itu akan sedikit meragukan kebenaran data dan fakta yang ditulis di dalam tulisan tersebut. Tentu saja dia tidak berniat untuk berburuk sangka atau sama sekali tidak percaya terhadap apa-apa yang telah ditulis, tetapi hanya sebuah bentuk keingintahuan dan memberikan keyakinan pada diri sendiri bahwa informasi yang tengah dibaca itu adalah benar adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sekilas sebuah tulisan bisa kita bedakan secara jelas mana yang merupakan pandangan pribadi seseorang dan mana yang merupakan teori atau mana yang merupakan hasil dari penelitian dan observasi. Nah yang menjadi masalah adalah ketika tulisan itu berisi tentang sebuah fakta atau penelitian, namun di dalam tulisan tersebut sama sekali tidak dicantumkan asal usul informasi atau pendapat yang ditulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia kerja saya di bidang audit, ada satu sikap yang harus dimiliki oleh seorang auditor yang disebut dengan istilah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;professional skepticism&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, yaitu suatu sikap profesional yang mengharuskan auditor untuk tidak boleh percaya begitu saja (skeptis) terhadap suatu hal baik itu berupa pernyataan, tulisan dan yang lainnya tanpa ada bukti/dokumen yang menyertainya. Jadi ketika si klien mengatakan A, maka auditor tidak boleh percaya begitu saja sebelum ada bukti yang mendukung terhadap pernyataan tersebut. Kalau bahasa gaulnya mungkin seperti ini: ”ah masa iya sih seperti itu, apa buktinya?” :).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah di dalam dunia tulis menulis pun saya fikir hal ini juga berlaku meskipun profesi kita bukan sebagai penulis. Menurut saya ini juga bagian dari etika dalam menulis. Penulisan sumber bacaan adalah salah satu bentuk pemberian bukti tahap awal atas apa yang kita tulis, bahwa apa yang telah kita tulis tersebut adalah betul adanya. Dan yang paling penting adalah tulisan tersebut bukan merupakan penjiplakan ide atau gagasan orang lain. Semoga dengan pencantuman sumber bacaan di dalam setiap tulisan akan mendidik kita untuk menghargai karya-karya yang telah dihasilkan oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf jika ada yang tidak sependapat dan kurang berkenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Pandangan Pribadi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-7178494321920089047?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/7178494321920089047/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/09/mencantumkan-sumber-bacaan-di-dalam.html#comment-form' title='26 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/7178494321920089047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/7178494321920089047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/09/mencantumkan-sumber-bacaan-di-dalam.html' title='Mencantumkan Sumber Bacaan di dalam Tulisan'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>26</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-6772437077847160697</id><published>2009-08-30T07:49:00.000-07:00</published><updated>2009-08-30T08:12:40.849-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kontemplasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rencana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan hati'/><title type='text'>Always Remember to Say : ”INSYAALLAH”...</title><content type='html'>InsyaALLAH memiliki arti ”jika Allah menghendaki”, kita mengucapkan kata itu ketika kita berencana akan melakukan sesuatu. Jadi sesuatu itu masih dalam proses rencana, artinya kita sama sekali tidak tahu apakah rencana itu akan benar-benar terlaksana ataukah pada akhirnya hanya akan menjadi sebuah bangkai rencana belaka. Karena manusia hanya bisa berencana, tetapi Allah jua lah yang menjadi penentu terlaksana atau tidaknya hal tersebut. Di sini saya ingin berbagi pengalaman saya terkait dengan sebuah kata ”INSYAALLAH”.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu berusaha di dalam setiap langkah untuk senantiasa ingat akan satu kata itu, meski ternyata penyakit lupa atau entah kenapa terkadang saya lalai mengucapkan kata itu. Pernah terucap kata janji tanpa diiringi dengan INSYAALLAH, terlontar niat tanpa diselipkan di dalamnya INSYAALLAH, tergores mimpi tanpa dihiasi dengan INSYAALLAH, dan tertulis rencana tanpa disempurnakan dengan INSYAALLAH. Lalu, apa yang terjadi ketika saya lupa dalam mengucapkan satu kata itu???. Tunggu dulu!, sebelum menjawab pertanyaan itu saya akan berikan dua contoh tentang kekhilafan saya dengan tidak mengucapkan kata INSYAALLAH:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Di suatu malam ketika saya sedang pulang ke Serang, dan berniat akan kembali pulang ke Jakarta, ibu saya berkata: Ita, kamu pulang ke Jakarta besok subuh saja, sekarang kan sudah malam, ibu khawatir ada apa-apa di jalan. Lalu saya pun menjawab: Ibu, besok Ita ke kantornya harus pagi-pagi sekali, jadi tidak akan sempat kalau harus berangkat dari sini nya besok subuh. (Coba sahabat amati, kata apa yang kurang pada jawaban saya tersebut??).&lt;br /&gt;2. Di kantor, manager saya mengatakan kepada saya seperti ini: Rita, kamu coba &lt;span style="font-style:italic;"&gt;follow up&lt;/span&gt; tentang laporan audit dari klien yang akan direvisi yang saat ini belum kita terima, dan tolong besok kamu selesaikan semuanya yah!. Lalu saya pun menjawab: Baik Kang*, saya akan telfon klien dan besok akan saya selesaikan semuanya. (Coba sahabat amati, kata apa yang kurang pada jawaban saya tersebut??).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kedua jawaban dalam cerita di atas, saya benar-benar lupa mengucapkan kata INSYAALLAH, lalu apa yang terjadi pada esok harinya??. Sebuah kenyataan yang benar-benar di luar dugaan saya. Semua niat dan rencana itu menjauh bagaikan debu yang tertiup oleh angin, hilang dan terbang tanpa meninggalkan jejak sedikit pun. Untuk cerita pertama, besoknya saya tidak masuk kantor karena sesuatu hal yang tidak bisa saya tinggalkan. Dan untuk cerita kedua, besoknya saya pun tidak bisa masuk kantor karena saya sakit. Dan hal seperti itu selalu saya alami ketika saya lalai mengucapkan kata INSYAALLAH di setiap untaian kata dan rencana saya. Namun dasar manusia, entah kenapa penyakit lupa itu seperti enggan menjauh dan pergi dari diri ini. Sehingga kisah itu selalu terulang kembali. Astaghfirullah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya saya tidak begitu sadar akan kisah yang berulang itu, semua hanya lewat dan berlalu bagai suara tukang sate yang menjerit di tengah keramaian siang ketika perut sudah kenyang, dan hanya orang-orang yang lapar lah yang sangat menyadari kehadiran tukang sate itu. Atau bagaikan teriakan tukang es yang terdengar sayup sayup ketika dia berjalan di bawah rintik hujan, dijamin suaranya hanyalah selingan yang akan menambah dramatis nya makna kata mendung sehingga membuat suasana semakin dingin dan beku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Alhamdulillah, semakin lama kisah berulang itu terjadi, semakin saya sadar bahwa kata INSYAALLAH itu merupakan pelengkap bagi tekad yang telah terpatri, penyempurna bagi sebuah janji yang terucap. Dan akhirnya membuat saya benar-benar takut jika saya lupa untuk mengucapkan kata INSYAALLAH. Setelah beberapa pengalaman yang mampu saya rekam dalam benak saya, pada akhirnya saya memberikan makna bagi kata INSYAALLAH tersebut sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. merupakan satu bukti kelemahan dan ketidakberdayaan saya sebagai seorang hamba, yang hanya bisa berencana, namun tidak bisa memastikan apakah rencana tersebut bisa terwujud atau tidak;&lt;br /&gt;2. adalah sebuah komitmen, di mana dengan pengucapan kata tersebut maka terikatlah diri ini dengan satu janji yang harus dipenuhi, bukan justru sebuah pembenaran atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;excuse&lt;/span&gt; untuk membatalkan atau berpaling dari janji tersebut (sahabat pasti tidak asing lagi dengan kata-kata yang pernah diucapkan oleh sebagian besar dari kita: ”lah kan saya sudah bilang InsyaALLAH kemarin, makanya saya tidak datang”);&lt;br /&gt;3. sebuah doa dan harap semoga ALLAH berkenan dan juga menghendaki akan terlaksananya rencana tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah lah apakah pengalaman seperti itu hanya terjadi pada diri saya. Apakah sahabat sekalian memiliki pengalaman yang sama yang berhubungan dengan satu kata itu?, mari berbagilah di sini, semoga setiap rangkaian cerita bisa menggugah kesadaran kita di setiap langkah untuk senantiasa mengingat dan mengucap kata INSYAALLAH, amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note, *= Di kantor saya, panggilan para junior kepada senior nya yaitu dengan menggunakan: Mba, Mas, Bang, Kang atau Kakak . Panggilan Bapak atau Ibu hanya digunakan untuk memanggil para ”suhu” Perusahaan :)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-6772437077847160697?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/6772437077847160697/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/08/always-remember-to-say-insyaallah.html#comment-form' title='54 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/6772437077847160697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/6772437077847160697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/08/always-remember-to-say-insyaallah.html' title='Always Remember to Say : ”INSYAALLAH”...'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>54</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-8336791532660124828</id><published>2009-08-29T14:07:00.002-07:00</published><updated>2009-08-29T14:27:47.722-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kangen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><title type='text'>Miss U All... :)</title><content type='html'>Alhamdulillaah Allah masih memberikan saya kesempatan untuk berjumpa lagi dengan sahabat sekalian, sehingga saya bisa kembali menulis di sini setelah beberapa hari kemarin menghilang dari dunia persilatan jagad maya ini, meski sebenarnya masih bisa mengintip-intip dari kejauhan siiiy. Tapi sekarang sudah dapat ”kebebasan” penuh untuk bisa aktif lagi di sini :).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang ingin saya sampaikan adalah I Miss Uuuuuuuuu Freeeeennnnnnssss...!! &lt;br /&gt;Saya curiga sepertinya sahabat-sahabat blogger tuh pada memiliki ”pelet” yah, he he he, abis baru beberapa hari saja rasanya seperti sudah tak jumpa berbulan-bulan lamanya, kangeeeennnnnnn...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kangen ingin bertegur sapa dengan sahabat, kangen ingin mengunjungi satu per satu dan tak sabar ingin segera bisa mendapatkan pencerahan dari tulisan-tulisan yang menyentuh dan menggugah jiwa. Dan tentunya juga kangen nak bersua dan bertegur sapa dengan seseorang di dunia maya ini:), *lah siapa tuh seseorang*...seseorang yang juga sedang memandang cakrawala dan berteriak dari kejauhan tuk menyampaikan harapan itu untukku...apakah hanya di cakrawala itu kita bisa bersua?... entahlah, hanya ALLAH yang maha tahu...Dan semoga hatimu bisa membaca rasa ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga rasa kangen kepada sahabat-sahabat adalah satu bukti dari ikatan persaudaraan dan persahabatan yang telah terbangun di atas pondasi keimanan karena ALLAH. Dan berharap semoga ALLAH akan selalu mengikat dan menyatukan hati-hati kita di jalan NYA, amiin...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-8336791532660124828?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/8336791532660124828/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/08/miss-u-all.html#comment-form' title='25 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/8336791532660124828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/8336791532660124828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/08/miss-u-all.html' title='Miss U All... :)'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>25</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-7808355078043993082</id><published>2009-08-26T03:53:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T04:06:00.206-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hiatus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opprotunity cost'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilihan hidup'/><title type='text'>Hiatus...</title><content type='html'>Begitu banyak pilihan menu tersaji di atas meja makan, dan kalau kita menuruti hawa nafsu bisa saja semuanya kita santap sesuka hati kita dalam waktu yang bersamaan. Tetapi diantara sekian banyak pilihan menu tersebut, tetap kita harus menentukan pilihan menu mana yang akan menjadi prioritas kita untuk disantap. Kenapa?, ya karena tubuh kita memiliki keterbatasan kemampuan untuk bisa menyantap semua menu makanan tersebut secara bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula di dalam realitas hidup kita. Begitu banyak pilihan di atas meja makan kehidupan, tetapi tetap kita harus menentukan pilihan menu mana yang akan menjadi prioritas untuk kita jadikan santapan dalam waktu dekat. Karena sejatinya hidup itu sendiri kan terdiri atas pilihan-pilihan, dimana kita harus memilih apa-apa saja yang akan menjadi prioritas diantara sekian banyak pilihan yang ada. Karena toh kita juga tidak akan bisa mengambil semua pilihan tersebut dalam waktu yang bersamaan. Bahkan mungkin ada satu hal yang harus kita korbankan untuk bisa meraih hal lainnya yang jauh lebih baik dan bermanfaat untuk kehidupan kita. Di dalam ilmu ekonomi hal ini dikenal dengan nama &lt;span style="font-style:italic;"&gt;opportunity cost&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah berkaitan dengan prioritas-prioritas tadi, sehubungan dengan satu dan lain hal maka saya memilih untuk HIATUS dulu dari kegiatan blogging. Mohon maaf jika ada sahabat yang berkunjung, tetapi tidak ada respon/kunjungan balik dari saya. Itu bukan karena saya sombong atau tidak tahu etika blogging, tetapi karena saya sedang HIATUS. Saya yakin sahabat semua bisa maklum, karena sahabat-sahabat blogger kan baik-baik semua, iya kaaann:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada sumur di ladang, jangan diintip orang yang mandi...&lt;br /&gt;Kalau ada umur kita panjang, InsyaALLAH kita berjumpa lagi...&lt;br /&gt;(Pantun nya agak ngarang nih he he...:)) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima Kasih, Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-7808355078043993082?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/7808355078043993082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/08/hiatus.html#comment-form' title='19 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/7808355078043993082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/7808355078043993082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/08/hiatus.html' title='Hiatus...'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-4984634491827850306</id><published>2009-08-22T19:05:00.000-07:00</published><updated>2009-08-22T19:22:20.651-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ramadhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='target ibadah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar'/><title type='text'>Target di Bulan Ramadhan</title><content type='html'>Hari ini kita memasuki puasa hari kedua, bagaimana dengan target ramadhan di hari pertama kemarin sahabat?, terpenuhi kah??, semoga demikian adanya ya. Kali ini saya ingin sedikti menyinggung masalah yang terkait dengan target  ibadah harian kita di bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mencoba &lt;span style="font-style:italic;"&gt;flashback&lt;/span&gt; ke beberapa tahun ke belakang, sewaktu diri ini masih berstatus sebagai mahasiswa. Teringat kembali betapa masa ketika menjadi mahasiswa merupakan masa-masa penempaan diri, mulai dari melatih kemandirian karena mulai tinggal sendiri sebagai anak kos (dan hingga sekarang pun masih menjadi anak kos, habis belum ada yang berkenan memberi tumpangan siiy:), melatih keberanian seperti harus berani dan bahkan nekat pulang malam karena melakukan kegiatan di kampus atau mengerjakan tugas dari dosen, melatih rasa tanggung jawab karena setelah menjadi anak kos segala hal yang dilakukan harus bisa kita pertanggungjawabkan baik kepada orang tua maupun kepada ALLAH, sampai kepada melatih kedisiplinan dalam beribadah. Alhamdulillah ketika baru memasuki dunia mahasiswa saya bisa langsung berkenalan dengan saudara-saudara yang senantiasa mengajak kepada perbaikan diri. Sehingga saya tidak sempat merasakan menjadi anak bandel he he he, padahal katanya jadi anak bandel tuh banyak sukanya loh, betulkah seperti itu?, ayo bagi yang merasa pernah bandel bisa berbagi cerita di sini he he:).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa saya sedikti bercerita tentang dunia kampus?, padahal di awal kan saya mengatakan akan menyinggung masalah terkait dengan target ibadah harian di bulan Ramadhan. Alasannya adalah karena pertama kali saya mengetahui tentang target terkait dengan aktivitas ibadah khususnya ibadah di bulan ramadhan ya ketika saya berada di kampus. Di sana lah pertama kalinya saya diperkenalkan kepada kedisiplinan dalam beribadah, dan salah satu cara agar kita berdisiplin menjalankan ibadah ya dengan membuat target. Saya sangat bersyukur saat itu saya diperkenalkan dengan target ibadah, karena saya memang tipe orang yang kurang terbiasa melakukan evaluasi terhadap ibadah harian saya. Dan ketika saya diajarkan membuat target, hal tersebut berhasil memaksa (dalam arti positif) saya untuk mulai belajar mengevaluasi ibadah saya (meski sebenarnya cuma sedikit yang bisa dievaluasi:). Tentu saya tidak perlu menguraikan secara panjang lebar tentang apa itu target, karena saya yakin insyaALLAH sahabat semua sudah sangat memahaminya, iya kan?. Saya hanya ingin sedikit berbagi kenapa kita perlu membuat target ibadah khususnya di bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah kah sahabat sekalian membuat target ibadah selama bulan ramadhan ini?, yaitu sebuah target yang tertulis secara mendetail mulai dari kegiatan ibadah apa saja yang akan kita lakukan, seberapa banyak kita akan melakukannya (target kita), bagaimana realisasi target tersebut hari per hari, dan hingga akhirnya insyAllah nanti di akhir ramadhan kita melakukan evaluasi untuk kemudian menyimpulkan berapa persenkah pencapaian ibadah ramadhan kita dibanding dengan target yang sudah dibuat. Dan semuanya itu dibuat secara tertulis. Kemudian mungkin ada yang iseng bertanya, harus sedetail itukah?, padahal ini kan terkait dengan ibadah personal, bukan mengenai target penjualan di sebuah departemen atau bukan pula tentang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;budget&lt;/span&gt; di sebuah perusahaan besar. Jawaban nya adalah IYA harus sedetail itu, jika kita ingin kesempatan di ramadhan ini tidak berlalu dan menguap begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kita harus membuat target tersebut secara tertulis dan mendetail?, tidakkah cukup bila rencana ibadah tersebut sebatas tertulis di fikiran saja, lalu kemudian dijalankan hingga nanti ramadhan usai, lebih simple kan?. Saya tidak bisa menjawab mana yang lebih bagus, karena bisa jadi setiap orang memiliki pendekatan yang berbeda. Namun menurut saya sebuah target ibadah (secara tertulis) dibuat tujuannya adalah untuk memberikan arah (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;guidance&lt;/span&gt;) bagi kita dalam menjalankan aktivitas ibadah, serta untuk kemudahan dalam mengontrol dan mengevaluasi ibadah yang telah kita lakukan tersebut, lalu akhirnya membuat kesimpulan apakah rencana ibadah kita berjalan secara efektif atau tidak?. Bila tidak efektif penyebabnya apa, serta apa yang harus kita lakukan untuk perbaikan ke depannya. Jika sebuah perusahaan yang beraktivitas untuk kegiatan duniawi saja sangat menekankan pentingnya membuat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;budget&lt;/span&gt; (target), masak iya untuk kepentingan akhirat kita lebih memilih hal yang simple aja. Tapi ya itu berpulang kepada pribadi kita masing-masing juga sih, karena hidup itu sendiri kan terdiri atas pilihan-pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu seperti apakah bentuk target yang mendetail itu?, saya fikir tidak ada bentuk yang baku untuk hal ini, karena sifatnya sangat personal. Tetapi saya mencoba membuat bentuk (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;template&lt;/span&gt;) target ibadah yang bisa digunakan untuk ramadhan ini maupun di hari-hari biasa, mudah-mudahan bisa dijadikan sebagai perbandingan oleh sahabat. Karena saya membuatnya di dalam aplikasi excel (untuk memudahkan penjumlahan dan penghitungan persentase aja sih), maka &lt;span style="font-style:italic;"&gt;template&lt;/span&gt; tersebut tidak bisa saya attach di sini (sebenarnya lebih karena ini sifatnya personal, jadi masing-masing orang mungkin punya bentuknya sendiri yang berbeda pula, terus plus juga gak ngerti gimana caranya, he he he maklum masih CUPU terkait hal beginian). Tapi bagi sahabat yang mungkin berminat untuk melihat dan dijadikan sebagai perbandingan bisa menghubungi saya di email: risantie@yahoo.com atau ke: risantchan@gmail.com, insyaALLAH nanti file nya saya kirim ke email sahabat. Mudah-mudahan ini tidak terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sebuah target biasanya penuh dengan idealisme dan juga dirancang melebihi dari apa yang telah dan pernah kita capai. Namun perlu diingat bahwa target yang dibuat harus lah realistis atau membumi, artinya harus disesuaikan dengan kemampuan kita. Dan tentu saja masing-masing kita bisa mengukur sejauh mana kemampuan kita dalam beribadah, atau mungkin bisa dengan melihat pengalaman-pengalaman di tahun kemarin. Oya ada satu lagi yang musti diingat juga bahwa target ini bukanlah segala-galanya, itu hanyalah sebuah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tool&lt;/span&gt; (alat) yang ditujukan untuk membantu kita dalam mencapai tujuan yang sesungguhnya yaitu taqwa (perbaikan diri). Dan yang terpenting juga adalah belajar untuk selalu meluruskan niat bahwa apapun yang kita lakukan hanyalah untuk mengharap ridlo-NYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah memasuki hari kedua, semoga ini belum terlambat. Bagi sahabat-sahabat yang sudah membuat dan merancang target ibadahnya, mari kita sama-sama berjuang untuk bisa memberikan yang terbaik sebagai bekal untuk kesejahteraan diri kita di akhirat kelak. Dan bagi sahabat yang belum membuat target, tidak ada salahnya belajar dari hal yang sederhana dulu. Semoga ALLAH senantiasa membimbing setiap langkah-langkah kita, amiin. Mohon maaf ya jika ada yang kurang berkenan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-4984634491827850306?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/4984634491827850306/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/08/target-di-bulan-ramadhan.html#comment-form' title='41 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/4984634491827850306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/4984634491827850306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/08/target-di-bulan-ramadhan.html' title='Target di Bulan Ramadhan'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>41</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-8657171913389285295</id><published>2009-08-16T08:23:00.000-07:00</published><updated>2009-08-16T08:54:52.824-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='senandung masa kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Negeriku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampungku'/><title type='text'>Kampung ku Sayang, Kampung ku Malang... Catatan Kecil di Tengah Hiruk Pikuk Perayaan Kemerdekaan Negeriku...</title><content type='html'>Tersebutlah sebuah desa bernama Pulau Rengas, terletak di pinggiran aliran Sungai Batang Kuantan. Desa tersebut merupakan bagian dari kabupaten Kuantan Singingi (dulu kabupaten nya adalah Rengat, namun beberapa tahun terakhir dilakukan pemekaran sehingga terbentuklah satu Kabupaten baru ini) yang terletak di wilayah propinsi Riau Daratan. Mata pencaharian sebagian besar penduduk desa tersebut adalah bertani dan berternak, namun kegiatan tersebut bukan untuk tujuan komersial tetapi lebih kepada kegiatan bertani dan beternak untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. Dan utuk memenuhi kebutuhan akan lauk pauk, biasanya penduduk mencari langsung dari sungai dan sawah dengan bermacam-macam cara dan yang masih bersifat tradisional tentunya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di desa tersebut sekitar 27 tahun yang lalu saya pun diizinkan untuk menginjakkan kaki pertama kalinya ke dunia ini. Meskipun hanya tinggal di desa dengan makanan dan gizi seadanya, tetapi alhamdulillah saya merasa bisa tumbuh dengan baik dan sehat (setidaknya dalam pandangan saya pada waktu itu). Saya pun melalui masa kecil di desa itu dengan berbagai cerita dan kenangan tersendiri, meskipun sejujurnya hanya sekelumit dari sekian banyak cerita masa kecil itu yang masih bisa saya ingat, karena pada usia 6 tahun saya kemudian merantau ke propinsi Jawa Barat tepatnya ke kota Serang (sekarang telah dimekarkan menjadi propinsi Banten) meninggalkan desa tercinta. Jelas tujuan utama berhijrah pada waktu itu tidak lain dan tidak bukan adalah memperbaiki masa depan. Meski sebenarnya tiada seorang pun yang tahu bagaimana kondisi masa depan dirinya di kemudian hari, tetapi yang jelas kita telah berusaha melakukan tindakan untuk bisa meraih masa depan yang lebih baik, dan hanya itu lah kewajiban manusia, sisanya tinggal kehendak Allah sajalah akan dibawa kemana hasil akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat saya memutuskan untuk berhijrah ke Serang sekitar tahun 1988, keadaan desa saya bisa dibilang sangat memprihatinkan. Penerangan berupa aliran listrik jelas sekali belum ada, jalan-jalan masih beraspal coklat (tanah asli maksudnya), sebagian besar kendaraan pribadi penduduk pada masa itu adalah kereta (sebutan untuk sepeda di daerah sana) dan mungkin bisa dihitung dengan jari warga yang memiliki honda (sebutan untuk motor). Bahkan kalau motor (sebutan untuk mobil) sepertinya belum ada satu pun penduduk yang punya. Makanya saya ingat sekali dulu waktu masih kecil jika ada mobil yang masuk kampung yang biasanya dibawa oleh orang-orang dari rantau, maka anak-anak akan berlarian mengikuti jalannya mobil tersebut dari belakang, saking langkanya benda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika itu kondisi perekonomian di kampung saya sangatlah memprihatinkan, untuk tidak menyebut kondisi nya sangat buruk. Betapa tidak, sebagian besar mata pencaharian masyarakat adalah bertani (mengolah sawah) dengan metode yg sangat sederhana. Sama sekali belum terdapat traktor di sana, jadi masyarakat menggemburkan tanah persawahan dengan menggunakan tenaga manusia dengan bantuan peralatan seadanya yaitu cangkul. Coba anda bayangkan seberapa berat usaha dan daya yang harus dikerahkan untuk bisa mengerjakan sawah-sawah itu, sementara hasil yang nanti didapat tidaklah seberapa. Yah hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan makan hidup keluarga sehari-hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih jelas dalam bayangan saya betapa dulu ibu bapak saya harus pergi ke sawah dari pagi-pagi buta dan pulang ketika senja hari menjelang. Seharian penuh mereka mengolah sawah dengan tenaga mereka. Dan itu semua dilakukan untuk tujuan agar bisa menyambung hidup dan menyekolahkan anak-anak mereka sampai pada tingkat yang mereka mampu saja (SD atau SMP sudah lumayan menurut mereka kala itu). Bahkan terkadang tidak semua dari anak2 mereka bisa mengenyam pendidikan, harus ada yang mengalah salah satunya, dan biasanya anak perempuan lah yang diminta untuk mengalah, dan memberikan kesempatan kepada anak laki-laki untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau anda bertanya tentang perkembangan infrastruktur di kampung saya saat itu, terus terang saya tak bisa menjawabnya dengan panjang lebar, karena memang tidak ada yang bisa saya ceritakan terkait dengan infrastruktur ini. Apa yang bisa saya ceritakan, semuanya masih dalam keadaan yang sangat alami (baca:belum ada polesan sedikitpun). Penerangan listrik?, sungguh jauh panggang dari api. Jalan raya??, tidak perlu saya uraikan, cukup saja anda membayangkan bahwa anda tengah berjalan menuju perkebunan kelapa sawit di pedalaman Kalimantan sana, maksudnya jalanan nya masih sangat original:). Lalu bagaimana dengan jembatan??, duh its very hard to say, jembatan di sana kala itu (sekarang juga masih banyak yg seperti itu) masih terbuat dari kayu, yang bahkan untuk melewatinya saja kita sudah ketakutan duluan, khawatir nanti roboh ketika kita berjalan di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal saya pernah membaca (maaf saya sudah lupa sumber bacaannya) tentang sumber pendapatan negara kala itu, dimana sebagian besar pendapatan negara kala itu berasal dari kekayaan minyak Riau. Yah wajar saja, Riau memiliki kekayaan minyak dari dalam dan di permukaannya. Betapa tidak, di kedalaman bumi nya terkandung minyak bumi yang sangat fenomenal di kala itu, dan di permukaannya terhampar ratusan hektar perkebunan kelapa sawit. Namun ternyata semua kekayaan itu tidak sedikitpun dapat dirasakan oleh penduduk setempat. Yah bisa dibilang penduduk Riau itu bagaikan tikus yang kelaparan di lumbung padi, sungguh sangat ironis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun berganti dan masa pun berlalu, hingga sekitar 20 tahun sudah lamanya saya meninggalkan desa tercinta, namun tiada perubahan signifikan yang saya temui di sana. Yang ada tuh desa makin sepi karena telah ditinggalkan oleh para penduduknya yang berhamburan merantau ke negeri orang untuk mendapatkan penghidupan yang lebih layak. Penerangan listrik sama sekali belum ada, jalanan pun baru beberapa tahun terakhir mendapat perhatian, tetapi tetap sampai sekarang belum diaspal juga. Salah satu alasan mereka (penguasa negara) adalah karena penduduk setempat belum memberikan akses untuk melakukan pembangunan jalan dan listrik, misalnya ada masyarakat yang tidak rela jika pepohonan di pekarangan depan rumah mereka ditebang seperti pohon kelapa. Akh!! saya fikir itu hanya salah satu bentuk pembelaan diri atas ketidakberpihakan mereka kepada rakyat saja. Padahal apa susahnya sih memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat tentang betapa pentingnya akses penerangan dan jalan untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat. Tetapi permasalahannya apakah sosialisasi tersebut sudah mereka lakukan dengan optimal ??. Mari coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang:).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagaimanapun kondisi kampungku dahulu dan sekarang. Kampungku tetaplah tempat ternyaman untuk aku pulang, tempat mengenang kembali cerita indah masa kecil dulu, tempat dimana aku belajar memaknai arti hidup dan perjuangan dalam dimensi kecilku. Tempat di mana aku pernah belajar bagaimana caranya menanam padi di sawah; tempat aku belajar berenang di kolam renang terluas yang pernah aku kenal; tempat bermain memanjat pohon jambu, pohon rambutan, pohon manggis, pohon rambai, pohon duku, tapi tidak termasuk memanjat pohon kelapa tentunya (karena di kampungku itu sudah menjadi tugas beruk, nanti aku dimarahi lagi sama beruk karena telah mengambil lahan mata pencahariannya he he he).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kampung itu pun aku telah banyak belajar membaca, membaca pagi ketika berkabut, membaca siang yang tetap sejuk meski mentari sedang memancarkan cahaya tergarangnya, membaca senja ketika sayup-sayup terdengar suara anak-anak mengaji di surau dengan penerangan lampu yang seadanya, dan membaca langit malam ketika dihiasi ribuan bintang yang mengajarkan kepada ku bahwa di tengah gelap gulita pun di kejauhan sana masih terlihat cahaya benderang kalau kita mau berusaha untuk melihat dan meraihnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Dirgahayu Negeriku, Negeri Cintaku...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga meriah perayaan hari kemerdekaanmu, bukan sekedar perayaan yang bersifat seremonial belaka, namun hendaknya ada pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari sana. Betapa perjuangan itu harus tetap terus berlangsung, melanjutkan perjuangan para pahlawan negeri ini. Semoga semangat akan terus mengalir di setiap aliran darah, di setiap hembusan nafas, dan di setiap ayunan langkah-langkah kita. Semangat untuk terus berbuat apapun yang bisa kita lakukan (setidaknya berbuat untuk perbaikan diri sendiri) untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan, InsyaALLAH.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-8657171913389285295?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/8657171913389285295/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/08/kampung-ku-sayang-kampung-ku-malang_16.html#comment-form' title='59 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/8657171913389285295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/8657171913389285295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/08/kampung-ku-sayang-kampung-ku-malang_16.html' title='Kampung ku Sayang, Kampung ku Malang... Catatan Kecil di Tengah Hiruk Pikuk Perayaan Kemerdekaan Negeriku...'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>59</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-5239951529049250413</id><published>2009-08-12T07:23:00.002-07:00</published><updated>2009-08-12T07:41:11.046-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teman sejati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misteri hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belahan jiwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bunga tidur'/><title type='text'>Inspiring Dream...</title><content type='html'>Suatu malam (beberapa waktu yang lalu) saya bermimpi...suatu mimpi yang paling berkesan yang pernah saya alami sepanjang hidup....Saya menyebut nya sebagai ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;inspiring dream&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;”...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mimpi itu adalah mimpi tentang sebuah pernikahan (pernikahan saya dengan seseorang). Sekali lagi yaitu mimpi tentang PERNIKAHAN, BUKAN  mimpi KAWIN....Mengapa saya perlu menekankan tentang istilah pernikahan?, Karena jelas sekali terdapat perbedaan yang sangat mendasar  antara kedua istilah tersebut, meski pun salah satu dari kedua istilah tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari yang lainnya. Dan saya fikir di sini saya tidak perlu lagi menjelaskan tentang perbedaan dari keduanya, karena saya yakin tentu kita semua sudah memahaminya bukan? :).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa saya menyebut mimpi tersebut sebagai ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Inspiring Dream&lt;/span&gt;”?. Hal ini karena efek dari mimpi tersebut benar-benar memberikan inspirasi kepada saya untuk mulai memikirkan tentang pernikahan. Meski baru hanya sebatas memikirkan, tetapi hal tersebut tetap merupakan suatu kemajuan bagi saya (setidaknya bagi pemikiran saya tentang sebuah pernikahan)….Di mana selama ini saya cenderung berfikiran bahwa pernikahan merupakan suatu hal yang masih sangat jauh dari kehidupan saya, mungkin bisa dibilang masih berada di langit ke tujuh nya pemikiran saya (karena saking jauhnya kalli yee). Padahal kalau dilihat dari segi usia, teman-teman saya bilang (khususnya mereka yang sudah pada menikah) bahwa usia saya saat ini merupakan usia ”angkatan nikah”. Dengan kata lain yaitu usia yang sangat ideal untuk melangsungkan pernikahan....Dan dengan enteng saya menangkis  pernyataan mereka dengan mengatakan bahwa insya Allah semua akan datang tepat pada waktunya…,sebuah jawaban yang klise kata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tetap pada pendirian saya, dan tentu saja saya mempunyai beberapa alasan yang logis (setidaknya menurut saya) sehingga saya memiliki pemikiran seperti itu. Dan saya fikir sah-sah saja jika seseorang memiliki pemikiran yang berbeda mengenai sesuatu hal dengan pemikiran orang-orang pada umumnya. Dan mimpi tersebut telah menggugah pemikiran saya tentang pernikahan, dan benar-benar telah berhasil memaksa saya untuk melihat kembali (dan kalau perlu mungkin merevisi) rencana-rencana hidup  saya, khususnya rencana kapan saya akan menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang membuat saya sangat terkesan adalah  bahwa di dalam mimpi tersebut saya merasakan bahwa saat-saat bersama dengan sang suami membuat saya benar-benar merasa tenteram dan nyaman yang luar biasa, yang belum pernah sedikitpun saya rasakan sebelumnya,...Bahkan hingga saya terbangun dari tidur pun saya masih bisa merasakan perasaan tersebut...—Subhanallah sungguh aneh-- suatu perasaan nyaman, tenteram dan damai yang menjalar ke  seluruh jiwa....Waah pokoknya perasaan tenteram dan nyaman tersebut tidak bisa diungkapkan lewat  kata-kata deh:).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat setelah bermimpi saya teringat jawaban seorang teman yang saya tanya selang beberapa hari seteah ia menikah. Pada saat itu saya bertanya: Perbedaan apa yang kamu rasakan dalam hidupmua setelah menikah??, lalu dengan penuh keyakinan ia menjawab: ”perasaan nyaman dan tenteram yang luar biasa yang belum pernah saya rasakan sebelumnya, dan itu sulit untuk  diungkapkan dengan kata-kata”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, Allah telah mengizinkan saya untuk merasakan perasaan tersebut, meski hanya lewat sebuah mimpi, tapi tetap hal itu adalah suatu anugerah yang sangat berarti buat saya, terutama untuk pencerahan pemikiran saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Inspiring Dream&lt;/span&gt;” tersebut pun membuat saya bertanya-tanya di dalam hati (bertanya nya masih di dalam hati nih, karena belum berani bertanya terang-terangan he he..), siapakah gerangan ”seseorang”  yang kelak  akan menjadi ”&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;teman sejati&lt;/span&gt;” pada kehidupan saya di masa depan?? (tentunya jika Allah mengizinkan), ”seseorang” yang  akan selalu mendampingi saya di saat  suka maupun duka, saling berbagi di kala senang dan susah dan terus bersama-sama dalam mengarungi samudera kehidupan hingga maut memisahkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Curious&lt;/span&gt; deh....Apakah dia adalah seseorang yang telah saya kenal sebelumnya di masa lalu saya, ataukah dia adalah seseorang yang dekat dengan kehidupan saya saat ini, atau mungkin seseorang yang hingga saat ini belum saya kenal sama sekali, ataauu jangan-jangan bisa jadi dia adalah seorang yang sedang membaca tulisan ini ??? he he he (&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;excluded&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;: wanita dan pria2 yg telah beristri:)). Lalu dimana kah dia sekarang??, apakah saat ini dia berada satu kota dengan saya, satu propinsi, satu negara atau mungkin saat ini dia berada di Negeri Sakura nun jauh di sana??? duuh penasaran deh:).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah misteri tentang perjodohan memang benar-benar bikin hati deg-degan dan penasaran (”dokidoki” cek basa Jepang na mah.)...Tapii biarlah rasa ingin tahu dan penasaran tersebut tetap menjadi sebuah misteri hingga kelak waktu akan menjawabnya.... tul gak???. *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;*Note:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Tulisan ini ditulis sekitar dua tahun yang lalu dan pernah saya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;posting&lt;/span&gt; di blog saya yang lainnya. Barusan saya membuka-buka kembali tulisan-tulisan yang pernah saya buat, dan entah kenapa terbersit keinginan untuk mem-posting kembali tulisan yang satu ini di tempat yang baru...Jadi terfikir aja bahwa dua tahun yang lalu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;inspiring dream&lt;/span&gt; tersebut telah mampu mengubah pemikiran saya tentang sebuah pernikahan. Dan dua tahun berlalu dari waktu itu (tepat nya saat ini) ternyata misteri tersebut masih belum terungkap. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Demo, daijoobu desu&lt;/span&gt;! :).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-5239951529049250413?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/5239951529049250413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/08/inspiring-dream.html#comment-form' title='43 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/5239951529049250413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/5239951529049250413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/08/inspiring-dream.html' title='Inspiring Dream...'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>43</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-7159556993082418969</id><published>2009-08-09T14:27:00.000-07:00</published><updated>2009-08-09T14:30:39.165-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syukur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belahan jiwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Doa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='senandung hati'/><title type='text'>Bila CINTA...</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Bila CINTA masih di CAKRAWALA, RAIHLAH ia dengan DOA-DOA mu... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Bila CINTA telah di depan mata, maka tataplah ia dengan SYUKUR mu...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Bila CINTA telah memanggil, DATANG lah dengan membawa HARAP mu...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Bila CINTA telah mendekat, SAMBUT lah ia dengan sepenuh HATI mu...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Bila CINTA bisa bersatu, jaga dan RAWAT lah ia dengan segenap KEKUATAN mu...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Bila CINTA telah memeluk, maka DEKAP lah ia dalam KEHANGATAN mu.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Bila CINTA telah meminta, BERILAH ia dengan seluruh JIWA RAGA mu...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Namun Bila CINTA ternyata harus PERGI, tetaplah BERSABAR &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dalam keSENDIRIanmu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Semoga hanya ALLAH lah alasan dan TUJUAN dibalik semua kata CINTA itu... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Karena hanya ALLAH lah yang BERKUASA tuk menautkan HATI nya dengan HATI mu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="FI"&gt;hingga nanti DIA izinkan CINTA itu akan tetap ADA, merangkai CERITA, melalui MASA, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="FI"&gt;dan selalu BERSAMA &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hingga sampai pada EPISODE kehidupan yang sesungguhya...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="FI"&gt;INSYAALLAH...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Dan bilakah CINTA itu akan ada UNTUKKU ???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-7159556993082418969?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/7159556993082418969/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/08/bila-cinta.html#comment-form' title='20 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/7159556993082418969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/7159556993082418969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/08/bila-cinta.html' title='Bila CINTA...'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-343913873686709861</id><published>2009-08-07T22:14:00.000-07:00</published><updated>2009-08-07T22:31:25.654-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kontemplasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita dari jalanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bapak'/><title type='text'>Pelajaran dari Seorang Bapak Penarik Gerobak Sampah</title><content type='html'>Satu hari saya berpapasan dengan seorang Bapak yang sedang menarik gerobak sampah di pinggiran kali Sunter. Pada saat berpapasan tersebut tidak sengaja saya mendengar Bapak itu mengucapkan Alhamdulillah ketika beliau menerima ”sesuatu” dari seseorang, dan setelah membaca Alhamdulillah kemudian dilanjutkannya dengan mengucapkan terima kasih kepada seseorang tersebut. Subhanallah, hati saya bergetar mendengar ucapan Bapak itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kenapa hati saya bergetar?, karena saya mendengar bahwa Bapak itu dengan secara sadar mengucapkan Alhamdulillah terlebih dahulu, baru kemudian mengucapkan terima kasih pada saat beliau menerima sesuatu (baca:rizki) dari orang lain. Saya langsung terfikir betapa Bapak ini begitu mulianya karena yang pertama kali beliau berikan ucapan terima kasih adalah ALLAH, sang Pemberi rizki yang sesungguhnya, baru kemudian kepada manusia yang hanya berperan sebagai perantara untuk sampainya rizki tersebut ke tangan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Bapak tersebut memberikan pelajaran kepada saya bahwa: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;pertama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;; Bapak itu benar-benar menyadarai bahwa setiap apapun rizki atau anugerah yang kita terima dalam hidup ini hakikatnya adalah berasal dari ALLAH dan hanya akan terjadi atas kehendak NYA, karena itu sudah sepantasnya dan seharusnya lah yang pertama kali berhak mendapatkan ucapan terima kasih kita adalah ALLAH, meski sebenarnya tanpa ucapan terima kasih itu pun tidak akan berkurang sedikitpun kekayaan ALLAH di jagad raya ini. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;; Bapak itu menyadari bahwa beliau juga harus memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada manusia yang telah menjadi perantara atas anugerah dan nikmat yang telah ia terima, yaitu dengan mengucapkan terima kasih dengan sepenuh hati.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sikap syukur dan terima kasih yang tulus itu telah membukakan pintu-pintu rizki yang lainnya yang mungkin sebelumnya masih tertutup, karena sebagaimana janji Allah di dalam Alquran: ”sungguh jika kamu bersyukur maka akan aku tambah nikmatku untukmu, tetapi jika kamu ingkar maka sesungguhnya azabku sangatlah pedih”. Rasa syukur itu terdiri atas rasa syukur kepada ALLAH yang terutama, dan juga rasa terima kasih kepada manusia yang telah diutus oleh ALLAH sebagai perantara dan jalan untuk sampainya anugerah tersebut kepada kita. Di mana tentunya rasa syukur kepada ALLAH itu bukan hanya sebatas ucapan, tetapi harus dilanjutkan dengan perwujudan syukur lainnya yaitu dengan meneruskan kembali anugerah yang telah diterima dari ALLAH kepada saudara kita yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa saya malu memandang diri ini, sudah sedemikian sadarkah saya untuk senantiasa ingat kepada Allah dengan langsung mengucapkan Alhamdulillah ketika mendapatkan rizki atau pun nikmat lainnya, rasanya masih jauh sekali. Biasanya yang pertama kali saya ucapkan adalah terima kasih kepada seseorang yang pada saat itu menjadi perantara rizki buat saya. Bahkan mungkin saya terkadang lupa mengucapkan Alhamdulillah karena saya merasa telah mengucapkan terima kasih.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Betapa seorang Bapak yang mungkin secara kasat mata dianggap oleh sebagian besar orang hanyalah manusia biasa baik dilihat dari segi materi maupun pangkat, status sosial dsbnya, namun memiliki kepekaan dan kesadaran yang luar biasa mengenai siapa yang pertama kali yang patut dan layak diberi ucapan terima kasih pada saat kita mendapatkan nikmat di dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, hari ini ENGKAU telah membuka mata bathinku tentang kekurangajaranku kepada Mu ya RABB, dan terima kasih Bapak karena engkau telah memberikan satu pelajaran yang sangat berharga dalam hidupku. Semoga Allah senantiasa memudahkan jalan rizki untuk Bapak, amiin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-343913873686709861?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/343913873686709861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/08/pelajaran-dari-seorang-bapak-penarik.html#comment-form' title='28 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/343913873686709861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/343913873686709861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/08/pelajaran-dari-seorang-bapak-penarik.html' title='Pelajaran dari Seorang Bapak Penarik Gerobak Sampah'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>28</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-7081472764430828508</id><published>2009-07-31T22:36:00.001-07:00</published><updated>2009-07-31T23:06:11.812-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belahan jiwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sehari-hari auditor'/><title type='text'>Cerita Tentang DIA - Bag 2</title><content type='html'>Berada di samping DIA aku merasa nyaman, dan menyenangkan;), karena aku bisa bertanya berbagai hal yang aku tidak tahu baik seputar pekerjaan maupun di luar itu. Dan ditambah lagi dia enggak pelit kok untuk berbagi ilmu atau pun berbagi makanan, khususnya buah-buahan. Sepertinya dia memang berjualan buah-buahan deh, karena kalau aku perhatikan dia tuh sering banget membawa buah-buahan dari rumah, keren banget kan cowok aja cemilannya buah-buahan, jadi malu aye he he...:D. Kalau untuk berbagi ilmu atau makanan dia memang tidak pelit, tapi kalau sudah sampai pada hal-hal yang berbau identitas pribadi, keluarga atau hal-hal lain yang sifatnya personal, maka dia adalah orang terpelit yang aku tahu, dan tentu saja itu membuat dia menjadi makhluk paling misterius yang pernah aku kenal sepanjang hidup, sumpah!!:).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di samping misterius, dia juga &lt;span style="font-style:italic;"&gt;inconsistent&lt;/span&gt; terkait dengan identitas personal tadi. Satu kali dia bilang A, lain waktu dia bilang B, terus bilang A lagi, terus C dan seterusnya. Entah lah mana yang benar apakah A, B atau C, silah kan anda pilih menurut keyakinan anda pada lembar jawaban yg telah tersedia!, he he he *emang nya pilihan berganda*:). Dan persepsi seperti ini ternyata bukan dari aku saja lho, teman-teman lain juga menganggap bahwa DIA itu adalah makhluk introvert (khususnya yg terkait dengan identitas pribadi) dan misterius us us us, saking misterius nya sampe ada gemanya tuh he he. Karena dia begitu istiqomah dengan sikap inkonsistennya, terkadang kalau ada teman yang bertanya tentang dirinya ke aku, dengan singkat aku hanya akan menjawab: ”Meneketehe!!”, tanya aja langsung ke orangnya, abis daripada salah dan nanti aku yang menanggung dosanya yah lebih baik aku jawab seperti itu deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah lah apa DIA sadar dengan sikap nya (yang menurut ku kurang baik) yang satu ini atau tidak, aku belum sempat menanyakan hal ini ke dia. Oh iya sempat ding satu waktu aku singgung tentang ini ke dia, aku bilang: ”elo tuh yah, kadang bilang ini, kadang bilang itu, yang bener tuh yang mana??”, eh dia cuma jawab: ”ah lo percaya aja Ta” kata nya datar, uughh!! dasar DIA!. Yah sebagai temannya yang tidak begitu dekat dengan nya, aku hanya mencoba untuk memahami dia yang seperti itu adanya. ”One day, jika ada kesempatan aku ingin sekali memberikan saran-saran atau masukan untuk diri nya”, kata ku suatu waktu, dan ternyata ini lah kesempatan itu. Semoga saja apapun yang aku tulis tentang dirinya di sini tidak membuatnya tersinggung:). Maafkan ya kawan kalau ternyata dirimu kurang nyaman dengan tulisan ini, hampura pisan. Tapi kan identitas mu disamarkan tuh hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik sifat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;inconsistent&lt;/span&gt;nya, sejauh pengamatanku dan mendengar dari cerita-ceritanya, DIA itu tipikal cowok yang kocak, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;easy going&lt;/span&gt;, mudah bergaul (supel), senang berpetualang apalagi di alam bebas, suka membantu teman, senang berbagi apa pun sampai berbagi masalah pun dia juga suka:). Selain itu DIA juga tipe orang yang ”slengean” (nah kalo ini berdasarkan pengakuan dia sendiri lho kemarin waktu kita makan bareng di warung padang). Meskipun slengean tapi DIA itu tipe cowok yang rajin bekerja dan belajar, di kantor aja dia jadi anak kesayangan salah seorang Asisten Manajer he he he:). Terus dia juga rajin beribadah, setidaknya dalam pandanganku dia selalu shalat lima waktu kalo lagi di kantor (karena aku berhubungan dengan dia hanya sebatas di kantor saja), dan bacaan shalatnya juga bagus (menurut penilaianku, entah kalau menurut orang lain yah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya satu lagi cerita tentang DIA, yaitu tentang calon pendamping hidupnya!. Beberapa hari yang lalu ketika perjalanan pulang, aku ngobrol dengan salah seorang teman kantor, dan terlontar kata-kata berikut darinya: ”kemarin DIA bilang bahwa dia akan menikah tahun ini, meski calonnya belum ada, tapi dia bertekad akan menikah tahun ini katanya”, begitu kira-kira bunyi kata-kata temanku itu berdasarkan ingatanku yang lemah ini. Sejenak aku teringat bahwa setahun yang lalu tepatnya di bulan Mei atau Juni 2008 DIA juga pernah bilang hal yang persis sama pada ku, bahwa dia bertekad akan menikah akhir tahun ini !. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun berlalu, dan saat ini telah memasuki pertengahan tahun 2009, namun aku mendapati DIA masih ”sendiri”, belum menikah maksudnye...Tetapi terus terang aku salut dengan tekad DIA yang sangat kuat dan tanpa ragu untuk bisa mengakhiri masa kesendiriannya di tahun berjalan meski belum jua bertemu dengan belahan jiwanya, kayak periode audit aja, istilahnya tahun berjalan:). Namun jauh di lubuk hati terdalam aku berdoa semoga Allah segera mempertemukan DIA dengan belahan jiwanya, siapa pun itu, dan dipersatukan di bawah naungan rumah tangga yg sakinah mawaddah wa rahmah, amiiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu ketika masa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;low season&lt;/span&gt; (masa hibernasi auditor:)), saat kami duduk bersebelahan itu, kadang tiba-tiba dia ngintip ke monitor ku, ingin tahu apa yang sedang aku lakukan dengan keseriusanku yang terkadang memang sering lupa akan keadaan di sekeliling (tapi belum tergolong autis kok:)). Dan akhirnya dia tahu deh kalau aku sedang memperhatikan dengan seksama berbagai macam lowongan yang ada di sana he he he, malu jadinya:). Terus setelah itu dia selalu ngeledeg aku kalau sudah mulai serius di depan komputer, karena dia sudah tahu apa yang sedang aku lakukan. Yah aku memang ingiiiiiiiin banget bisa keluar dari profesi yang amat sangat aku tidak suka ini, lebih tepatnya di masa-masa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;peak season&lt;/span&gt; siiiy, kalau di masa-masa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;low season&lt;/span&gt; kayak gini sih aku suka bangeeet he he he, dasar watak manusia maunya yang enak enak aja!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kalau DIA, terus terang jarang banget aku lihat membuka-buka lowongan kerja, aku fikir dia sangat menikmati profesi nya sebagai auditor. Eh ternyata sama aja, nyata nya saat aku menulis tulisan ini dia sudah meninggalkan kantor, hikzs. Yah aku tahu alasan utama dia untuk pindah, pasti karena alasan yang sangat manusiawi, apalagi kalau bukan terkait dengan hal yang satu itu, kenyamanan dan kesejahteraan hidup!!:). Atau jangan jangan bener lagi alasannya karena DIA mau menikah!! He he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat bahwa DIA tidak akan ke kantor lagi, sedih juga rasanya:(. Berarti sebentar lagi kantor ini bakal sepi doonk, karena selama ini kan DIA yang selalu membuat ”kerusuhan” di kantor ha hahaha...:D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya seperti yang tadi sempat aku kemukakan di atas, bahwa aku ingin memberikan beberapa saran untuk DIA, dan hal ini terkait juga dengan proses pencarian ”belahan jiwa” nya. Berikut adalah beberapa masukan bila dia ingin segera bisa bertemu dengan belahan jiwanya serta harus ditambah juga dengan doa yang kuat tentunya, dan aku fikir berlaku juga kok buat para sahabat di sini (khususnya cowok lho yah:)), insyaAllah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1).Harap sering-seringlah berkunjung ke tukang cukur ha ha ha..*kabuuuur, sebelum dipentungin he he..*. Jangan marah dulu ya, saran yang ini teh maksudnya supaya dirimu sering potong rambut, agar selalu kelihatan fresh, karena wanita yang baik2 itu lebih suka kepada lelaki yang tampak fresh dan bersih lho. *sok tahu yang pertama!!:)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2).Kurangi sikap ”slengean” mu itu, karena wanita yang baik2 tuh suka dengan lelaki   yang bersikap dewasa dan kharismatik kayak SBY he he he. Ingat teman, bercanda itu memang perlu, tapi tetap harus sesuai dengan kadarnya. *sok tahu yang kedua!!:)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3).Belajarlah untuk konsisten dalam berucap, meski mungkin menurut mu itu hanya sebatas candaan, tetapi tetap saja inkonsistensi dalam berucap akan mengurangi respek orang lain khususnya wanita yang baik2 kepada dirimu, dan bersikap terbuka tentang identitas diri kita kepada orang lain, itu juga perlu lho. *sok tahu yang ketiga!!:)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4).Saran yang ke empat ini meski urutannya ada di nomor empat, tetapi ini justru yang terpenting dari ketiga saran sebelumnya, yaitu usahakanlah untuk selalu shalat di awal waktu, dan kalau memungkinkan shalatlah di mesjid, karena wanita yang baik2 akan teramat sangat respek dan menaruh harapan yang besar kepada lelaki yang menerapkan saran yang nomor empat ini. *sok tahu yang keempat!!:)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, setelah ke empat saran itu dijalankan, maka lihatlah perubahannya pada dirimu!, dan lihatlah bagaimana wanita baik2 akan datang menghampirimu (itu juga kalau dia berani sih he he, ya artinya kan harus dirimu yang memulai toh !?!), sehingga mengakibatkan dirimu mengalami kesulitan untuk memilih, apakah satu, dua, tiga atau empat yaaa??!! Ha ha ha ha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada rumusnya nih: laki-laki itu menang milih, tapi wanita menang nolak he he he...Maksudnya jangan putus asa jika ditolak, tapi insyaAllah wanita yang baik2 juga akan berfikir seribu kali untuk menolak lelaki yang baik-baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat juga ya, poligami itu enggak mudah lho, adil itu memang urusan hati, tetapi ketika kau menyakiti hati istrimu karena sikap dan perilakumu, maka siap-siaplah menerima balasannya di akhirat kelak..... *he he he sok tahu tambahan!!:)*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, dan hampura pisan jika diri mu kurang berkenan ya. InsyaAllah ini tulus dari seorang saudara. Dan semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Notes: DIA=pengganti nama temanku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-7081472764430828508?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/7081472764430828508/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/07/cerita-tentang-dia-bag-2.html#comment-form' title='22 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/7081472764430828508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/7081472764430828508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/07/cerita-tentang-dia-bag-2.html' title='Cerita Tentang DIA - Bag 2'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-4664548118025931366</id><published>2009-07-31T22:06:00.002-07:00</published><updated>2009-07-31T22:34:29.351-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belahan jiwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sehari-hari auditor'/><title type='text'>Cerita Tentang DIA - Bag 1</title><content type='html'>Aku mengenal sosok itu pada suatu malam di sekitar bulan Maret 2008 kalau aku tidak salah (lupa! Lupa lupa lupa lupa lagi waktunya *sambil nyanyiin lagu Kuburan*.;)), ketika itu sedang masa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;peak season&lt;/span&gt; (masa2 sibuk) di kantor. Padahal sebenarnya dia sudah mulai masuk kantor beberapa bulan sebelumnya, tetapi aku baru benar-benar ”ngeh” akan keberadaan dirinya yah sekitar bulan Maret 2008 itulah. Tepatnya ketika kami sama-sama lembur di kantor untuk menyelesaikan laporan audit klien kami masing-masing. Pada malam itu dia mengangkat telefon, dan ternyata telefon itu ditujukan untuk aku, dan dia langsung bertanya: ”ada yang namanya Rita gak?”, ”yup saya!!” jawabku, dan itulah pertama kalinya aku berbicara langsung dengan DIA.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah menerima telefon, aku pun bertanya: ”yang tadi angkat telfon itu namanya siapa” kata ku pada seorang teman di sebelahku, ”perasaan aku baru liat deh” sambung ku. Lalu temanku itu pun menjawab: ”itu kan DIA, anak baru yang masuk bulan November kemarin, dia senior satu” jawab temanku saat itu. ”hoooooo, udah dari November kemarin toh masuknya, kok aku gak pernah lihat dia yah??” kata ku menyambung jawaban teman ku tadi, ”ya iya lah dia kan pas baru masuk langsung ke Bandung, terus kita juga waktu itu udah di klien, dan baru sekarang-sekarang ini ke kantor” kata temanku, ”hooooooooooo, iya iya aku ngerti” kata ku menyudahi pembicaraan dengan teman ku malam itu, karena kami harus segera ke ruang operator untuk update beberapa report.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pada waktu itu aku dan teman2ku di dalam tim audit sudah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;pull out&lt;/span&gt; (keluar dari klien), maka kami mulai ke kantor setiap hari, dan DIA pun tampaknya juga sudah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;pull out&lt;/span&gt;, jadilah aku bertemu dengan DIA setiap hari. Tapi pada waktu itu aku belum begitu kenal dengannya, baru sebatas menyapa sebagai sapaan etika karena kita sama-sama satu kantor. Dalam penilaianku yang sangat terbatas pada waktu itu aku fikir dia tuh seorang ”ikhwan”. Dan satu alasan kenapa saat itu aku menilai dia ”ikhwan” simple aja sih, karena ku lihat dia ada jenggot nya ha ha ha..konyol juga kedengarannya masak liat orang dari tampilan fisik, ada ada aja, yah mungkin juga masih terbawa-bawa cara pandang dari kampus dulu, para ikhwan kan pasti memelihara jenggot tapi tak berkumis he he  he, terus celana nya pasti ngatung (di atas tumit) dan akan sangat menghindari memakai celana jeans (aku enggak tahu kenapa alasannya), yah ini hanya sebatas penilaian sempit dari luar aja kok, abis sebagian besar (tidak semua) ikhwan kampus berpenampilan seperti itu, jadilah itu seperti simbol untuk membedakan antara ikhwan dan yang bukan ikhwan, simple kan he he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya secara bahasa ikhwan itu berarti saudara laki-laki, tetapi di kalangan aktivis kampus pada waktu aku kuliah dulu ”ikhwan” itu bisa juga merefer ke seorang laki-laki yang sedang belajar mendalami ilmu agama dan kemudian mencoba mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, atau dengan kata lain seorang laki-laki yang sedikit banyak lebih paham tentang agama dibandingkan dengan kaum laki-laki pada umumnya. Nah karena mereka sedikit banyak lebih paham tentang agama dan sunah-sunah rasul, maka sebagian besar dari mereka berusaha berpenampilan (tampilan fisiknya) sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah, seperti memelihara jenggot salah satu nya, celana panjangnya ngatung (tidak melebihi tumit) dan pasti akan sangat menghindari memakai celanan jeans (mungkin sebenarnya menghindari memakai celana yg memperlihatkan bentuk tubuh kali yaa, mohon kasih ilmunya doonk bagi sahabat2 yang tahu, makasiih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebenarnya masih banyak lagi yang lainnya mungkin, tetapi yang aku tahu hanya sebatas itu. Di samping juga tentunya sunah-sunah Rasul dari segi keyakinan dan prinsip seperti selalu menjaga shalat lima waktu dan mengusahakan untuk shalat di masjid (jika memungkinkan), puasa sunah senin-kemis, sangat menjaga pandangan ketika sedang berkomunikasi dengan lawan jenis, tidak berdiri ketika makan dan minum, senantiasa mengucapkan salam ketika bertemu sesama saudara muslim, dan akhlaq mulia Nabi yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kembali lagi ke DIA sebagai tokoh utama pada tulisan kali ini:). Menurutku pada awalnya dia adalah seorang ikhwan karena satu alasan konyol yang tadi sudah aku sebutkan, namun itu tidak berlangsung lama, karena semakin hari penilaian awalku tentang nya semakin menguap, entahlah. Tapi hati kecil ku bilang bahwa dia adalah lelaki baik-baik, terlepas dari tampilan luar maupun aksesoris lainnya. Karena aku mencoba untuk selalu menilai seseorang lebih ke sikapnya, bukan lagi ke arah yang bersifat tampilan fisik yang terkadang menipu mata. Meski memang ada satu sikapnya yang aku anggap aneh di awal perkenalanku dengannya, yaitu sikapnya yang suka iseng dan jarang banget serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bagi orang yang baru mengenal DIA seperti aku pada saat itu agak sedikit aneh menilai dirinya. Tetapi lama kelamaan aku jadi paham bahwa gaya dan pembawaan dia memang seperti itu, aku berfikir mungkin seperti itulah cara dan gaya dia dalam bergaul dan bersahabat dengan orang-orang di sekeliling dia. Yah setiap orang memang memiliki caranya sendiri dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Dan pada akhirnya aku bisa memahami sikap dan pembawaan DIA yang seperti itu, maksudku sudah tidak menganggap dia sebagai sosok yang aneh lagi:).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berganti, minggu berlalu, dan sempat beberapa lamanya kami selalu duduk bersebelahan ketika berada di kantor. Semakin lama aku semakin tahu kebiasaannya ketika berada di kantor, mulai dari pagi-pagi datang ke kantor pasti dia langsung menyapa beberapa orang teman dengan kalimat yang sama setiap hari nya yaitu: ”ada masalah kawan?, kalau ada masalah tinggal bilang aja ke gue, semua akan gue tampung” he he he begitulah sapaan dia kepada teman-teman sekantor. Setelah itu dia keluar ruangan sebentar, lalu masuk lagi dengan membawa gelas berisi air putih (sepanjang pengamatanku sepertinya DIA jarang banget deh minum air teh), lalu setelah itu dia pun mulai bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hari itu beban pekerjaan tidak terlalu berat (kurang dari 1 ton he he), maka dia akan selalu mengajak aku mengobrol hal-hal yang ringan, pastinya selalu diiringi dengan candaannya yang khas. Terkadang aku balas menanggapi candaannya itu, namun di lain waktu terkadang aku hanya diam, dan ternyata diamnya aku membuat dia risih, dia bilang aku sombong lah, lagi sakit lah, lagi laper lah, dan aku hanya jawab: ”lagi males ngomong aja kok”, lalu dia pun akan diam :). Namun ketika dia sedang ada pekerjaan yang agak berat (lebih dari 1 ton :)), maka dia pun akan serius menyelesaikan pekerjaannya itu tanpa menoleh ke kanan atau kiri, dan sikapnya yang seperti itu kadang membuatku takut untuk bertanya atau mengganggunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika beban pekerjannya sudah tidak mencapai 1 ton lagi, maka dia pun akan mulai melakukan rutinitas ”keisengannya” dengan bertanya hal-hal yang gak jelas ke teman-teman, seperti menanyakan: ”kenapa kancil suka mencuri ketimun ya?” (sampai sampai di kantor dia dipanggil Si Kancil karena keseringan berujar tentang kancil he he), atau di lain waktu dia juga akan bertanya: ”weton mu apa nduk?” serta pertanyan2 iseng lainnya, dan akan ditanggapi oleh teman-teman di kantor dengan hal-hal yang gak jelas pula, he he he aku baru sadar rupanya di kantor ini penuh dengan berbagai hal yang serba tidak jelas:). Yah mungkin para auditor sedang stress memikirkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;report&lt;/span&gt; yang tak kunjung selesai, sementara kita terus dikejar deadline, ya begitu deh jadinya he he.:D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung... &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-4664548118025931366?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/4664548118025931366/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/07/cerita-tentang-dia-bag-1.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/4664548118025931366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/4664548118025931366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/07/cerita-tentang-dia-bag-1.html' title='Cerita Tentang DIA - Bag 1'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-1730560187301569041</id><published>2009-07-27T22:32:00.000-07:00</published><updated>2009-07-27T22:44:21.178-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Jika Semangat itu Menghilang, Panggillah !! Maka Dia Akan Datang...</title><content type='html'>Tadi pagi saya mengalami suatu kejadian yang cukup aneh menurut saya, karena baru kali itu saya mengalaminya, atau mungkin bisa jadi baru kali itu saya menyadari bahwa hal seperti itu ternyata bisa terjadi. Karena memang sudah watak dasar manusia untuk tidak selalu  mau dengan sadar merasakan tentang hal-hal yang sedang ia alami.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jadi ceritanya begini, tadi pagi sebelum berangkat kerja, saya tengah diserang oleh suatu penyakit yang paling berbahayya!!, apalagi kalau bukan ”malas”!!. Entah kenapa pagi itu saya teramat lah malas untuk bersiap-siap berangkat kantor, bahkan saat itu mandi pun belum, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 6.15 pagi, alamaaak!! malas nian awak nih!!. Kemudian untuk coba menetralisir rasa kemalasan itu, saya pun duduk sambil menatap jam yang ada persis di hadapan saya, niatnya sih relaks sebentar, yah siapa tahu kemudian rasa malas itu meghilang sehingga saya bisa segera bergerak. Tapii ternyata 5 menit kemudian belum juga ada semangat untuk bergerak, saya masih terus menatap jam di kamar, sambil  berharap semoga saya bisa segera beranjak, namun raga ini belum juga mau tuk bergerak. Fiiiuuuhhh!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kebingungan apa yang harus saya lakukan, akhirnya nya seketika itu pun saya berteriak (tentu saja dalam level ketinggian suara yang telah disesuaikan dengan luas kamar saya, pengen ditabok tetangga apa pagi-pagi teriak he he). Lalu saya pun berteriak: ”semangaaaaat kemanakah perginya dirimuuuuu...???”, lalu saya lanjutkan lagi: ”semangaaaaaatttt ayo ke siniiiiiii, saya sedang butuh dirimu sekaraaaaannnggg...”,  setelah itu saya pun menjawab: ”Ritaaaaaaaaa,  I am your spiriiiiiiiiiiiiiitt, saya di siniiiiiiiiiiiii, i’m comiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnng”. Semua itu saya lakukan dengan menirukan suara film-film Komedi dengan nada suara slow motion nya, sehingga jadi terdengar sedikit lucu (setidaknya seperti itulah menurut pendengaran saya saat itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan benar-benar di luar dugaan!!, seketika itu juga saya berdiri, ambil handuk  dan segera bergegas pergi ke kamar mandi dengan penuh gairah dan semangat juang 45!!!. Benar-benar luar biasa!!!. seketika semangat saya mengalir bagaikan hujan deras yang sedang berjatuhan menyirami bumi. Entah lah saya benar-benar tidak tahu apa yang sedang terjadi, namun seperti itu lah yang saya alami saat itu. LUARRR BIASAA!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu setelah sampai di kamar mandi saya pun terfikir dengan kejadian yang baru saja saya alami, yang teringat kala itu adalah cara saya tadi ketika memanggil manggil semangat dengah gaya teriakan slow motion nya itu loh, terasa lucu aja jadinya. Lalu saya pun tertawa sendiri, yah mungkin lebih tepatnya menertawakan diri sendiri karena keanehan tingkah saya pagi tadi. Tapi kemudian saya bersyukur, Alhamdulillah pagi itu Allah telah membantu saya meninggalkan penyakit yang sangat berbahaya, yaitu ”MALAS”. Dan jika nanti penyakit yang tak mau sembuh itu datang lagi, saya akan mencoba dengan cara seperti tadi, siapa tahu itu bisa dijadikan sebagai suatu cara tersendiri (khusus untuk diri saya lho) agar bisa meninggalkan penyakit berbahaya saya itu. Yah kita lihat saja nanti, semoga:).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-1730560187301569041?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/1730560187301569041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/07/jika-semangat-itu-menghilang-panggillah.html#comment-form' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/1730560187301569041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/1730560187301569041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/07/jika-semangat-itu-menghilang-panggillah.html' title='Jika Semangat itu Menghilang, Panggillah !! Maka Dia Akan Datang...'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-6533275975490855145</id><published>2009-07-24T20:57:00.000-07:00</published><updated>2009-07-24T21:33:02.991-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kontemplasi'/><title type='text'>Kelak, Akan Ada Tiga Golongan...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/SmqK4GDrw_I/AAAAAAAAABk/_Hd7LBQ32QE/s1600-h/300px-American_white_ibis2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 171px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/SmqK4GDrw_I/AAAAAAAAABk/_Hd7LBQ32QE/s200/300px-American_white_ibis2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362251002641368050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemarin saya membaca suatu surat di dalam Alquran (QS. Al-Waqi’ah) yang di dalamnya membahas salah satunya yaitu tentang beberapa golongan yang kelak akan muncul ketika telah berakhirnya pergerakan alam semesta dengan segala isinya. Dan ketiga golongan tersebut terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;pertama, golongan orang-orang yang paling dahulu beriman dan yang paling dahulu masuk surga&lt;/span&gt;- mereka itu adalah orang-orang yang dekat kepada Allah dan berada dalam surga kenikmatan; sebagian besar dari orang-orang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang kemudian; mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata; mereka bersandar di atas nya berhadap-hadapan; mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir; mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk; dan buah-buahan apapun yang mereka pilih serta daging burung apapun yang mereka inginkan; dan ada bidadari-bidadari yang bermata indah laksana mutiara yang tersimpan baik; sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan; di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun yang menimbulkan dosa, tetapi mereka mendengarkan ucapan salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedua, golongan kanan&lt;/span&gt; – merupakan golongan orang-orang yang akan menerima buku catatan amalan mereka dengan tangan kanan; alangkah mulianya golongan kanan itu; mereka berada diantara pohon bidara yang tidak berduri dan pohon pisang yang bersusun-susun buahnya; dan naungan yang terbentang luas; dan air yang mengalir terus menerus; dan buah-buahan yang banyak yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya; dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk; kami menciptakn bidadari-bidadari secara langsung, lalu kami jadikan mereka perawan-perawan yang penuh cinta dan sebaya umurnya untuk golongan kanan; sebagian besar dari orang-orang terdahulu, dan segolongan besar pula dari golongan orang-orang yang kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketiga, golongan kiri&lt;/span&gt; – merupakan golongan orang-orang yang akan menerima buku catatan amalan mereka dengan tangan kiri; alangakah sengsaranya golongan kiri itu; mereka dalam siksaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih; dan naungan asap yang hitam yang tidak sejuk dan tidak menyenangkan; sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewahan, dan mereka terus menerus mengerjakan dosa besar....dan seterusnya...(silahkan buka QS.Al Waqi’ah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                 ----------    ---------------    ----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca ayat-ayat tersebut, seketika saya terdiam dan fikiran saya pun seakan terbang melayang melintasi lapisan awan dan atmosfere, menembus ribuan gugusan bintang hingga akhirnya sampai di langit ke tujuh, tempat tersimpannya segala catatan amalan setiap manusia dari awal hingga akhir zaman. Dan jauh di lubuk hati terdalam saat itu terbersit satu tanda tanya besar ”?” yaitu:  Akan Masuk ke Golongan yang Manakah Saya Kelak ???. Golongan pertama rasanya jelas sudah tidak mungkin, karena golongan itu diperuntukkan bagi beliau-beliau yang telah terlebih dahulu beriman di zaman para Nabi. Sehingga hanya terdapat dua kemungkinan, yaitu apakah golongan kanan atau golongan kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berharap sih pastinya ingiiin sekali bisa masuk ke golongan kanan, dan semoga Allah berkenan menjadikanku bagian dari golongan kanan itu. Tetapi kemudian kalau saya balik berkaca diri, apa iya saya sudah pantas dan layak masuk ke dalam golongan kanan tersebut???. Mengingat masih kotor dan hinanya diri ini: shalat saja masih sekedar melepas kewajiban, belum menjadi bagian dari kebutuhan; membaca Alquran masih sebatas rutinitas harian, belum masuk ke dalam tataran pemahaman dan aplikasi dalam kehidupan; masih sering sekali membicarakan keburukan orang, dibandingkan dengan sibuk berbenah diri menjauhi kemaksiatan; berbohong masih menjadi bagian dari kebiasaan; kepedulian terhadap penderitaan sesama manusia belum menjadi hal yg spontan; dan diperparah lagi dengan masih saja ikhlas menuruti kehendak hawa nafsu dibandingkan kata-kata iman dari dalam hati; serta ribuan keburukan lainnya yang tidak mungkin bisa saya sebutkan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika saya dihadapkan pada pilihan golongan kiri, rasa takut yang luar biasa menjalar ke seluruh jiwa raga saya. Betapa tak kan mampunya diri ini melalui penderitaan yang tak kunjung padam, merasakan panas dan pedihnya azab sepanjang zaman. Na’uzdubillah min dzalik, semoga Allah menjaga saya dan kita semua dari azab Nya yang bersangatan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di atas semuanya itu, alhamdulillah saya merasa bahwa hingga saat ini Allah masih senantiasa menganugerahiku keinginan dan kesadaran di dalam hati untuk senantiasa berubah dan memperbaiki diri ke arah yang lebih baik, meski terkadang kesadaran dan semangat tersebut terkalahkan juga oleh nafsu duniawi yang menggoda jiwa. Namun saya senantiasa memohohn semoga kesadaran dan semangat itu akan terus menggelora hingga jiwa terpisah dari raga. Saya terus berdoa dan berharap akan kasih sayang Allah yang Maha Luas mudah-mudahan kelak Beliau berkenan menjadikan ku dan kita semua bagian dari golongan kanan, amiin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, kalau saya iseng bertanya: seandainya detik ini jatah hidup anda telah berakhir sampai di sini, kira-kira anda sendiri kelak akan masuk ke dalam golongan yang mana pada saat hadirnya tiga golongan tadi ???. Semoga semua ini bisa menjadi bahan perenungan untuk kita semua. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-6533275975490855145?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/6533275975490855145/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/07/kelak-akan-ada-tiga-golongan.html#comment-form' title='14 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/6533275975490855145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/6533275975490855145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/07/kelak-akan-ada-tiga-golongan.html' title='Kelak, Akan Ada Tiga Golongan...'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/SmqK4GDrw_I/AAAAAAAAABk/_Hd7LBQ32QE/s72-c/300px-American_white_ibis2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-6736514313515227588</id><published>2009-07-20T04:06:00.000-07:00</published><updated>2009-07-20T05:17:11.390-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ulang tahun ke-11 detikcom'/><title type='text'>Salah Satu Tugas OSPEK, Kirim Email</title><content type='html'>Ketika saya membaca pengumuman di salah satu media online beberapa hari yang lalu berkaitan dengan kompetisi penulisan melalui blog yang bertemakan tentang pengalaman pertama ketika online, saat itu memori saya langsung berlarian menjelajahi lorong waktu dan berhenti di periode tahun 2000 an, tepatnya pada bulan Agustus. Ketika itu bertepatan dengan masa orientasi mahasiswa baru di kampus saya, salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masih sangat jelas dalam ingatan saya ketika saya membaca salah satu dari daftar tugas yang diberikan oleh panitia OSPEK kala itu, yaitu mengirimkan sebuah surat elektronik (email) kepada alamat yang telah ditentukan oleh panitia dengan menggunakan alamat email sendiri, dan di dalam email tersebut kami harus mencantumkan: nama lengkap, nomor identitas mahasiswa, nama kelompok dan jurusan yang kami ambil. Dan email tersebut paling lambat harus sudah diterima oleh panitia OSPEK yaitu tepat pada pukul 24.00 WIB saat hari terakhir kegiatan OSPEK berlangsung di kampus kami. Panitia OSPEK menyampaikan bahwa tujuan dari salah satu tugas tersebut (mengirim email) yaitu untuk memperkenalkan dunia maya kepada para mahasiswa baru yang mungkin saja sama sekali belum pernah bersentuhan secara langsung dengan internet sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah!! saya bingung setengah hidup (saya tidak mau menyebut setengah mati karena saya belum pernah merasakan mati hehe;)) ketika membaca salah satu tugas tersebut, bagaimana tidak, jangankan sebuah alamat email membuka halaman-halaman dalam internet pun saya belum pernah, baru sebatas belajar aplikasi komputer yang mendasar saja. Maklum pada saat itu masih tahun 2000-an, internet mungkin bisa dikategorikan sebagai barang langka untuk orang-orang daerah seperti saya. Dan ketika saya SMA dari pihak sekolah pun tidak pernah ada tuh tugas-tugas yang mengharuskan kami untuk membuka internet atau mungkin mengirimkan tugas sekolah melalui email, yah ditambah lagi karena memang biaya untuk mengakses internet di daerah pada saat itu masih sangat mahal. Meski untuk masa sekarang pun sebenarnya biaya untuk berselancar di internet di negara kita masih tergolong tinggi dibandingkan dengan biaya internet di negara-negara tetangga. Tetapi setidaknya saat ini akses untuk bisa menjumpai teknologi tersebut sudah jauh lebih mudah dibandingkan dengan masa tahun 2000 an dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi tugas OSPEK tersebut, saya bersama seorang teman yang kala itu juga ternyata masih belum memiliki alamat email mulai mencari-cari informasi. Dan kami lihat di sepanjang jalan Dipati Ukur banyak bertebaran warnet, dengan harga yang semuanya hampir relatif sama. Kemudian kami putuskan untuk membuat tugas itu bersama-sama. Kami tidak memiliki banyak waktu untuk belajar tentang seluk-beluk internet terlebih dahulu, karena dua hari lagi kami harus sudah menyelesaikan tugas tersebut. Sementara setiap hari kami harus datang pagi-pagi sekali dan pulang pada saat hari sudah hampir gelap. Tapi demi tugas, pada hari kedua setelah pulang OSPEK kami sempatkan untuk mengunjungi salah satu warnet di daerah Dipati Ukur Bandung (wuuaaaaa, kenangan masa kuliah itu menari-nari kembali dalam ingatankuu...).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu akang penjaga warnet mempersilakan kami untuk memilih tempat yang kami mau. Tetapi dengan sedikit malu-malu kami memanggil akang penjaga warnet, dan dengan suara pelan kami bilang bahwa kami ingin mengirim sebuah email untuk tugas OSPEK, namun masalahnya kami belum memiliki alamat email pribadi dan ditambah lagi kami juga belum tahu bagaimana cara membuatnya he he he, polos sekalliii;). Mendengar pengakuan jujur itu si akang penjaga warnet tersenyum simpul, lalu saat itu juga dia bilang bahwa dia akan membimbing kami sampai selesai. Waaaaaah senangnyaaaa, Alhamdulillah, akang penjaga warnet teh baik pisan eeuuuy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu secara bergantian kami pun dibimbing oleh akang yang baik hati itu untuk membuka sebuah account di salah satu domain. Kebetulan pada saat itu tidak terlalu banyak pengunjung sehingga si akang bisa mengajari dan membimbing kami dengan fokus. Terus terang saya benar-benar masih gagap (baca: gaptek), tetapi saya coba perhatikan dengan seksama bagaimana si akang guru tersebut beraksi di internet mulai dari cara menuliskan alamat web, menggunakan tanda refresh, sampai kepada bagaimana caranya kita menyimpan alamat email orang lain di dalam email kita. Lalu si akang juga sekilas mengajarkan kepada kami trik-trik tentang berselancar di dunia maya, saking baik hatinya si akang juga memberikan kepada kami beberapa web yang bagus untuk dikunjungi. Dan begitu lah seterusnya si akang tersebut membimbing kami dengan penuh ketulusan, tanpa mengharapkan apapun. Karena setelah selesai si akang hanya mau menerima bayaran rental internetnya saja, padahal kami berniat memberikan ”sesuatu” kepadanya karena kami merasa telah merepotkan dan mengambil waktu bekerja beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillaaaaah, di bawah bimbingan akang yang baik hati tersebut untuk pertama kalinya saya berhasil mengirimkan email kepada panitia OSPEK sebagai salah satu tugas untuk kami para mahasiswa baru saat itu. Di halaman pengiriman email tersebut saya membaca tulisan ”Has been sent succesfully!”, dan si akang bilang itu tandanya email kami sudah sampai ke alamat yang dituju. Betapa luar biasa gembira dan takjubnya saya pada waktu itu karena akhirnya tugas terakhir dalam masa orientasi tersebut berhasil saya lakukan dengan baik dan tepat waktu. Dan hal ini salah satunya adalah berkat budi baik akang penjaga warnet yang tidak akan pernah saya lupakan sampai kapan pun. Terima kasih banyak akang atas bantuannya:).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tugas mengirim email selesai, masih merasa penasaran dan ingin mencoba trik-trik yang telah diajarkan tadi saya pun mencoba membuka beberapa alamat web yang direkomendasikan oleh akang yang baik hati itu. Pelan-pelan saya pun mulai menuliskan alamat web nya, lalu keluar lah tampilan halaman muka dari web tersebut. Setiap kali saya tidak sengaja menekan mouse maka tidak lama kemudian halaman web tersebut pun sudah berganti ke halaman yang lain, saya jadi bingung padahal kan saya masih ingin melihat-lihat dan membaca halaman yg tadi. Untungnya saya masih ingat kata-kata akang tadi bahwa kalau kita ingin kembali ke halaman sebelumnya dalam internet maka kita cukup mengklik icon tanda panah ke kiri (Back). Dan jadilah icon tanda panah tersebut menjadi icon yang paling sering saya klik dibandingkan yang lainnya, he he he maklum pemula bung!;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata setelah lama-lama saya perhatikan, tidak semua halaman di web tersebut jika kita klik akan berganti menjadi halaman baru, hanya tulisan-tulisan atau gambar yang jika kita sorot dan kursor nya berubah menjadi bentuk tangan saja yang halamannya akan berubah jika kita klik. Karenanya setelah saya tahu itu, selanjutnya saya sangat berhati-hati dalam memegang mouse, meski tidak semudah itu ternyata karena terus terang pada saat itu saya benar-benar merasa grogi berhadapan dengan makhluk yang bernama internet he he he lebay deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah rasa decak kagum saya akan kehebatan dunia dalam sebuah kotak kecil yang di fasilitasi melalui teknologi internet ini saya teringat kata-kata panitia OSPEK kemarin, bahwa setidaknya melalui tugas tersebut kami akan mulai mengenal sebuah dunia maya yang akan memperlihatkan seluk beluk dunia virtual di luar sana yang kita tempati ini dengan sebenar-benarnya, bukan sebuah rekayasa apalagi khayalan belaka, ditambah lagi melalui teknologi tersebut manusia telah mampu meruntuhkan segala batas ruang dan waktu. Dan pada saat itulah untuk pertama kalinya saya online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terasa ternyata sudah hampir dua jam saya membolak-balik (emangnya buku dibolak balik ;)) halaman demi halaman di dunia maya itu, dan pada saat itu waktu sudah menunjukkan hampir pukul 10 malam. Oke, its time to go home and take a rest !, karena besok pagi-pagi sekali saya sudah harus berkumpul lagi di kampus untuk menjalani kegiatan OSPEK hari terakhir. Lalu saya sudahi pelajaran internet malam itu dengan kembali membuka email pribadi saya, sambil praktek mengganti password dan iseng-iseng melihat siapa tahu ada balasan dari surat yang telah saya kirim tadi he he he....Sungguh sebuah pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga telah saya dapatkan malam itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-6736514313515227588?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/6736514313515227588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/07/salah-satu-tugas-ospek-kirim-email.html#comment-form' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/6736514313515227588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/6736514313515227588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/07/salah-satu-tugas-ospek-kirim-email.html' title='Salah Satu Tugas OSPEK, Kirim Email'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-8319771865269393599</id><published>2009-07-14T02:57:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T03:01:07.519-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rumah tangga'/><title type='text'>KDRT bisa terjadi pada siapa saja dan dimana saja  (Bag.2)</title><content type='html'>Tahukah anda, terus terang saya sendiri sampai menghitung tindakan keji si suami kepada istrinya. Sampai pada kali yang ke empat (dalam hitungan saya), si suami benar-benar berang dan kemudian menjambak rambut istrinya dengan penuh amarah, sehingga penumpang yang duduk di sebelah kanan saya pun ikut terbangun karena tindakannya, dan seketika saya pun bisa melihat ada rona kekagetan di muka penumpang di sebelah saya tersebut. Tetapi tidak mau ambil pusing dengan hal itu, seketika penumpang di sebelah saya pun melanjutkan kembali tidurnya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rasanya ingiin sekali saya berteriak kepada si suami atas apa yang telah ia lakukan kepada istrinya. Namun apalah daya, saya hanya sendiri dan sama sekali tak berani, sementara sebagian besar penumpang pada saat itu tengah terlelap, saya khawatir justru nanti si suami akan berang pula kepada saya. Di samping itu, saya juga khawatir dituduh mencampuri urusan dalam negeri rumah tangga orang lain. Meskipun saya tahu bahwa tindakan tersebut sudah masuk ke dalam kategori ”kekerasan di dalam rumah tangga” untuk level tertentu. Dan hal tersebut bisa dilaporkan kepada pihak yang berwajib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kali yang ke empat itu akhirnya sang istri pun terbangun juga dari tidur pulasnya, dan saya lihat dia sedikit marah atas tindakan suaminya itu, meski hanya sebatas gumaman dan omelan di mulut. Dalam hati saya berfikir nih orang kok bisa yah hidup dengan tipe laki-laki kasar seperti suaminya. Hati saya benar-benar miris melihat kejadian itu, di muka umum saja si suami tega bersikap kasar dan tidak beradab seperti itu kepada istrinya, lalu bagaimana kah di dalam rumah mereka???, saya tidak bisa membayangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih dan kesal!!, itulah perasaan yang saya rasakan pada saat itu. Bagaimana tidak, kekerasan fisik terhadap kaum saya sendiri dilakukan oleh seseorang yang seharusnya bertindak sebagai imam dan pelindung di dalam keluarga, sungguh sangat ironis bukan?. Yah kekerasan dalam rumah tangga memang bisa terjadi kepada siapa saja dan di mana saja, tidak memandang apakah itu rumah tangga selebriti atau rakyat biasa, rumah tangga bangsawan atau rakyat jelata. Dan sebagian besar yang menjadi korban dalam tindakan tersebut adalah kaum wanita. Hal ini dapat difahami karena secara fisik wanita memang jauh lebih lemah dibandingkan pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun terlepas dari siapapun yang menjadi korban atas kekerasan dalam rumah tangga tersebut, jelas sekali perbuatan itu sangat di larang, baik oleh aturan agama maupun aturan negara. Dan si korban bisa melaporkan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib, apalagi yang pernah saya dengar bahwa saat ini Aparat sendiri telah menyediakan pelayanan khusus untuk para korban kekerasan dalam rumah tangga di masing-masing daerah. Namun sayang seribu kali sayang, hingga saat ini baru sebagian kecil saja dari masyarakat yang sadar akan pelayanan tersebut, selain itu juga sebagian besar dari kita masih menganggap bahwa kasus-kasus seperti itu merupakan bagian dari urusan domestik rumah tangga, sehingga merupakan suatu aib jika harus dibeberkan kepada orang luar. Tentu saja kita berharap seiring dengan berjalan nya waktu, semakin banyak orang yang sadar dan melek akan hak-hak mereka di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang bisa kita ambil dari peristiwa itu salah satunya adalah bahwa kita para wanita, harus lah berhati-hati dalam memilih calon suami. Utamakanlah kemuliaan akhlak dan agamanya dalam memutuskan siapa yang akan menjadi pendamping hidup kita kelak. Karena bagaimana pun suami adalah seseorang yang akan menjadi imam di dalam rumah tangga kita. Dan memang sudah menjadi sunnatullah, jika kita ingin sesuatu yang baik datang ke dalam kehidupan kita, maka sudah sepatutnya nya pun kita juga harus senantiasa menanam benih-benih kebaikan tersebut di dalam keseharian kita. Begitu pula halnya jika kita mendambakan seorang calon suami yang baik untuk diri kita, maka kita harus senantiasa berusaha memperbaiki diri ke arah yang lebih baik. Karena wanita yang baik hanya untuk lelaki yang baik, dan sebaliknya lelaki yang baik itu hanya untuk wanita yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita semua diberi kekuatan untuk senantiasa belajar dan berubah ke arah yang lebih baik, serta tetap konsisten (istiqomah) dan bersabar di dalam kebaikan tersebut, amiin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-8319771865269393599?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/8319771865269393599/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/07/kdrt-bisa-terjadi-pada-siapa-saja-dan_6381.html#comment-form' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/8319771865269393599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/8319771865269393599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/07/kdrt-bisa-terjadi-pada-siapa-saja-dan_6381.html' title='KDRT bisa terjadi pada siapa saja dan dimana saja  (Bag.2)'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-9202353020402852954</id><published>2009-07-14T02:40:00.001-07:00</published><updated>2009-07-14T02:49:54.587-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rumah tangga'/><title type='text'>KDRT bisa terjadi pada siapa saja dan dimana saja  (Bag.1)</title><content type='html'>Pada suatu malam beberapa hari yang lalu saat saya melakukan perjalanan dari Merak ke Jakarta, saya melihat sebuah peristiwa yang sangat mengerikan dan sekaligus memalukan!. Peristiwa tersebut merupakan bagian dari kekerasan di dalam rumah tangga yang dilakukan oleh seorang suami kepada istrinya. Bagi sebagian orang, mungkin kasus ini hanya sekelumit cerita yang biasa terjadi, tetapi karena hal itu benar-benar terjadi langsung di depan muka saya, saya menilai bahwa itu sungguh sebuah ”pertunjukkan” di depan khalayak yang sangat ironis dan menakutkan!.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa tersebut berawal ketika saya melihat seorang laki-laki yang tengah menggendong anak kecil yang sedang terlelap masuk ke dalam bis bersama seorang wanita, laki-laki itu duduk persis pada barisan di depan tempat duduk saya, dan di sebelahnya duduk seorang laki-laki yang juga sedang memangku anaknya. Sementara wanita yang datang bersama laki-laki tadi (saya menganggap bahwa dia adalah istri nya) duduk persis pada barisan di belakang tempat duduk saya, karena pada waktu itu sudah tidak terdapat lagi dua kursi kosong dalam satu baris, jadilah suami istri tersebut duduk secara terpisah. Tidak berapa lama kemudian bis pun melaju kencang menerjang sunyi nya malam, pada waktu itu bis baru bergerak dari Merak menuju Jakarta sekitar pukul 10 malam. Wuiih, sebuah perjalanan yang cukup mencekam karena sebagian besar penumpang di dalam bis itu adalah kaum adam, sementara saya wanita dan sendirian pula, tapi yah perjalanan harus tetap dilanjutkan seberapa pun besarnya rasa takut dan khawatir saya pada malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pada saat bis berhenti di terminal Pakupatan untuk ngetem (baca: mencari calon penumpang), anak yang berada di pangkuan laki-laki yang duduk di depan saya terbangun dan menangis dengan histeris, kemungkinan besar karena dia merasa kepanasan karena memang bis yang kami tumpangi pada saat itu bukan bis ber-AC, tetapi bis kelas ekonomi sekali he he he he...(terserah deh anda mau menafsirkan seperti apa ekonomi nya bis tersebut). Melihat anaknya menangis sang ayah (seperti biasanya sikap sebagian besar seorang suami dalam merespon ketika anak mereka menangis) dengan serta merta menyerahkan anak tersebut kepada istrinya agar sang istri bisa segera memberikan rasa nyaman dan mendiamkan tangisan anak nya. Lalu tidak berapa lama kemudian sang anak pun diam dan sudah terlelap kembali, yah memang pangkuan dan dekapan seorang ibu itu penuh dengan kedamaian dan kehangatan yang menurut saya hingga kapan pun tidak akan pernah ada yang bisa menggantikannya (hikz...jadi kangen almarhumah ibu...).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa waktu bis pun kembali melaju, bersaing dengan kecepatan para penumpangnya yang saat itu tengah melaju menuju alam mimpi mereka masing-masing. Dan setelah saya perhatikan entah kenapa suami-istri tadi bertukar tempat duduk, sang suami duduk di barisan di belakang tempat duduk saya, dan sebaliknya istrinya duduk pada barisan di depan tempat duduk saya, persis di sebelah seorang laki-laki yang sedang tidur dan saat itu juga tengah memangku anaknya yang tengah terlelap. Entah kenapa tidak seperti biasanya, dalam perjalanan itu mata saya tidak mau tidur meskipun sebenarnya tubuh ini sudah sangat lelah karena telah berjalan hampir seharian. Yah mungkin memang rasa khawatir dan takut telah membuka mata saya selebar-lebarnya, hingga saya pun melihat ”pertunjukkan” yang memalukan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambat laun sambil memangku anaknya sang istri pun mulai terlelap. Semakin lama nampaknya sang istri betul-betul semakin lelap dalam tidurnya, sehingga dia tidak lagi bisa mengontrol pergerakan kepalanya mengikuti pergerakan bis yang terkadang bergerak ke kanan dan ke kiri. Sehingga akhirnya kepala istri tadi miring ke kanan dan berdempetan dengan kepala laki-laki lain yang berada di sebelah wanita itu. Terus terang saya sendiri merasa ”risih” melihat pemandangan seperti itu, tapi yah namanya juga orang yang sedang tidur, pasti dia tidak menyadari akan sikap tubuhnya pada saat itu. Di tengah rasa risih tersebut saya dikagetkan dengan tindakan tiba-tiba si suami dari belakang tempat saya duduk, sambil berdiri dia memukul (dengan cukup keras menurut penglihatan saya) kepala istrinya sembari bergumam yang saya sendiri tidak begitu jelas apa isinya. Sumpah!, saya kaget sekali dengan tindakan suami yg tidak beradab tersebut. Terus terang saya tidak bisa menerka apa motif dari si suami melakukan hal itu, apakah karena cemburu atau kah karena dia tidak mau istrinya mengganggu ketenangan orang lain, saya benar-benar tidak tahu. Namun sang istri ternyata benar-benar sangat lelap dalam tidurnya, sehingga dia tidak menyadari bahwa suaminya telah memukul kepalanya, wanita itu hanya setengah terbangun lalu berusaha menggeser kepalanya untuk menjauh dari kepala laki-laki lain tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama kemudian kepala sang istri tadi kembali menuju posisi miring ke kanan mendekati kepala laki-laki lain di sampingnya, saya yakin si suami pada saat itu juga sedang mengamati istrinya. Sejujurnya di dalam hati saya sangat berharap bahwa si suami akan menghampiri sang istri dan membangunkannya dengan cara yang sopan dan lebih beradab. Tetapi jauh panggang dari api, dengan penuh emosi ternyata si suami malah menjambak sejumput rambut istrinya. Duh buluh kuduk saya merinding dan merasa sangat takut melihat ”pertunjukkan” memalukan itu. Begitu seterusnya hal itu terjadi berulang kali di depan mata saya, saya bingung kenapa si istri kok tidak terbangun juga. Yah mungkin karena kelelahan dan rasa kantuk yang luar biasa sehingga dia bisa mengabaikan tindakan kasar yang dilakukan sang suami kepada dirinya, atau juga mungkin karena perlakuan seperti itu memang telah biasa ia terima di dalam kesehariannya, entahlah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung ke Bagian 2.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-9202353020402852954?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/9202353020402852954/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/07/kdrt-bisa-terjadi-pada-siapa-saja-dan_14.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/9202353020402852954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/9202353020402852954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/07/kdrt-bisa-terjadi-pada-siapa-saja-dan_14.html' title='KDRT bisa terjadi pada siapa saja dan dimana saja  (Bag.1)'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-7151806326601897252</id><published>2009-07-10T03:26:00.000-07:00</published><updated>2009-07-10T03:42:43.193-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Menulis, Menulis... dan InsyaAllah Terus akan Menulis</title><content type='html'>Menulis adalah salah satu kegiatan yang belakangan ini menjadi kegiatan rutin dalam keseharianku (setidaknya aku selalu berusaha menjadikannya seperti itu, meski tidak selalu bisa aku penuhi). Menulis yang aku maksud di sini adalah menulis apapun yang bisa aku tulis yang terlintas di dalam fikiranku, bukan menulis dalam artian sebagai sebuah profesi (meski sebenarnya aku memiliki impian bahwa suatu saat kelak menulis juga merupakan bagian dari profesiku), tetapi lebih kepada kegiatan menulis terkait dengan hal-hal yang ringan dan sederhana. Atau dengan kata lain bisa juga disebut mencurahkan isi hati ke dalam media tulisan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya aku merasakan adanya semacam perasaan lega dan kepuasan tersendiri ketika aku bisa menghasilkan sebuah tulisan atau mungkin hanya beberapa kalimat di setiap harinya. Dan aku selalu berusaha meluangkan waktu beberapa menit untuk menulis setiap hari (mengikuti saran mas Fatih Syuhud di dalam blog nya di http://afatih.wordpress.com/2007/09/06/bahan-nulis-blog/). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak apapun kalimat yang mampu aku rangkai setiap harinya di dalam tulisanku aku tidak begitu peduli, karena yang paling penting buatku saat ini adalah menjadikan kegiatan menulis sebagai sebuah kebiasaan dalam keseharianku. Harapanku semoga dengan pembiasaan ini kelak kegiatan menulis bukan lagi sebagai kegiatan hobi pengisi waktu luang saja, tetapi bisa menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih secara khusus aku haturkan kepada Mas Fatih Syuhud (www.afatih.wordpress.com) dan Bang Jonru (www.jonru.com) untuk semua ilmu nya, karena melalui tulisan beliau-beliau lah aku semakin termotivasi untuk terus belajar menulis di setiap waktu dan kesempatan. Semoga Allah membalas kebaikan yang telah beliau tanam, amiin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-7151806326601897252?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://afatih.wordpress.com/2007/09/06/bahan-nulis-blog/trackback' title='Menulis, Menulis... dan InsyaAllah Terus akan Menulis'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/7151806326601897252/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/07/menulis-menulis-dan-insyaallah-terus.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/7151806326601897252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/7151806326601897252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/07/menulis-menulis-dan-insyaallah-terus.html' title='Menulis, Menulis... dan InsyaAllah Terus akan Menulis'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-7915830233839212078</id><published>2009-07-02T23:07:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T23:25:55.374-07:00</updated><title type='text'>Ketulusan Berbuah Ketulusan</title><content type='html'>Ketulusan berbuah ketulusan. Itulah kesan yang saya rasakan ketika pagi itu tepatnya hari Minggu 21 Juni 2009 yang lalu saya baru saja berpamitan dengan seorang teman setelah sehari semalam kami melalui hari bersama-sama. Padahal pertemuan saya dengannya kali ini baru pertemuan yang kedua sejak pertama kali kami berkenalan tanpa sengaja dua tahun lalu di bandara Sultan Syarif Qasim Pekan Baru Riau.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan saya sebagai seorang manusia bahwa pertemuan dan perkenalan kami saat itu adalah benar-benar pertemuan dan perkenalan yang tidak disengaja sedikitpun. Kesamaan nasib lah yang membawa kami pada akhirnya bisa berkenalan, dimana pada saat itu kami sama-sama hampir tertinggal pesawat yang akan kami tumpangi dengan tujuan Jakarta. Dan tujuan kami ke Jakarta pun sama yaitu untuk bekerja mencari penghidupan di rantau orang. Jadi cerita nya anak rantau berkenalan di kampung halamannya nih...;) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu kami sama-sama tidak bisa membawa serta barang bawaan kami terbang ke Jakarta karena bagasi pesawat sudah ditutup dan tinggal menunggu persiapan untuk take off saja. Tetapi petugas penerbangan meyakinkan kami bahwa barang-barang bisa tetap sampai di Jakarta tetapi dengan penerbangan selanjutnya pada hari yang sama. Dan konsukensinya kami harus menunggu kedatangan barang kami tersebut hingga sore hari karena ternyata pesawat kedua pada hari itu baru berangkat pada pukul 16.00 waktu setempat, sementara pesawat yang membawa kami take off sekitar pukul 8.30 pagi. Setibanya di Bandara Soekarno Hatta kami kemudian sama-sama melapor ke perwakilan perusahaan penerbangan yang kami tumpangi agar nanti kami bisa mengambil barang bawaan kami yang dibawa dengan pesawat yang berbeda di sore harinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah karena pesawat untuk penerbangan kedua baru akan datang sekitar pukul 17 sore, sementara saat itu baru menunjukkan pukul 10 pagi, maka saya putuskan untuk menunggu di kosan saja, karena toh dari bandara ke kosan saya hanya memakan waktu sekitar 1 jam. Dan saat itu teman baru saya tersebut memutuskan untuk ikut ke kosan saya daripada menunggu seharian di bandara seorang diri, dan jadilah kami pulang ke kosan saya yang terletak di daerah Jakarta Utara. Setibanya di kosan, sambil melepas lelah kami pun mengisi waktu dengan ngobrol ngalor-ngidul mulai dari asal-usul keluarga, cerita di masa sekolah, kuliah sampai pada cerita tentang teman-teman dan suasana kerja di kantor masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa waktu setengah hari pun berlalu begitu cepat, hingga sampai lah waktunya kami harus bertolak kembali ke bandara untuk mengambil barang bawaan kami. Dan tepat pukul 15.30 kami pun berangkat ke bandara Soekarno Hatta. Di dalam perjalanan ke bandara kami sudah tidak banyak bicara, mungkin karena sudah terlalu banyak cerita yang meluncur dari mulut kami sedari tadi, atau juga kemungkinan karena kami sudah didera rasa lelah sehingga membuat kami lebih nyaman untuk berdiam di dalam perjalanan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam diam tersebut saya berfikir dan bertanya di dalam hati, kenapa sejak pertama kali bertemu dengan teman baru saya ini tidak ada sedikitpun rasa curiga dan was-was terhadapnya. Saya langsung bisa merasa nyaman berbicara dan berbagi cerita dengan nya hampir setengah harian itu, meski kami benar-benar baru kenal. Padahal saya adalah tipikal orang yang sangat berhati-hati dan cenderung sedikit curiga-an terhadap orang yang sama sekali belum saya kenal, tetapi sikap saya saat itu sangat jauh berbeda dengan sikap saya biasanya. Entahlah, tapi yang pasti jauh di palung hati terdalam, saya bisa merasakan adanya sebuah ketulusan dari teman baru saya ini. Sehingga sikap kehati-hatian dan rasa curiga yang biasanya secara otomatis muncul saat itu telah terkalahkan oleh rasa percaya dan keyakinan bahwa teman baru saya itu adalah orang baik-baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengambil barang-barang di kantor perwakilan penerbangan yang kami tumpangi tadi, akhirnya kami pun harus berpisah dan saling berpamitan. Di dalam hati terselip rasa haru sekaligus bahagia karena telah saling mengenal satu sama lain, meski dalam waktu yang singkat tetapi kami seperti telah saling kenal sekian lama. Sebelum berpisah tidak lupa kami bertukar nomor HP untuk bisa melanjutkan perkenalan ini ke jenjang yang lebih serius ups! he he he... maksudnya agar bisa saling contact dan menyambung tali silaturrahim ke depannya gitu loh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan ke depan nya sesekali kami saling contact via sms, sekedar menanyakan kabar atau mungkin seputar pekerjaan dan sebagainya. Setahun berlalu, kami pun masih terus ber sms ria, hingga akhirnya kesempatan untuk bersua itu datang. Kami sepakat untuk bertemu di suatu tempat di dekat kosan teman saya beberapa hari yang lalu. Agenda utama kami pada waktu itu adalah nonton!!, sebuah film yang cukup fenomenal dan begitu inspiratif serta menggugah jiwa. Sebuah karya anak bangsa tentunya, karena kita kan cinta produk negeri sendiri he he he...;). Selesai agenda utama, selanjutnya saya putuskan untuk menyambangi (wuih istilahnya ;)) kosan teman saya, selain karena sudah lelah juga jalan dari pagi. Lalu malam itu saya putuskan untuk menginap di kosan teman saya agar bisa mengenalnya lebih jauh. Karena kalau kita ingin mengenal lebih jauh tentang pribadi teman kita, maka cobalah untuk bersamanya semalaman, niscaya sedikit banyak kita akan bisa lebih tahu tentang pribadinya. Begitulah semalaman diisi dengan cerita ngalor ngidul hingga akhirnya kami terlelap. Dan pagi nya kami pun berpamitan, serta berjanji insyaAllah akan ada pertemuan-pertemuan berkesan selanjutnya seperti pertemuan hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan ”selalu ada hikmah di balik setiap peristiwa” adalah sangat benar dan nyata adanya. Tidak peduli peristiwa apapun itu, baik peristiwa yang membawa bahagia maupun sebaliknya. Karena sejatinya tidak pernah sedikitpun Allah melewatkan setiap momen di dalam hidup manusia tanpa Dia tiupkan di dalamnya roh kebijaksanaan atau hikmah yang bisa dipetik oleh setiap orang yang mengalaminya. Seperti hal nya peristiwa yang telah saya alami dua tahun lalu yaitu hampir tertinggal pesawat dan tidak bisa membawa serta barang-barang saya, tetapi justru karena peristiwa itu akhirnya membawa saya berkenalan dengan seorang teman dan sekarang menjadi teman baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi memang tidak setiap orang bisa memetik hikmah di balik setiap peristiwa yang ia hadapi. Hanya manusia-manusia yang cerdas dan bijaksana lah yang akan senantiasa bisa merasakan kehadiran roh kebijaksanaan itu di dalam setiap penggalan cerita hidupnya. Manusia-manusia seperti itu biasanya memiliki kehalusan rasa dan hati yang sensitif sehingga ia selalu bisa menangkap sinyal kebijaksanaan tersebut. Dan dibutuhkan perjuangan keras dan pengorbanan untuk bisa meraih sensitivitas seperti itu di dalam hati kita. Semoga setiap kita bisa selalu menangkap hikmah di balik setiap peristiwa yang kita temui di dalam kehidupan kita, amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-7915830233839212078?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/7915830233839212078/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/07/ketulusan-berbuah-ketulusan.html#comment-form' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/7915830233839212078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/7915830233839212078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/07/ketulusan-berbuah-ketulusan.html' title='Ketulusan Berbuah Ketulusan'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5578412170893791740.post-8137611154529788706</id><published>2009-06-22T04:29:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T04:32:42.098-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Satu Bentuk Perwujudan Tekad..</title><content type='html'>Alhamdulillah, hari ini tepat nya tanggal 22 Juni 2009 blog ini terlahir ke dunia he he… cerita nya ingin mengikuti tanggal kelahiran kota Jakarte nih…Jadi nanti setiap masyarakat Jakarta merayakan hari Ultah kotanya, maka bersamaan dengan itu saya pun akan mengenang hari kelahiran blog saya ini, he he he lebai deh…;)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yah terlepas dari apa pun itu, yang jelas saya sangat bersyukur akhirnya “berani” bikin blog juga di sini, setelah terlebih dahulu membulatkan tekat dan semangat bahwa blog ini bukan sekedar bagian dari gaya hidup, tetapi benar-benar lebih merupakan perwujudan dari keinginan dan tekad saya untuk terus belajar menulis di setiap waktu dan kesempatan, dan blog ini adalah salah satu media nya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya juga berharap semoga melalui blog ini saya dan teman-teman blogger lainnya bisa saling berbagi dan bertukar fikiran tentang berbagai hal yang bermanfaat, menarik dan juga bernilai tentunya… Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Rita Susanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5578412170893791740-8137611154529788706?l=ritasusanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ritasusanti.blogspot.com/feeds/8137611154529788706/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/06/satu-bentuk-perwujudan-tekad.html#comment-form' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/8137611154529788706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5578412170893791740/posts/default/8137611154529788706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ritasusanti.blogspot.com/2009/06/satu-bentuk-perwujudan-tekad.html' title='Satu Bentuk Perwujudan Tekad..'/><author><name>Rita Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10628449723053577776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_H0B9wNTqX-g/S3smsTOzOsI/AAAAAAAAADs/_g2fxmkgPBU/S220/risantchan.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry></feed>
